Ps. Martinus Rajda RIngkasan Khotbah 13 Desember 2020 Pembacaan Alkitab: Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu…
VISI, TUJUAN, DAN MISI
Ps Jesaya Henubau
Ringkasan Khotbah Minggu, 18 Oktober 2020
Pada waktu kita senantiasa berjalan bersama dengan Tuhan, maka Tuhan akan memberikan pewahyuan bagi kita, istilah pada umumnya Tuhan memberikan visi kepada kita.
Amsal 29:18 Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.
Ada tiga kata yang berbeda tetapi sering kali salah dimengerti maknanya :
-
Purpose (Tujuan), apa yang menjadi tujuan kita di dunia
Mision (Misi), bagaimana untuk mencapai tujuan kita
Vision (Visi), merupakan hal yang spesifik, unik, dan di desain khusus untuk setiap orangnya
Ada beberapa contoh tentang tujuan, misi, dan visi dari orang pilihan Tuhan dalam Alkitab:
1. Abraham
Purpose (tujuan) yang Tuhan tetapkan untuk Abraham adalah menjadi bapa bagi semua orang beriman. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka Mision (misi) yang harus dilakukan Abraham adalah mempunyai anak perjanjian. Sementara vision (visi) yang Tuhan berikan kepada Abraham adalah harus keluar dari dari negeri nenek moyangnya karena Tuhan akan memberikan negeri, menjadi bangsa yang besar padahal umurnya sudah 75 tahun dan belum punya anak, dan melalui keturunannya semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat (Kejadian 12:1-3)
Pada waktu Abraham mencoba mewujudkan visi dari Tuhan dengan kekuatannya sendiri yaitu mengambil Hagar menjadi istrinya dan mempunyai anak yaitu Ismail, maka Tuhan tidak berkenan akan hal tersebut dan Abraham tidak berhasil mencapai visi yang dari Tuhan. Tetapi ketika Abraham berserah kepada Tuhan dan menantikan anak perjanjian yang sudah Tuhan tetapkan yaitu Ishak, maka Abraham berhasil menggenapi visi yang dari Tuhan. Demikanpun dengan hidup kita, pada waktu kita meninggalkan cara hidup yang lama, kemudian bertobat dan menerima Tuhan Yesus secara pribadi, maka Tuhan pasti memberikan kita sebuah visi.
2. Yusuf
Tuhan memberikan visi kepada Yusuf pada waktu tidur, tepatnya melalui mimpi. Dalam mimpinya Yusuf melihat matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah dia. Kemudian dalam mimpi yang lainnya ia melihat tentang ikatan-ikatan gandum yang datang menyembah dia (Kejadian 37:7,9). Apa yang Yusuf lihat dalam mimpinya merupakan gambaran dari apa yang akan terjadi di dalam dan melalui hidup Yusuf. Ikatan gandum berbicara mengenai Yusuf yang memberi dan menyediakan makan untuk banyak orang pada waktu kelaparan termasuk anggota keluarganya. Yusuf pun tahu tujuan hidupnya adalah melayani Tuhan sebagai “juru selamat†untuk keluarganya/ menyelamatkan keluarganya pada waktu kelaparan, dan juga memelihara bangsa yang besar (Kejadian 50:20).
3. Tuhan Yesus Kristus
Tujuan Tuhan Yesus datang adalah untuk mencari dan menyelamatkan yang terhilang (Lukas 19:10). Maka kemudian Tuhan Yesus memiliki sebuah misi yaitu harus datang ke dunia sebagai manusia untuk menanggung dosa semua manusia. Sementara visi yang Allah Bapa berikan bagi Tuhan Yesus mencangkup dua bagian yaitu :
Visi jangka pendek. Matius 16:21 Tuhan Yesus bahwa ia akan mengalami penderitaan, dibunuh, dan akan dibangkitkan pada hari ketiga.
Visi Jangka panjang. Yohanes 17:20-23 Dalam visi jangka panjangnya, Tuhan Yesus tidak hanya melihat visi bagi diri-Nya saja, tetapi juga bagi kita yang percaya kepada-Nya. Tuhan Yesus menyatakan bahwa semua orang yang percaya kepada-Nya harus menjadi satu sama seperti Dia dan Bapa adalah satu. Tuhan Yesus memberikan kemuliaan yang Dia peroleh dari Allah Bapa kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya. Dan kasih yang Tuhan Yesus dapatkan dari Allah Bapa, akan diterima oleh semua orang yang percaya kepada-Nya.
Kita harus bersukacita karena nama kita sudah ada dalam catatan buku kehidupan Tuhan Yesus di surga dan dalam visi Tuhan Yesus sudah terlihat semua tentang hidup kita
Bagaimana dengan kita, apakah kita sudah mempunyai visi yang dari Tuhan? Kriteria visi yang dari Tuhan:
1. Diberikan melalui pewahyuan
Jika kita yang memikirkan sendiri sebuah visi, maka itu bukanlah visi, melainkan keinginan daging kita. Jika kita melihat orang lain melakukan sesuatu dan kita ingin menjadi sepertinya, maka itu bukan visi, tetapi kemungkinannya adalah kita sedang iri hati.
Amsal 29:18 “Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat………†Jika bukan Tuhan yang memberikan visi, maka yang kita lakukan bisa menjadi liar dan tidak jelas/tidak terarah.
2. Spesifik, unik, di desain khusus untuk kita
Tuhan merancangkan secara spesifik, unik, dan juga di desian secara khusus untuk tempat di mana kita dilahirkan, latar belakang keluarga kita, dan di mana kita tinggal.
1 Petrus 2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.
Efesus 2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. Kita semua adalah buatan Allah, masterpiece Tuhan yang diciptakan khusus untuk melakukan pekerjaan baik. Setiap kita dilahirkan dengan keunikan, di desain khusus, supaya nama Tuhan dipermuliakan melalui hidup kita.
3. Jika visi itu dari Tuhan, maka fokusnya selalu kerajaan Allah, mengadalkan kuasa Tuhan, dan memberikan segala kemuliaan hanya bagi Raja segala raja (baca Matius 6:13; Zakharia 4:6)
Apa visi kita? Jika tanpa visi/pewahyuan, maka hidup kita akan menjadi liar dan tidak jelas. Bahkan karena tidak memiliki visi, kita menjadi putus asa. Keadaan tidak bisa mengubahkan hidup kita, tetapi kita yang harus mengubahkan kedaan yang ada. Orang-orang yang punya visi tetap bergerak, melayani, dan akan terus maju karena tidak ditentukan oleh keadaan
Adakah orang yang menjadi putus asa dan merasa tidak berguna padahal sebenarnya dia sudah berhasil dalam hidupnya dan memiliki banyak harta? Ada, yaitu Salomo (baca Pengkotbah 2:4-11). Salomo dengan pencapaian/keberhasilan dan segala sesuatu yang ia miliki/harta kekayaan, tetapi ia merasa apa yang sudah ia kerjakan dan hasilkan terasa sia-sia karena tidak tahu tujuan hidupnya.
Siapapun bisa menjadi putus asa jika tidak mempunyai visi. Sekalipun hartanya berlimpah, tetapi karena tidak mempunyai visi/pewahyuan, maka hidupnya menjadi sia-sia.
Kisah Para Rasul 26:14-19, Paulus adalah contoh orang yang memiliki pewahyuan
-
Ayat 15 Paulus tahu siapa Tuhan dalam hidupnya. Visi pertama dan terutama dalam hidup kita adalah siapa Tuhan dalam hidup kita.
Ayat 16 Paulus tahu akan panggilan Tuhan untuk hidupnya. Demikian pun dengan kita, ketika Tuhan memanggil kita, maka kita memulainya dari hal-hal yang kecil. Tetapi jika kita taat dan setia, maka Tuhan akan mempercayakan hal-hal yang lebih besar
Ayat 17-18 Paulus mendapatkan visi yang jelas dari Tuhan yaitu dia diutus untuk melayani orang non Yahudi agar mereka berbalik dari kegelapan kepada terang Tuhan, dan dari kuasa iblis kepada kuasa Allah supaya mereka dapat pengampunan dosa dan mendapat bagian yang ditentukan bagi orang-orang kudus.
Ayat 19 Paulus taat terhadap apa yang ia dapatkan dari Tuhan.
Apa visi kita? Setiap kita harus memiliki visi yang dari Tuhan. Orang yang memiliki visi dari Tuhan tidak akan lelah, ia akan terus bergerak.
Jika kita mempunyai visi yang dari Tuhan, maka kita tidak akan berlomba/ bersaing dengan orang lain, karena kita sudah tahu apa yang harus kita lakukan dan kerjakan (baca Filipi 3:13: Ibrani 12:1). Jika kita tidak tahu apa visi hidup kita, maka ketika kita melihat orang lain maju, kita akan merasa tersaingi, ketika melihat orang lain diberkati, maka kita merasa iri hati.
1 Korintus 3:5-7 (baca) Kita adalah pelayan-pelayan Tuhan yang sudah Tuhan pilih dan tetapkan dengan tugas dan tanggung jawab yang telah Tuhan percayakan. Kita jangan mencari pujian dari manusia. Kita jangan terpengaruh dengan suara-suara negatif dari orang lain tentang apa yang kita lakukan karena Tuhan yang memberikan visi kepada kita bukan orang lain.
Jika kita mempunyai visi dari Tuhan, maka kita akan bersukacita atas pencapaian dan keberhasilan orang lain. Jika kita memiliki visi dari Tuhan, maka hidup kita penuh dengan sukacita, pujian, dan ucapan syukur sekalipun dalam masa yang sulit (baca Filipi 4:4).
Bagaimana kita mempunyai visi dari Tuhan?
1. Firman Tuhan.
Visi dari Tuhan selalu berasal dari firman Tuhan. Lukas 4:16-21 (baca) Kita harus membaca dan merenungkan firman Tuhan. Kita harus meminta visi dari Tuhan. Firman Tuhan akan memberikan kepada kita, apa visi hidup kita masing-masing.
2. Kita harus mencari, meminta, dan mengetuk hati Tuhan
Matius 7:7-8 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
Habakuk 2:1-3 (baca) Pada waktu kita terima penglihatan/visi dari Tuhan, maka kita harus mengukirnya di dalam hati kita. Apapun yang terjadi dalam hidup kita (mengalami tantangan, pergumulan) harus terukir di dalam hati kita. Tuhan tidak lagi mengukir di atas batu-batu, tetapi firman Tuhan harus terukir di dalam roh manusia.
Jangan sampai kita terlambat mengerti akan visi yang Tuhan berikan. Jika sampai saat ini kita belum tahu visi yang dari Tuhan, kita harus meminta, mencari dan mengetuk hati Tuhan.Amin.
