Ps Marthinus Radja Ada tiga hal yang akan kita pelajari untuk menjadi gereja yang bersepakat…

Perjalanan misi tim GEKARI Damai Sejahtera di Pulau Sumba
Pulau Sumba merupakan salah satu pulau besar di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sedang berkembang dengan pesat secara ekonomi, terutama sektor pariwisata. Ditandai dengan pemekaran wilayah dan semakin banyak jumlah kunjungan wisatawan serta dibangunnya hotel dan resort skala International. Alam P. Sumba sangat indah, terutama wilayah pantai yang masih asli. Bahkan salah satu pantai di P. Sumba di nilai sebagai salah satu pantai terindah di dunia (urutan 17) menurut cnn: World’s 100 best beaches – CNN.com
Gereja Kasih Karunia Indonesia mulai merintis jemaat dan secara resmi masuk dalam pelayanan misi di Pulau Sumba pada bulan Juli 2013. Di mulai dengan Pdt. Herli Pieterson Sa’u (pada waktu itu penginjil) yang mengunjungi salah satu kampung di desa Lamboya, Kabupaten Sumba Barat Daya. Kepala kampung yang juga adalah kepala suku merangkap pemimpin spiritual kepercayaan animisme Merapu (baca; dukun/ punya ilmu gaib), yang menerima jabatan tangan Pdt. Herli, sewaktu berkunjung ke kampung tersebut, rebah ke tanah oleh kuasa Tuhan Yesus.




Merasa bahwa kekuatan spiritualnya kalah dengan Pdt. Herli, maka kepala kampung tersebut menerima dan mau belajar apa yang ingin disampaikan oleh Pdt. Herli, yaitu kabar sukacita Injil Tuhan Yesus Kristus. Maka satu kampung kemudian menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka, serta meninggalkan semua kepercayaan kepada roh-roh dan arwah-arwah orang mati (baca: kepercayaan merapu). Puji Tuhan, dari kampung tersebut, 30 orang telah di baptis dan menjadi jemaat mula-mula GEKARI Damai Sejahtera (GDS) di P. Sumba.
Sebagai langkah lanjutan dari pelayanan di P. Sumba, GDS Jakarta mengirimkan tim misi untuk mengunjungi wilayah-wilayah pelayanan Pdt. Herli dan jemaat GDS P. Sumba, sekaligus memperkenalkan dan mempersiapkan rencana KKR dalam skala yang lebih besar di P. Sumba untuk membawa lebih banyak orang mengenal Tuhan Yesus dan diselamatkan.
Perjalanan Misi dilakukan mulai dari tanggal 17 – 21 Desember 2015, dimana tim terdiri dari Ps. Jesaya Henubau, Pdm. Suhandy Khosasih Kho, Bp. Jonsen. Perjalanan kali ini mengunjungi dan mengadakan KKR di 4 tempat/ wilayah.
Pada hari pertama yaitu tanggal 17 Desember 2015, pk. 19.00 Wita, di kampung Wanolaura, desa kerobo, kec. Kota Weetabula, Kab. Sumba Barat Daya, dilaksanakannya KKR dengan Firman Tuhan yang dibawakan oleh Ps. Jesaya Henubau dengan kehadiran +/- 300 jiwa. Puji Tuhan jamahan Tuhan mengalir dahsyat pada malam itu, sehingga banyak yang dilepaskan dari kuasa kegelapan dan rebah dalam kuasa Roh Kudus.






Berlanjut keesokan harinya, yaitu 18 Desember 2015, tim menuju Kec. Kodi tepatnya gedung Gereja Kristen Sumba (GKS) Kec. Kodi, untuk diadakan KKR pada pkl 18.00 Wita dengan Firman Tuhan yang dibawakan oleh Ps. Jesaya Henubau.









Pada tanggal 19 Desember 2015, tim GEKARI kembali mengadakan KKR di desa / kelurahan Anakalang, Kec. Katikutana, Kab. Sumba Tengah. Dengan sukacita dan kerinduan yang besar akan kebenaran, mereka menghadiri KKR dengan berjalan kaki dimana beberapa dari mereka telah datang 1 hari sebelumnya.




Dan dengan iman, mereka membawa orang-orang sakit pada KKR untuk dijamah Tuhan dan Tuhan menjamah mereka. Banyak yang telah disembuhkan secara Supernatural oleh Kuasa Roh Kudus (tidak terhitung, karena tim terus menerus mendoakan orang-orang yang membutuhkan jamahan Kuasa Tuhan).




Dalam KKR tersebut, kuasa Tuhan dinyatakan, dimana banyak dari mereka yang datang, dilepaskan dari kuasa kegelapan dan meninggalkan kepercayaan kepada roh-roh orang mati. Dan juga seorang ibu telah disembuhkan dari stroke / kelumpuhan di bagian kiri tubuhnya, dua orang bapak telah disembuhkan dari sakit perut, sepasang suami istri mengalami pemulihan rumah tangga dan anak mereka disembuhkan secara Supernatural oleh Kuasa Roh Kudus.

Keesokkan harinya yang adalah hari Minggu, 20 Desember 2015, tim misi GDS berada di Lamboya Barat, yang merupakan jemaat pertama GDS di pulau Sumba. Dengan hujan yang deras dan cuaca yang tidak mendukung, jemaat tetap mengikuti ibadah dengan antusias dan kerinduan yang besar untuk menerima jamahan kuasa Roh Kudus.





Pada Lamboya Barat inilah, merupakan tempat pembangunan gedung ibadah GDS Lamboya Barat (masih dalam tahap pembangunan), dimana tanah tersebut merupakan persembahan dari jemaat GDS Lamboya Barat.


Setelah dari Lamboya Barat, tim melanjutkan kembali pelayanan menuju rumah Bp. Agustinus di desa Wanalaura, Kec. Kota, Kab. Sumba Barat Day bertujuan untuk mengurapi dan mempersiapkan Bp. Agustinus Bili Robaka, SE dan Sdr. Petrus Poho Maga, S.Th untuk menjadi pendeta dalam jajaran Gereja Kasih Karunia Indonesia (GEKARI) dan menjalankan tugas-tugas penggembalaan di P. Sumba, mendukung pelayanan Pdt. Herli Piterson. Dan pada tempat itu juga, tim pelayanan di rumah Bp. Agustinus didoakan dan mereka mengalami jamahan Kuasa Tuhan.















