Skip to content

PERKAWINAN ANAK DOMBA ALLAH

Ps Jesaya Henubau
(Ringkasan Khotbah Minggu 16 Juli 2018)

Kita akan belajar tentang satu dimensi hubungan yang lebih lagi antara Kristus sebagai mempelai pria, dengan kita (gereja) sebagai mempelai wanita dalam pernikahan Anak Domba Allah. Kita digambarkan sebagai mempelai wanita, dan hal ini bukanlah tentang gender (jenis kelamin), tetapi tentang posisi kita di hadapan Tuhan, tentang pilihan, panggilan, dan rancangan Bapa di Surga.

Mengapa Tuhan membuat pernikahan? Sesungguhnya Alkitab menjelaskan bahwa rahasianya besar. Itu sebabnya dalam Injil Matius 25 setelah Tuhan Yesus mengajarkan tentang akhir zaman, Tuhan Yesus memberikan perumpamaan tentang Kerajaan Surga; Seumpama gadis-gadis yang bijaksana yang pergi menyongsong mempelai laki-laki untuk masuk dalam perjamuan kawin.

Efesus 5 : 31 – 32 (baca), Tuhan membuat pernikahan karena segala hal yang Tuhan ciptakan selalu menggambarkan diri-Nya. Pernikahan adalah gambaran tentang apa yang terjadi di dalam Kerajaan Surga; yaitu Bapa mencari mempelai wanita untuk Putra Tunggal-Nya, Ia mengutus Roh-Nya, itulah Roh Kudus untuk mencari setiap orang yang dipanggil dan dipilih untuk masuk ke dalam jemaat-Nya sebagai mempelai Kristus.

Alkitab mengungkapkan bahwa rahasia ini besar, Itu sebabnya hal yang utama yang dihancurkan oleh iblis adalah pernikahan. Karena pernikahan adalah gambaran yang sebenarnya tentang hubungan Kristus dengan Jemaat. Tuhan menjadikan dua priabdi menjadi satu dalam pernikahan, karena menggambarkan hubungan yang Tuhan ingin bangun antara Pencipta dengan manusia.

Itu sebabnya dalam surat 2 Korintus 11 : 2 Rasul Paulus sangat marah dan cemburu dengan cemburu ilahi kepada jemaat di Korintus, kalau pikiran mereka disesatkan dan beralih setia dari Tuhan, karena dia telah mempertunangkan mereka sebagai perawan suci, kepada Kristus sebagai mempelai laki-laki.

Yesaya 9 : 6 (baca) Adalah nubuatan tentang Juruslamat, dan bagian akhir dari ayat ini berkata “…Kecemburuan Tuhan semesta alam akan melakukan hal ini, Artinya ada satu kasih yang begitu kuat dan luar biasa kepada kita sehingga Bapa memberikan Putra Tunggal-Nya.
Hosea 2 : 18 – 20 (baca) Ada satu kerinduan yang besar dan seruan dari surga, itulah hati Tuhan sendiri untuk menjadikan kita, sebagai isteri-Nya untuk selama-lamanya dalam kesetiaan, keadilan, kasih sayang, sehingga kita mengenalNya. Pengenalan kita kepada Tuhan belum lengkap kalau kita belum mengenal Tuhan dalam bagian ini.

Yesaya 54 : 5 Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.

Bagaimana kita bisa menjadi mempelai Kristus ?

1. Harus mengalami kelahiran baru ke dalam Kerajaan Allah, Yohanes 3 : 1 – 21.

Kita harus dilahirkan baru ke dalam Kerajaan Allah, karena tanpa kelahiran baru kita tidak bisa memahami tentang rahasia besar, yaitu menjadi mempelai Kristus dalam perkawinan Anak Domba Allah.

Kita dilahirkan secara daging (dari orang tua) disebut kelahiran jasmani, tetapi kelahiran baru adalah kita dilahirkan oleh roh, itu sebabnya disebut sebagai “manusia baru”, “ciptaan baru” di dalam Kristus. Pada waktu kita dilahirkan baru, roh kita hidup. Matius 4 : 17; 2 Korintus 5 : 16; Efesus 5 : 25 – 27.

Setelah kita dilahirkan baru ke dalam kerajaan Allah, maka:

2. Roh Kudus akan membawa dan memimpin kita kepada Bapa dan Putra Tunggal-Nya.

Efesus 5 : 27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

Tujuan Tuhan yang terutama adalah menempatkan kita di hadapan diri-Nya. Semua kita akan berhadapan muka dengan muka dengan Kristus sendiri, sebagai mempelai Pria. Dan kita akan dihadapkan dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut, artinya manusia rohani kita harus dewasa, kudus, dan tidak bercela di hadapan-Nya.

1 Yohanes 2 : 6 Jika kita adalah milik Kristus, maka kita WAJIB hidup seperti Kristus telah hidup! Tuhan menghendaki agar kita tidak tinggal di dalam dosa, kita harus keluar, dilepaskan, dimerdekakan dari dosa, karena dari awal kita ditetapkan sempurna seperti Kristus.

Matius 11 : 27 (baca) Kita mengenal Bapa, karena Anak sendiri yang menyatakan-Nya kepada kita. Hal ini berbicara tentang hubungan, hanya mereka yang pernah bertemu dengan Kristus yang bisa berkata kepada Tuhan Pencipta segala sesuatu, sebagai BAPA! Yohanes 5 : 19 – 20; 6 : 26 Jadi untuk bertemu dengan Tuhan dan mengenal-Nya secara pribadi adalah anugerah.

3. Kita akan dipertunangkan dengan Tuhan Yesus Hosea 2 : 19 – 20; 1 Korintus 11 : 2

Kalau kita dipertunangkan, maka harus ada meterainya Efesus 1 : 13 (baca) Di dalam Kristus, kita percaya dan telah dimeteraikan dengan Roh Kudus. Roh kudus adalah meterai, tanda, dan cincin pertunangan dan pernikahan, karena kita adalah milik Kristus. Artinya siapa yang milik Kristus akan menerima Roh Kudus, dan oleh Roh lah kita bisa berseru ABBA BAPA 2 Korintus 1 : 22 Kita dimeteraikan sebagai tanda milik Kristus oleh Roh Kudus di dalam hati kita, sebagai jaminan hingga kita menerima semua yang dijanjikan Bapa.

4. Kita akan dikuduskan

Efesus 5 : 26 Setiap firman yang masuk dalam diri kita akan membersihkan hati dan pikiran kita, sehingga semua yang keluar dari mulut dan tindakan kita menjadi kudus, bahkan firman Tuhan juga akan membersihkan tubuh kita dari sakit penyakit. KITA HARUS MENGALAMI PROSES PENGUDUSAN SETIAP HARI DALAM HIDUP KITA. Tuhan akan memandikan kita dengan Roh Kudus dan firman setiap hari, supaya kita bersih dan kudus di hadapan-Nya.

Roma 8 : 28 Tuhan turut bekerja dalam segala keadaan kita. Pada waktu kita alami krisis dan tantangan, yang kita butuhkan adalah firman Tuhan dan Roh Kudus yang akan memimpin kita untuk mengalami mujizat, terobosan, dan jalan keluar! Ada hal-hal dalam hidup kita yang mungkin tidak akan berubah, hal itu berarti kitalah yang harus berubah. Itu sebabnya kita membutuhkan firman yang menuntun kita Mazmur 119 : 105. Dikuduskan adalah proses yang terus-menerus terjadi selama kita hidup di dunia ini.

5. Masuk dalam pernikahan Anak Domba. Matius 25 : 1 – 13.

Wahyu 19 : 6 – 9 (baca) Kita harus siap sedia menyambut Kristus sebagai Mempelai Pria yang akan datang menjemput kita, itu sebabnya kita harus kudus. Siap sedia untuk menyambut Kristus sebagai mempelai digambarkan oleh Tuhan Yesus dalam perumpaan; Sepuluh anak dara yang biajksana dan yang bodoh, dan dari sepuluh hanya lima yang bijaksana, yang masuk karena mereka membawa minyak dan pelita, sedangkan lima lagi kehabisan minyak dan tertinggal.

Hal ini berarti ada banyak yang diundang, tetapi hanya setengah yang akan masuk dan terpilih dalam perjamuan kawin. Setiap orang harus mengalami sendiri berjumpa dengan Roh Kudus, supaya minyak (pengurapan) Roh Kudus akan membuat roh kita menyala-nyala seperti pelita, supaya kita siap menyambut Sang Mempelai datang.

Kisah Rut adalah gambaran yang menceritakan tentang Pernikahan Anak Domba. Rut dilahirkan baru, melalui iman pada waktu dia mengikuti Naomi Rut 1 : 15 – 18. Rut disuruh Naomi pergi ke ladang Boas. akhirnya Rut bertemu Boas dan mendapat kasih karunia dari Boas. Rut tunduk dan mengerjakan semua yang diarahkan Naomi sesuai rencananya. Kemudian Rut dipertunangkan dengan Boas sebagai penebus Rut 4 : 8 – 10. Rut mengalami proses dikuduskan dalam hidupnya, hingga pada akhirnya Rt menikah dengan penebus.

Filipi 1 : 6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

Tuhan yang telah memanggil dan memilih kita, menghendaki kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya, sebagai mempelai wanita siap sedia untuk menyambut hari dimana Kristus datang sebagai Sang Mempelai menjemput kita masuk dalam Perkawinan Anak Domba Allah, Amin!

No results found...