Skip to content

TUHAN YESUS SENANTIASA MEMBAWA KITA DI JALAN KEMENANGANNYA

Ps. Jesaya Henubau

Ringkasan Khotbah Minggu, 5 Februari 2023

Pembacaan Alkitab: 2 Korintus 2:12-17

2 Korintus 2:14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.

Kita ditetapkan untuk menang, diciptakan untuk berada di dalam kemuliaan Allah.

Pada awalnya Tuhan menciptakan Adam dan Hawa bukan dalam kekurangan, kesulitan, kesakitan, masalah, tetapi dalam kelimpahan, sukacita, damai sejahtera, dan semua yang terbaik yang Allah Bapa siapkan untuk anak-anak-Nya.

Karena dipengaruhi dan diperdaya oleh iblis, kemudian manusia (Adam dan Hawa) jatuh dalam dosa, sehingga Adam dan Hawa (bahkan kita yang hidup di masa kini) harus mengalami berbagai hal-hal yang tidak baik. Tetapi dengan kasih dan kuasa-Nya, Tuhan Yesus senantiasa menyediakan dan ingin membawa manusia (kita) di jalan kemenangan yang telah Tuhan sediakan.

1.Jalan Tuhan adalah jalan kemenangan-Nya

Jika bukan jalannya Tuhan, maka tidak akan menang. Tetapi jika jalannya Tuhan, maka pasti akan menang.

2 Korintus 2:12  Ketika aku tiba di Troas untuk memberitakan Injil Kristus, aku dapati, bahwa Tuhan telah membuka jalan untuk pekerjaan di sana. Rasul Paulus dalam suatu perjalanan pelayanan, ia menyadari bahwa Tuhan telah telah membuka jalan baginya untuk memberitakan Injil di Troas.

Hari ini Tuhan ingin membuka jalan bagi semua orang. Tuhan tidak ingin menutup jalan dan membuat anak-anak-Nya menderita, tetapi Tuhan ingin memberkati anak-anak-Nya dengan berkelimpahan (Yohanes 10:10).

Yang ada di hatinya Tuhan Yesus adalah ingin senantiasa memberkati, memberikan semua yang Dia terima dari Allah Bapa kepada kita (Yohanes 17:1-26).

Bagaimana Tuhan Yesus berjalan di jalan kemenangan Bapa? Bagaimana Tuhan Yesus merebut kembali kemenangan dan membawa kita di jalan kemenangan-Nya?

Lukas 4:5-8 Iblis mencobai Tuhan Yesus dengan memperlihatkan segala sesuatu dan akan memberikannya kepada Tuhan Yesus, jika Tuhan Yesus menyembahnya. Tetapi Tuhan Yesus tidak terpengaruh dengan tawaran dari iblis. Tuhan Yesus merespon tawaran iblis dengan suatu kebenaran yang menyatakan bahwa hanya Allah saja yang harus disembah.

Untuk menerima semua kemenangan dalam Tuhan Yesus, maka kita tidak boleh kompromi dengan dosa, kejahatan, penyembahan berhala, ajaran-ajaran dunia ini, dan semua yang iblis tawarkan.

Jalan kemenangan Tuhan Yesus adalah taat (Filipi 2:8). Tuhan Yesus taat mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Kemudian Tuhan Yesus  bangkit, dan naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa untuk memerintah selama-lamanya

Banyak orang yang berhenti di fase “kematian” atau di lembah kekelaman, padahal Tuhan sudah menyediakan segala berkat dan ingin membawa kepada jalan kemenangan-Nya.

Kita tidak boleh berhenti pada fase “kematian” atau lembah kekelaman, tetap kita harus berjalan keluar karena Tuhan akan membawa kita di jalan kemenangan-Nya dan membawa kita ke tempat yang bermata air (Mazmur 84:7).

Kita jangan kompromi dengan progesif ilmu pengetahuan, sosial budaya. Kita tidak boleh kompromi dengan semua yang bertentangan dengan firman Tuhan.

Jalan yang menuju maut/kebinasaan dibuka besar, tetapi sesak dan sempit jalan yang menuju kehidupan yang berkemengan. Matius 7:13-14 Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.

Tuhan Yesus selalu menang, dan tidak ada satu detik pun Tuhan Yesus kalah.

Mazmur 1:1-3, Jangan sedikit pun kita kompromi dengan semua hal yang bertentangan dengan firman Tuhan. Orang yang menganggap Tuhan tidak ada, itu namanya pencemooh. Kita tidak boleh berkumpul/bersama dengan orang-orang tersebut.

Progesif ilmu pengetahuan akan berusaha menciptakan manusia di masa yang datang, tetapi tetap tidak bisa membuat nafas hidup karena roh diberikan oleh Tuhan.

Ayub 34:14-15 Jikalau Ia menarik kembali Roh-Nya, dan mengembalikan nafas-Nya pada-Nya, maka binasalah bersama-sama segala yang hidup, dan kembalilah manusia kepada debu.

Hanya di dalam jalan Tuhan, ada jalan kebenaran, ada jalan kemenangan, dan segala sesuatu yang Tuhan siapkan bagi kita.

Di jalan Tuhan adalah mengampuni dan mengasihi. Jalan-Nya Tuhan sungguh-sungguh mengasihi (2 Korintus 2:6-8).

Jika kita mengampuni orang lain, maka kita melakukannya tidak hanya di bibir saja, tetapi benar-benar dari hati kita.

Tuhan Yesus di jalan kemengan-Nya, Dia tidak pernah mempercayai seorang pun kecuali Allah Bapa. Semua manusia masih berjuang dan memiliki kelemahan, hanya Tuhan Yesus yang sudah pasti menang.

Perintah terbesar dari Alkitab adalah kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati. Tuhan juga ingin agar kita mengasihi orang lain sama seperti kita mengasihi diri kita sendiri (Matius 22:37-40).

Matius 6:15, Jika kita tidak mengampuni orang lain, maka Bapa di surga juga tidak mengampuni kesalahan kita. Jika kita tidak bisa mengampuni, maka kita akan sulit untuk mendapatkan terobosan. Kita jangan memberi kesempatan kepada iblis untuk mengambil keuntungan dari sikap kita yang tidak mau mengampuni (2 Korintus 2:9-11).

2. Jalan kemenangan Kristus selalu tersedia di setiap waktu

2 Korintus 2:14 “….yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya……”

Kita jangan ceroboh dengan segala sesuatu yang kita lakukan pada waktu masih hidup di dunia ini. Umur kita memang Tuhan yang menentukan, tetapi kita bisa memperpendek umur kita, jika kita tidak bisa menjaga gaya hidup kita.

Tuhan mengarahkan pikiran, hati, dan hidup kita untuk berjalan di jalan kemenangan-Nya. Pilihan ada di tangan kita, apakah kita mau berjalan di jalan yang sudah Tuhan tetapkan atau tidak.

Tuhan berbicara melalui firman Tuhan. 2 Timotius 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran,

Tuhan memberikan Roh Kudus kepada kita untuk memimpin dan memberikan tanda atau dorongan di hati kita. Jika ada sesuatu yang tidak benar, maka Roh Kudus akan membuat hati kita tidak nyaman.

Kisah hidup Daud menjadi contoh nyata bagaimana Roh Kudus bekerja di dalam hatinya dan memberitahu apa yang harus dilakukannya.

1 Samuel 24:1-23, Daud memiliki kesempatan menjadi raja dengan cara membunuh raja Saul. Dalam kesemptan ini, Daud sempat terpengaruh oleh ucapan dari iblis/orang di sekitarnya. Ketika Daud mencoba melakukan tindakan yang tidak benar (ayat 5), maka Roh Allah bekerja di dalam hatinya (Ayat 6). Kemudian Daud mereposnya dengan tidak melanjutkan tindakan yang tidak benar yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.

1 Samuel 26:1-25, Setelah gagal di kesempatan pertama, iblis mencoba lagi di kesempatan kedua. Iblis mempengaruhi Daud agar ia membunuh raja Saul supaya ia menjadi raja. Tetapi di kesempatan kedua, Daud tidak mau melakukan apa yang iblis perintahkan, bahkan ia tidak berani untuk menyentuh jubah raja Saul.

Daud sudah membulatkan hatinya untuk berjalan di jalan kemenangan Tuhan. Dan pada akhirnya, Daud mengalami jalan kemenangan Tuhan dan mendeklarasikan kemenangan tersebut. Mazmur 75:7-8 Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain.

Daud percaya bahwa Allah berkuasa sepenuhnya melaksanakan apa yang telah Iajanjikan (Roma 4:20). Daud percaya, jika Allah telah mengurapinya menjadi raja, pada waktunya Allah akan benar-benar membawanya menjadi raja.

Tuhan akan selalu menuntun kita untuk berjalan di jalan kemenangan-Nya dan membuat kita tidak akan pernah kalah.

2 Samuel 5:17-20, Setelah Daud diurapi menjadi raja, ia harus menghadapi peperangan dengan orang Filistin. Dalam menghadapi peperangan tersebut, Daud pergi ke “kubu pertahanan” untuk bertanya kepada Tuhan, apakah ia harus maju berperang menghadapi orang Filistin. Tuhan memerintahkan Daud untuk maju menyerang orang Filistin karena Tuhan telah menyerahkan orang Filistin kepada Daud.

Jika kita berjalan di jalan kemenangan Tuhan, maka Tuhan akan selalu membawa kita di jalan kemenangan-Nya. Kita akan melihat bahwa kita tidak berjalan sendiri, dan melihat Tuhan yang berjalan di depan kita menerobos semua musuh-musuh/penghalang kita.

3. Tujuan Tuhan membawa kita di jalan kemenangan-Nya adalah supaya nama Tuhan Yesus dimuliakan oleh semua orang

2 Korintus 2:14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.

Jika kita keluar dari jalan yang sudah Tuhan tetapkan, maka kita harus segera kembali ke jalan yang sudah Tuhan tetapkan, supaya kita dipulihkan dan hidup di jalan kemenangan Tuhan.

No results found...