Skip to content

DARI KEMULIAAN KEPADA KEMULIAAN YANG LEBIH BESAR

Ps. Jesaya Henubau

(Ringkasan Khotbah Minggu 13 September 2015)

Pembacaan Alkitab : 2 Tawarikh 5 : 13 – 14

Pada waktu pentahbisan bait suci, awan kemuliaan Tuhan turun dan memenuhi rumah Allah, sehingga para imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan ibadah. Tidak ada seorangpun yang dapat bertahan berdiri dan melayani, ketika kemuliaan Tuhan nyata, karena sebenarnya Tuhan hadir, dan Ia sedang melayani dan menjamah setiap orang.

Apa itu kemuliaan Tuhan? Kemuliaan Tuhan adalah kehadiran Tuhan sendiri.

Kisah Para Rasul 5 : 17 – 25 Pada waktu kemuliaan Tuhan hadir, penjara sekalipun tidak bisa menahannya.

Kisah Para Rasul 5 : 12 – 16 Ketika kemuliaan Tuhan dinyatakan, mujizat demi mujizat terjadi, banyak orang yang sakit dan diikat (dikuasai) oleh iblis disembuhkan dan dilepaskan. Bahkan bayangan Petrus dapat menyembuhkan orang sakit di setiap jalan yang dia lewati.

Kemuliaan Tuhan bisa DILIHAT, DIRASAKAN dan DIALAMI. Jika kemuliaan Tuhan hadir maka hal-hal yang natural tidak sanggup menahan hal-hal yang supranatural. Bahkan maut sekalipun tidak bisa menahan kemuliaan Tuhan Kisah Para Rasul 9 : 36 – 42.

Dalam kemuliaan Tuhan, Petrus membangkitkan seorang murid perempuan bernama Tabita di Yope dari kematian

2 Tawarikh 5 : 13 – 14 Pada waktu pentahbisan bait suci para imam melihat awan kemuliaan Tuhan begitu pekat, turun dan memenuhi bait suci. Kisah Para Rasul 2 : 2 – 4Ketika hari Pentakosta para murid mendengar seperti tiupan angin keras dan melihat lidah-lidah api menyala di atas kepala mereka, dan mereka mendapat bahasa-bahasa yang baru (bahasa roh), Kisah Para Rasul 4 : 31 Ketika jemaat mula-mula sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul dan semua penuh dengan Roh Kudus. KEMULIAAN TUHAN NYATA (REAL), bukanlah bayang-bayang, atau ilusi (tipuan). Kemuliaan Tuhan dapat kita lihat dan rasakan.

Dimana kemuliaan Tuhan hadir, di situ tidak ada satupun kekuatan/ kekuasaan yang bisa bertahan (Filipi 2:9-11).

2 Tawarikh 5 : 13 – 14 Dalam pentahbisan Bait suci, kemuliaan Tuhan adalah bagian yang terakhir yang masuk ke dalam bait Allah. Artinya untuk mengalami kemuliaan Tuhan yang lebih besar kita harus mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut kemuliaan Tuhan.

Kita akan belajar beberapa hal yang harus kita persiapkan untuk menerima dan mengalami kemuliaan Tuhan:

   1.   Rumah Tuhan

1 Korintus 3 : 16 – 17; 6 : 19 – 20 Kita adalah bait Roh Allah dan Roh Allah diam di dalam kita, bait Allah adalah kudus, dan itulah kita. Sebelum kita mengalami kemuliaan Tuhan, maka yang lebih dulu harus kita persiapkan adalah rumah-Nya.

1 Tawarikh 17 : 4 – 6 (baca) Tuhan berfirman kepada Daud bahwa Tuhan tidak tinggal di rumah buatan tangan manusia, karena tidak ada satu tempat yang layak maka Tuhan sendiri yang membuat dengan tangan-Nya sendiri.

2 Kotintus 5 : 17 (baca) Kita adalah ciptaan yang baru di dalam Kristus, dan kita diciptkan bukan lagi menurut ukuran/ porsi/ hitungan yang manusia kehendaki. Artinya di dalam Kristus kita telah diciptakan, kita telah diukur oleh Tuhan sendiri berdasarkan pekerjaan-Nya di dalam hidup kita, sehingga kita layak di hadapan Tuhan.

Bait Allah yang dibangun oleh raja Salomo adalah lambang dari hidup kita. Bagian dalam bait Allah yang terbuat dari emas adalah gambaran tentang MANUSIA ROH kita. Tuhan ingin membangun rumah-Nya sendiri, yaitu HIDUP KITA. Rumah Tuhan tidak bisa dibangun menurut ukuran manusia, tetapi semua ukuran harus sesuai dengan ukuran dan standar Tuhan 2 Tawarikh 3 : 8 – 9 (baca) Artinya Tuhan sendiri yang mengukur, menghitung dan membangun sendiri hidup kita.

Firman Tuhan yang kita terima, dan setiap didikan yang Tuhan ajarkan kepada kita adalah cara Tuhan untuk membangun hidup kita (bait-Nya) supaya layak dihadapan-Nya. Manusia rohani kita sedang dibentuk oleh Tuhan, karakter, sifat dasar sedang diubahkan oleh Tuhan dan digantikan dengan yang baru menurut ukuran dan standar Tuhan, dan bukan standar manusia/ dunia ini.

Tuhan menghendaki hidup kita dibentuk, diubahkan, ditambahkan untuk sesuai dengan standar yang Tuhan inginkan di sorga, itu sebabnya kita sedang dibangun oleh Tuhan untuk mengalami kemuliaan yang lebih besar lagi. Wahyu 3 : 18 (baca) Emas yang murni adalah kualitas yang Tuhan kehendaki. Itulah KARAKTER kita, karena karakterlah yang selalu dibentuk dan dimurnikan di dalam api.

Emas yang dimurnikan menggambarkan karakter kita di dalam kemurnian, kekudusan, ketulusan, itulah yang Tuhan sedang kerjakan setiap hari. Dengan kata lain, setiap kali kita dimurnikan hal itu berarti kita sedang bertumbuh.

   2.   Perabotan dan peralatan di bait Allah

Perabotan dan peralatan di dalam bait Allah juga dibuat menurut ukuran dan standar Tuhan.

2 Tawarikh 4 : 1 (baca) “Mezbah tembaga” merupakan gambaran tentang memberikan korban dan persembahan. Roma 12 : 1 (baca) Hidup kita adalah persembahan yang hidup, dan layak di atas mezbah Tuhan, itu adalah ibadah yang sejati. Kita harus mempersembahkan hati dan hidup kita setiap hari kepada Tuhan, karena tiu adalah kehendak Tuhan.

2 Tawarikh 4 : 2 – 5 (baca) “Laut Tuangan” menggambarkan pembaharuan. Setiap hari hidup kita harus diperbaharui oleh Tuhan. Artinya, untuk melayani di dalam rumah Tuhan, kita harus diperbaharui/ dikuduskan, berdoa supaya darah Yesus menyucikan kita kembali, sehingga kita dilayakan untuk melayani.

Semua perabotan dan peralatan dibuat sesuai dengan ukuran Tuhan dan dipersiapkan untuk memasukan barang-barang kudus milik Daud, ayahnya, dan menaruh perak, emas, dan barang-barang itu dalam perbendaharaan rumah Allah Hagai 2:8-10. Hal ini adalah gambaran tentang KELIMPAHAN, artinya pada waktu rumah sudah siap, maka segala kelimpahan akan datang ke dalam perbendaharaan rumah Tuhan.

   3.   Tabut perjanjian

2 Tawarikh 5 : 2 (baca) Tabut perjanjian Tuhan isinya adalah loh-loh batu yang berisi hukum Taurat oleh Musa. Dalam 2 Korintus 3 : 3 (baca) Tuhan tidak lagi menulis firman-Nya (hukum-hukum Tuhan) di atas batu, tetapi di dalam hati manusia. Dan oleh Roh-Nya Tuhan sendiri menuliskan firman-Nya ke dalam hati kita. Artinya, kita masing-masing harus menerima rhema firman Tuhan (Pewahyuan, penglihatan, suara Tuhan) melalui firman Tuhan yang kita baca, renungkan, ataupun yang kita dengar. Rhema firman Tuhan ditulis di dalam hati kita supaya tidak ada yang bisa mengambilnya dari kita.

Tabut Perjanjian ditaruh di RUANG MAHA KUDUS di dalam bait Allah. Artinya adalah tabut perjanjian selalu ditempatkan di tempat yang tersembunyi “secret place”

Matius 6 : 6 (baca) Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk berdoa di dalam tempat yang tersembunyi “the secret place” karena setiap kali kita masuk ke dalam tempat yang tersembunyi (ruang maha kudus) disana terdapat Tabut Perjanjian. Melambangkan perjanjian antara Tuhan sendiri dengan kita, dimana Tuhan meneguhkan kembali janji-Nya (covenant) dan menggenapinya bagi kita. KITA HARUS MEMILIKI RHEMA/ JANJI TUHAN lebih dahulu. Kita berdoa dengan keyakinan yang pasti berdasarkan RHEMA firman Tuhan. Jika Tuhan berfirman maka Ia pasti akan menggenapinya.

Tuhan memberikan kita hati dan roh yang baru, supaya ia menuliskan sendiri firman-Nya di hati kita Yehezkiel 36 : 26 – 28, Roma 8 : 15 – 16 Supaya dari Roh Kudus dan hati kita sendiri berseru kepada Bapa.

   4.   Pujian dan Penyembahan

Hadirat Tuhan dalam bait Allah digambarkan dalam kemeriahan pujian dan penyembahan. Pujian dan penyembahan adalah bagian yang sangat penting di dalam bait Allah, itulah hidup kita. Setiap hari kita harus memuji dan menyembah Tuhan. Tuhan mendengar pujian dan penyembahan dari hati kita, karena hal itulah yang menyenangkan hati Tuhan.

2 Tawarikh 5 : 11 – 13 (baca) Dan ketika pujian dan penyembahan kepada Tuhan, maka pada saat itulah kemuliaan Tuhan memenuhi bait Allah. Jika kita mempersiapkan hidup kita, maka kita akan mengalami kemuliaan Tuhan di dalam hidup kita, karena Tuhan ingin membawa kita kepada kemuliaan yang lebih besar lagi. Amin

No results found...