Ps Debora Henubau (Ringkasan Khotbah Minggu 26 November 2018) Pembacaan Alkitab : Efesus 4 :…
TUHAN MEMBERIKAN UPAH
Aps. DR Daniel Henubau
(Ringkasan Khotbah Minggu 23 September 2018)
Tuhan memberikan upah kepada orang yang bersungguh hati mencari-Nya
Pembacaan Alkitab : Ibrani 11 : 6; Markus 2 : 1 – 12
Injil Markus lebih banyak menulis tentang mujizat yang di kerjakan Tuhan Yesus, karena Markus ingin memberikan pesan dan menjelaskan kepada orang-orang Romawi yang belum mengerti siapa Tuhan Yesus, bahwa Tuhan Yesus bukan hanya seorang biasa yang memiliki banyak pengikut, tetapi Dia adalah Tuhan yang berkuasa.
Tuhan Yesus kembali ke Kapernaum, kotanya sendiri (Matius 9 : 1). Rumah di Kapernaum itu, kemungkinan besar adalah rumah Tuhan Yesus sendiri. Markus 1 : 29 – 34 Di Kapernaum, Tuhan Yesus sudah membuat banyak mujizat, dengan menyembuhkan ibu mertua Petrus, kemudian menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit, dan mengusir setan-setan. Sebelumnya dalam Markus 1 : 16 – 20 Tuhan Yesus memanggil Petrus, Andreas, Yakobus dan Yohaes anak Zebedeus untuk mengikuti-Nya. Itulah sebabnya, ada kaitan yang erat antara keluarga Petrus dengan Tuhan Yesus.
Markus 2 : 2 Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka.
Dimana pun Tuhan Yesus pergi, disana selalu ada pemberitaan firman, karena Dia adalah firman yang hidup. Sebelum melakukan tanda-tanda heran dan mujizat, Tuhan Yesus mengajar dan memberitakan firman Tuhan lebih dulu. Itulah sebabnya, jika kita kita ingin mengalami mujizat, maka kita harus lebih dulu mendengar firman Tuhan dan percaya.
Markus 1 : 38 Tuhan Yesus pergi ke kota-kota dan segala tenmpat untuk memberitakan Injil, karena untuk itulah Tuhan Yesus datang ke dunia ini. Pemberitaan firman Tuhan adalah hal yang sangat penting. Itu sebabnya, setiap kali kita datang beribadah kepada Tuhan, kita harus mencari dan mengutamakan firman Tuhan yang murni, dan bukan untuk mendengar lelucon. Orientasi kita adalah orientasi kepada Tuhan, bukan orientrasi kepada manusia (man orientation).
Orientasi kepada manusia adalah untuk menyenangkan telinga manusia, tetapi orientasi kepada Tuhan adalah mendengar firman yang harus masuk ke hati kita. Itulah sebabnya, kemanapun Tuhan Yesus pergi, Dia selalu memberitakan firman Tuhan. 2 Timotius 4 : 2 – 4 (baca) Alkitab menjelaskan bahwa manusia lebih suka kepada hal-hal fiktif dan dongeng-dongeng (guyonan) dari pada kebenaran. Itulah sebabnya, Tuhan menghendaki agar kita mencari kebenaran dan bertumbuh di dalamnya, dan tidak memuaskan telinga kepada hal-hal guyonan.
Makin menjelang kedatangan Tuhan, orang makin berpaling dari kebenaran kepada dongeng. Justru semkain dekat kedatangan Tuhan, kita harus semakin bertumbuh dalam kebenaran firman Tuhan, supaya kita semakin dewasa secara rohani, diberkati dan mengalami hidup yang berkemenangan!
Markus 2 : 3 – 4 Pada waktu Tuhan Yesus sedang mengajar, tiba-tiba diinterupsi oleh empat orang dari atas, yang membongkar atap rumah di atas-Nya dan menurunkan tilam tempat orang lumpuh berbaring untuk di doakan oleh Tuhan Yesus.
Pada waktu hal itu terjadi, orang banyak yang ada disitu tidak terganggu, mereka hanya fokus dan terpaku untuk mendengar pemberitaan firman yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Tuhan menghendaki agar kita fokus untuk mendengar firman Tuhan, jangan terganggu hal-hal di sekitar kita
Empat yang menggotong orang lumpuh, sehati dan bekerja sama dengan baik. Walaupun ada hambatan di depan, mereka tidak tinggal diam, mereka mencari kemungkinan akan adanya terobosan. Dimana ada kesehatian pasti ada jalan keluar!
Markus menunjukkan bahwa jika kita rindu datang kepada Tuhan Yesus, mencari Dia dengan sungguh-sungguh maka pasti ada UPAH. Namun dalam mencari Tuhan, tidaklah mudah, karena seringkali ada tantangan dan hambatan yang datang kepada kita (dari dalam, maupun dari luar) namun jika kita tetap fokus dan tetap melangkah ke depan, kita akan berjumpa dengan Tuhan Yesus.
Jika kita mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh, maka pasti ada UPAH yang akan kita terima! Kita akan mengalami Tuhan, jika kita mengutamakan waktu kita untuk mencari-Nya. Empat orang tidak menyerah, karena mereka percaya bahwa Tuhan sanggup menyembukan.
Mencari Tuhan dengan bersungguh hati, adalah sebuah TINDAKAN IMAN. Iman harus disertai tindakan, iman tanpa perbuatan/ tindakan hahekatnya adalah mati. Itu sebabnya, prinsipnya adalah kalau ada iman, maka harus ada tindakan/usaha Yakobus 2 : 17.
Kita memiliki iman karena kita menerima firman Tuhan dengan lemah lembut/ hati yang terbuka Yakobus 1 : 21 – 24. Setelah menerima firman, maka hendaklah kita menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja. Jika sudah menerima firman, kita harus taat dan lakukan firman itu dengan iman dan Roh Kudus akan memampukan kita. Tidak ada seorangpun yang sanggup melakukan firman Tuhan, tanpa Roh Kudus yang menolongnya. Itulah sebabnya Roh Kudus disebut juga Roh Penolong/ Roh Penghibur, yang memberikan kepada kita kekuatan untuk melaksakan apa yang Tuhan kehendaki.
1. Tuhan mengenal kita, lebih dari kita mengenal diri kita sendiri.
Pada waktu orang lumpuh itu diturunkan dari atap, hal pertama yang Tuhan Yesus lihat bukanlah kelumpuhannya (apa yang kelihatan), tetapi hatinya. Manusia melihat dan berharap supaya kesembuhan terjadi, tetapi Tuhan Yesus melihat, jauh ke dalam hatinya; ada penghambat dalam diri orang lumpuh itu, itulah dosa. Penyakit yang paling besar adalah DOSA. Itu sebabnya setelah dosanya diampuni oleh Tuhan Yesus, baru kemudian kesembuhan terjadi.
Tuhan selalu melihat hal yang utama dan prioritas dalam diri kita untuk ditolong. Kita seringkali melihat apa yang kita inginkan, tetapi Tuhan melihat apa yang sebenarnya kita butuhkan. Dan hal yang utama yang kita butuhkan adalah keselamatan dan damai sejahtera.
Tuhan Yesus melihat iman mereka (empat orang dan si lumpuh) maka kesembuhan terjadi. Waktu mereka melangkah, mereka tidak menyerah, karena mereka justru saling menguatkan iman. Itulah sebabnya sangat penting, jika di dalam kehidupan bergereja/ berjemaat kita harus saling menguatkan satu sama lain dalam iman, untuk maju bersama-sama, dan bukan mempengaruhi dengan hal-hal yang negative yang membuat orang lain mundur, dan jauh dari Tuhan dan gereja-Nya.
Tuhan mengenal diri kita sendiri lebih diri kita sendiri. Identitas/ gambar diri kita tidak ditentukan dari apa yang kelihatan/ dibanggakan, tetapi ditentukan dari HUBUNGAN KITA DENGAN TUHAN, itulah yang menentukan. Tuhan menjawab apa yang kita butuhkan lebih dulu, yaitu apa yang kita perlu, bukan apa yang kita inginkan.
Yesaya 59 : 1 – 2 Dosa dan kejahatan adalah penghalang. Inilah yang harus dibereskan lebih dulu, baru mujizat terjadi. Orang sakit hati dendam paling gampang mengalami sakit penyakit. Kita tidak ditentukan dari apa kata orang, tetapi apa kata firman Tuhan. Jangan memaksa Tuhan. karena Tuhan hanya memberi upah bagi orang yg bersungguh hati mencari-Nya.
2. Tuhan selalu memberikan apa yang kita butuhkan.
Tuhan selalu memberikan apa yang kita butuhkan terlebih dulu, setelah itu baru Dia akan menjawab apa yang kita inginkan. Hal utama yang kita butuhkan adalah hubungan yang mesra dengan Tuhan, itulah sebabnya pengalang apapun harus dibereskan lebih dulu. Hal yang harus dibereskan dari si lumpuh ini adalah dosa/ itulah kelumpuhan di hatinya, sehingga dia tidak mengalami persekutuan dengan Tuhan. Jika kita sudah keluar dan dilepaskan dari dosa dan kebiasaan buruk, maka jangan kembali lagi.
Markus 2 : 5 Setelah Tuhan Yesus berkata “dosamu sudah diampuni†beberapa ahli-ahli Taurat menentang Tuhan Yesus, karena mereka berpikir Tuhan Yesus menghujat Allah. Hal ini dilakukan Tuhan Yesus, supaya mereka tidak fokus kepada si lumph, tetapi kepada-Nya. Hal yang mudah untuk menyembuhkan seseorang bagi Tuhan Yesus, tetapi Dia ingin memberitahu bahwa mengampuni dosa adalah hal yang sulit, karena harus darah dan korban yang dipersembahkan, dan korban itu adalah diri-Nya sendiri. Supaya mereka (Ahli-ahli Taurat) tahu bahwa Tuhan Yesus adalah Anak Manusia (Mesias) yang berkuasa ampuni dosa Daniel 7 : 13 – 14.
Markus 2 : 12 “Yang begini belum pernah kita lihat†Orang-orang di Kapernaum tajkub, mereka hanya mau melihat mujizat, tetapi mereka sendiri tidak mengalaminya. Sebaliknya, kita harus lebih mempunyai kerinduan untuk mencari Tuhan, supaya banyak orang kagum melihat hal-hal yang luar biasa, yang Tuhan kerjakan di dalam dan melalui hidup kita.
3. Kita harus sabar menanti, sampai Tuhan bertindak menolong kita.
Jangan kecewa jika ada jarak waktu antara firman yang disampaikan dengan kenyataan yang harus kita terima. Ada selang waktu yang cukup lama, ketika Tuhan Yesus berdialog dengan Ahli-ahli Taurat setelah dia mengampuni dosa si lumpuh. Setelah sabar menanti dengan tekun dan percaya, maka orang lumpuh itupun mengalami mujizat kesembuhan.
Kita harus bangkit, tetap tekun dan percaya bahwa Tuhan akan menolong tepat pada waktu-Nya. Hubungan kita harus beres lebih dulu baru mujizat terjadi. Tuhan melihat kebutuhan kita yang utama, itulah HUBUNGAN DENGAN TUHAN! Tuhan Yesus datang memulihkan apa yang hilang dalam diri kita Roma 3 : 23.
1 Korintus 15 : 57 – 58 Miliki hubungan dengan Tuhan membuat kita selalu mengalami kemenangan , kita tidak goyah, karena persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia. Amin.
