Ps Marthinus Radja Ada tiga hal yang akan kita pelajari untuk menjadi gereja yang bersepakat…
TUHAN YESUS ADALAH GEMBALA YANG BAIK
TUHAN YESUS ADALAH GEMBALA YANG BAIK
Ps. Debora Henubau
(Ringkasan Khotbah Minggu 3 Januari 2016)
Pembacaan Alkitab: Yehezkiel 34 : 26; Mazmur 23 : 1 – 6
Apapun yang akan terjadi di Tahun 2016 ke depan, ingatlah bahwa firman Tuhan tidak akan tergoyahkan. Kita mungkin tahu banyak berita, tetapi yang utama adalah kita harus memiliki pegangan hidup, yaitu firman Tuhan. Keadaan bisa berubah-ubah, tetapi jika kita senantiasa berpegang kepada firman Tuhan, maka kita akan mengalami kasih karunia Tuhan, dan hidup dalam lingkaran berkat Tuhan.
Yehezkiel 34 : 27, 31 (baca) Hujan berkat Tuhan akan tercurah bagi kita, sehingga pohon-pohon akan berbuah dan tanah menghasilkan hasil bagi kita. Tuhan memberikan urapan yang baru untuk menghancurkan kuk dan melepaskan kita dari perbudakan. Tuhan katakan bahwa kita adalah domba-domba dan Tuhan adalah gembala kita.
Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Jika Tuhan adalah gembala kita, maka kita tidak akan kekurangan kesehatan, hikmat, akal budi, kepintaran, pertolongan, mujizat, jalan keluar, dll. Apa yang kita rindukan dan yang kita butuhkan, kita minta dengan iman kepada Gembala Agung kita, yaitu Tuhan Yesus, maka Ia akan memberikan kepada kita.
Ada saatnya di dalam dunia ini kita berjalan dalam lembah kekelaman. Selama kita hidup di dunia ini tentu akan ada masalah, tantangan, kesulitan, dan kesedihan yang akan kita hadapi. Namun sekalipun kita mengalami lembah kekelaman kita tidak takut bahaya karena Gembala kita tidak pernah meninggalkan kita, Dia selalu menyertai kita, itulah penghiburan dan iman kita. Itu sebabnya, apapun keadaan kelam kita pada saat ini, JANGAN TAKUT, TUHAN SELALU ADA BERSAMA KITA.
Bagaimana kita tahu Tuhan beserta kita? Sekalipun domba matanya kabur untuk melihat, tetapi dia memiliki telinga yang peka untuk mengenal suara Gembalanya. Dalam lembah kekelaman mungkin kita tidak melihat Tuhan secara langsung, tetapi kita dapat mendengar dan mengenal suara-Nya, setiap kali Tuhan berbicara kepada kita melalui firman-Nya.
Gembala memiliki dua senjata; tongkat dan gada sebagai pimpinan dan perlindungan. Tongkat dipakai gembala untuk mengarahkan dan menggembalakan domba, sedangkan gada dipakai untuk memukul dan menyerang musuh yang ingin memangsa.
Tuhan selalu menyediakan hidangan (berkat) bagi kita, sekalipun di hadapan para lawan kita (iblis dan roh-roh jahat). Jadi kalau hari ini jika kita sedang mengalami peperangan rohani, maka saat ini juga kita sedang menikmati berkat Tuhan, artinya sekalipun kita sedang berperang tetapi Tuhan menyediakan berkat-berkat rohani kepada kita.
Minyak sering dipakai sebagai obat untuk mengobati luka pada domba. Minyak juga melambangkan pengurapan Roh Kudus. Pengurapan baru yang Tuhan berikan kepada kita (yang kita terima pada ibadah malam pergantian Tahun di GDS) tidaklah pas-pasan, tetapi selalu melimpah lebih dari pada cukup, karena Tuhan menghendaki agar kita menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.
Seluruh jemaat GDS akan diberkati di tahun 2016 ini! Tuhan sudah mengurapi dan memberkati kita di awal tahun ini untuk melampaui semua kebutuhan kita. Tuhan menghendaki kita diberkati supaya kita menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.
Sekalipun ada lembah kekelaman dan juga musuh, tetapi KEBAJIKAN dan KEMURAHAN akan selalu mengikuti kita kemanapun kita pergi, seumur hidup kita. Artinya dimanapun kita berada, kita akan mengubahkan situasi dan kondisi (sikon), bahkan kehadiran kita akan menjadi berkat bagi banyak orang. Kita akan mengalami berkat Tuhan jika kita tetap setia tertanam dalam rumah Tuhan (GDS) sepanjang masa.
Tuhan gembala yang baik, Ia adalah gembala bagi domba-domba-Nya. Domba tidak mengikuti kemauannya sendiri, tetapi selalu mendengar dan mengenal suara gembalanya, domba selalu bergantung sepenuhnya kepada gembalanya. Bagi domba gembala adalah segalanya, domba tidak dapat membela dirinya sendiri, mudah dijinakkan dan ditundukan, hidupnya hanya mengikuti tuntunan gembalanya. Itulah gambaran kita sebagai anak-anak Tuhan, kita adalah domba-domba dan Kristus adalah Gembala Agung kita.
Setiap kali kita bersekutu dengan Tuhan (merenungkan firman Tuhan, berdoa dan mnyembah Tuhan) kita akan semakin peka untuk mendengar suara Tuhan dan melihat apa yang Tuhan akan nyatakan.
Mazmur 32 : 8 – 11 (baca) Mata Tuhan senantiasa tertuju kepada kita, Tuhan sedang memperhatikan kita, Ia sedang mendengar doa-doa kita, dan sebagai Gembala, Tuhan akan menuntun kita, tetapi kita jangan memberontak atau melawan. Banyak masalah dan kesakitan yang mungkin akan terjadi tahun ini, tetapi hal itu adalah bagian dari orang-orang fasik. Karena bagi kita orang-orang yang percaya, Tuhan akan mengelilingi kita dengan kasih setia-Nya, asalkan kita hidup di dalam kebenaran.
Lukas 10 : 3 (baca) Kita seperti anak domba di tengah-tengah serigala. Betapa lemahnya kita. sekalipun terkadang kita berpikir kita pandai, kuat, mampu, mengandalkan keuangan, namun sebenarnya kita ini bodoh dan tidak berdaya. Kalau bukan karena Tuhan di dalam kita, kita mungkin sudah kalah. Tapi karena Tuhan yang berkuasa tinggal di dalam kita, menjadikan kita lebih dari pemenang.
Dunia ini penuh dengan serigala. Oleh karena itu anak domba jangan berjalan sendirian, jangan berpikir seperti serigala, anak domba akan selalu menjadi mangsa serigala. Namun sebagai anak domba yang memiliki Gembala, seluruh surga mendukung kita karena Gembala yang Agung yang menyertai kita.
Matius 10 : 16 (baca) Tuhan mengutus domba ke tengah-tengah serigala. Kita adalah domba yang di utus Tuhan ke tengah-tengah serigala. Jadi jangan pernah heran jika banyak orang (mayoritas) akan berbeda dari kita, sehingga terkadang sulit untuk hidup benar di tengah-tengah dunia ini. Domba tidak mengandalkan dirinya sendiri, tetapi selalu mengandalkan gembalanya.
Tuhan memilih dan mengurapi Daud menjadi raja, karena Tuhqan meihat iman dan keberanian Daud, pada waktu dia mengembalakan kambing domba ayahnya. 1 Samuel 17 : 28, 34- 35. Kita adalah domba, tetapi kita juga sekaligus adalah gembala-gembala di bawah Tuhan Yesus sebagai Gembala yang baik.
Yohanes 10 : 12 (baca) Ada perbedaan antara gembala yang baik dan gembala yang tidak baik (upahan). Tuhan Yesus adalah gembala yang baik, Ia mengorbankan nyawa-Nya demi menyelamatkan domba-domba-Nya. Sedangkan gembala upahan akan lari meninggalkan domba-domba ketika melihat serigala datang.
Demikian pula kita bersyukur sebagai warga GDS, kita memiliki gembala senior dan tim gembala sebagai gembala yang baik yang dipercayakan Tuhan dalam kehidupan kita, yang terus-menerus mendoakan, berkhotbah, mengajar, memuridkan kita dalam kebenaran, memberikan waktu dan tenaga untuk memperhatikan hidup kita.
Matius 25 : 31 – 46 (baca) Apabila Tuhan Yesus datang maka akan ada penghakiman terakhir, lalu semua bangsa dikumpulkan di hadapan-Nya, dan Tuhan Yesus akan memisahkan seorang daripada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing. Tuhan Yesus menempatkan domba-domba sebelah kanan, itulah kita, orang yang percaya di dalam nama-Nya dan yang diberkati yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan kambing-kambing yang ditempatkan di sebelah kiri, itulah orang yang tidak percaya dan yang terkutuk yang akan dimasukan ke dalam api yang kekal (neraka). Yang di sebelah kanan menerima upah, tetapi yang di sebelah kiri menerima hukuman.
Itulah mengapa Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Gembala dan kita adalah domba-domba-Nya. Karena ada perbedaan antara domba dan kambing. Orang benar akan masuk ke dalam hidup yang kekal, sedangkan orang berdosa akan masuk ke tempat siksaan kekal. Itu adalah akhir semua hidup manusia, ketika penghakiman terkahir hanya ada dua jalan: hidup kekal atau siksaan kekal. Jadi kekekalan setiap orang ditentukan oleh “bentuk†kita, apakah kita sebagai domba? Atau seperti kambing?
Yohanes 10 : 3, 4, 7, 10, 14, 16, 18 Tuhan Yesus adalah gembala yang baik, Ia memanggil domba-domba-Nya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya keluar. Tuhan telah memanggil kita keluar dari kehidupan yang lama, untuk masuk ke dalam kehidupan yang baru. Tuhan memimpin kita, Ia berjalan di depan kita, dan kita mendengar dan mengenal suara-Nya (melalui firman Tuhan). Artinya Setiap langkah, keputusan yang kita ambil akan dituntun oleh firman.
Awali tahun ini dengan mengandalkan Tuhan, dan dengan suara Tuhan dan iktu tuntunan-Nya melalui firman-Nya. Tuhan Yesus adalah PINTU menuju domba-domba. Artinya siapa yang ingin menjadi domba kawanannya Tuhan harus masuk melalui pintu (menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi). Setelah kita masuk, kita akan diutus keluar supaya lebih banyak orang yang diselamatkan, yang akan masuk ke dalam pintu itu melalui kita. Kita akan diutus oleh Tuhan dengan hidup yang berkelimpahan. Karena Tuhan Yesus datang untuk memberikan hidup dalam segala kelimpahan.
Tuhan mengenal kita sebagai domba-domba-Nya, dan kita mengenal Dia sebagai gembala. Kita dulu adalah domba yang tercerai berai namun Tuhan memanggil kita melalui kawanan domba yang lain sehingga kita masuk ke dalam pintu yaitu Tuhan sendiri. Sebagai Gembala Tuhan Yesus berkuasa untuk memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya, untuk mengumpulkan kita di hadapan Bapa, karena Dia adalah Gembala Agung. Itu sebabnya, tugas kita hari ini (sebagai gembala-gembala kecil, di bawah Tuhan Yesus) adalah kembali mengumpulkan domba-domba yang tercerai berai. Tahun 2016 ini kita harus berbuah lebat, dan memenangkan sebanyak mungkin jiwa bagi Tuhan.
Amsal 19 : 22 Sifat yang dinginkan pada seseorang ialah KESETIAAN…, Sifat domba adalah setia, karena domba hanya mendengar suara gembalanya, dan tidak mengikuti suara-suara yang lain. Kita bukan seperti kuda bagal yang harus dikerasin baru kita taat, tetapi kita harus menjadi domba taat dan setia kepada gembalanya. roh dunia selalu ingin menarik kita menjadi sama dengan dunia, itu sebabnya kita harus berjaga-jaga. Namun, selama kita memiliki pegangan firman Tuhan, kita tidak akan dibutakan. Jika kita sudah mengawali tahun 2016 ini dengan Tuhan, maka JANGAN TINGGALKAN TUHAN, tanggalkan semua hidup yang lama (amarah, sakit hati, kecewa, dsb) dan Tuhan akan memberikan double porsi, karena urapan yang beru akan memberikan berkat dua kali lipat.
Ratapan 3 : 39 – 41 (baca) Pertobatan lebih dahulu sebelum kita menerima semua berkat yang Tuhan sediakan. Sama seperti domba sebelum masuk ke dalam kawanan harus dibersihkan dan masuk melalui pintu. Demikianlah semua orang harus tinggal di dalam pertobatan. Karena kita tidak bisa menerima anggur nyang baru (berkat kelimpahan) dalam kantong kulit yang lama, kita harus menjadi kantong kulit yang baru. Kita adalah domba yang selalu taat dan setia kepada gembala kita Tuhan Yesus Kristus. Amin.
