Ps Marthinus Radja Ada tiga hal yang akan kita pelajari untuk menjadi gereja yang bersepakat…
DATANGLAH KERAJAANMU, DI BUMI SEPERTI DI SURGA
Pembicara : Ps. Debora Henubau
(Ringkasan Kotbah Minggu 14 Juni 2015)
Pembacaan Alkitab : Matius 6 : 10
Kehendak Tuhan sudah ada, bahkan sebelum dunia dijadikan Tuhan sudah tahu tentang kehidupan kita. la telah memilih kita untuk tertanam (beribadah dan melayani) di GDS sejak semula, karena hal itu adalah kehendak-Nya, dan la Maha Tahu.
Itu sebabnya pada waktu kita berdoa dan mengucapkan doa yang sudah Tuhan Yesus ajarkan : “jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga”. Kita sebenarnya sedang berdoa supaya rancangan Bapa yang sudah dirancangkan sejak semula (sebelum dunia dijadikan) terjadi dan digenapi atas hidup kita, karena rancangan Tuhan itu SEMPURNA bagi kita.
Yeremia 29 11-13 (baca) Rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, dan memberikan kepada kita hari depan yang penuh harapan. Memang sebagai manusia, kita terbatas dan tidak pernah tahu apa yang terjadi dengan hidup kita di hari depan, tetapi Firman Tuhan menjelaskan bahwa TUHAN TAHU SEMUA TENTANG HIDUP KITA, tahu apa yang menjadi rancangan dan kehendak-Nya atas hidup kita. Itu sebabnya kita berdoa dan katakan “jadilah kehendak-Mu” supaya kehendak Bapa yang indah digenapi atas hidup kita.
Karena kita sangat berharga dimata Tuhan, itu sebabnya Tuhan sudah membuat rancangan yang spesifik untuk setiap orang, Tuhan sudah tahu tentang kehidupan setiap orang, Dia adalah Alfa (awal) dan Omega (akhir). Tetapi seiring dengan perjalanan hidup kita untuk menggenapi rancangan dan kehendak Tuhan, kita terkadang diperhadapkan dengan ujian dan pencobaan (penyakit, kematian, kerugian, kegagalan dan berbagai hal yang terkadang membuat kita susah dan sedih). Apakah semua itu datang dari Tuhan? Jawabannya TIDAK. RANCANGAN TUHAN ADALAH RANCANGAN DAMAI SEJAHTERA DAN SEMPURNA bagi kita.
Tuhan tidak karena merancangkan hal hal yang buruk untuk menimpa hidup kita. Semua itu adalah pekerjaan iblis, karena iblis telah dilemparkan ke bumi. Bumi ini sedang lenyap dengan segala kejahatannya. Bumi tidak kekal dan hanya sementara saja. Itu sebabnya, hidup kita di bumi ini (berapapun lamanya usia) hanya satu titik dalam rancangan Tuhan yang kekal. Tetapi satu titik itulah yang akan menentukan di mana kita akan berada di dalam kekekalan (surga atau neraka).
Dalam hidup ini, kita harus selalu memastikan bahwa kita melangkah dalam jalan-jalanNya Tuhan, sekalipun ada tantangan yang kita hadapi. Amsal 4 : 18 (baca) Jalan hidup kita seperti cahaya fajar, yang akan terus bertambah terang. Yesaya 55 : 8 – 9 (baca) Rancangan Tuhan lebih tinggi dari rancangan kita, seperti tingginya langit dari bumi. Artinya, walaupun rancangan Tuhan terkadang belum kita pahami, tetapi rancangan-Nya pasti dalam hidup kita.
Rut 1 : 1 – 6, 16, 20 – 22; 4 : 13 – 17 (baca) Suami Rut (anak dari Naomi) telah meninggal, tetapi Rut (seorang perempuan Moab) menyatakan komitmennya untuk tetap mengikuti Naomi pada waktu Naomi kembali. Oleh karena Kesetiaan Rut kepada Naomi, dan imannya kepada Tuhan, maka keturunan Rut adalah keturunan yang diberkati, melalui keturunannya lahirlah seorang raja Israel yaitu raja Daud, bahkan seorang Juruselamat yaitu Tuhan Yesus Kristus. Rut dan Naomi tidak pernah tahu sebelumnya apa yang menjadi rencana Tuhan, tetapi rencana Tuhan sempurna bagi mereka.
Kejadian 37 – 39, 50 : 20 Walaupun Yusuf harus mengalami hal yang sulit dan pahit didalam hidupnya (dijual, difitnah, dipenjarakan dan dilupakan) yang sepertinya bertentangan dengan mimpi-mimpinya, namun Tuhan bekerja dibalik semuanya itu untuk menggenapi rencana-Nya yang indah atas Yusuf. Setelah mengartikan mimpi Firaun, Yusuf diangkat menjadi pemimpin di Mesir, dan Yusuf dipakai oleh Tuhan untuk menyelamatkan suatu bangsa yang besar, yaitu Israel, dan bangsa-bangsa yang lain karena ada bencana kelaparan pada waktu itu.
Yusuf dapat melewati semua hal yang sulit di dalam hidupnya, karena di dalam hatinya Yusuf memiliki damai dengan Tuhan, sekalipun situasi di sekelilingnya tidak dalam damai. Damai sejahtera itu lebih dari apapun yang bisa kita dapatkan dari dunia ini, damai sejahtera di hati kita tidak dapat kita beli, tidak dapat digantikan dengan apapun. Damai sejahtera tidak kita peroleh dari orang lain, barang, atau situasi di sekeliling kita, tetapi damai sejahtera itu ada ketika kita BERDAMAI DENGAN TUHAN.
Kita berada dalam keadaan berdamai dengan Tuhan pada saat kita TETAP PERCAYA dan TAAT kepada rancangan dan kehendak Tuhan, sekalipun apa yang kita alami pahit dan berat, bahkan kita belum melihat akhir dari semuanya.
Ayub 1 :10, 22 Ayub adalah seorang yang takut akan Tuhan, itu sebabnya Tuhan membuat pagar perlindungan di dalam hidupnya dan Tuhan memberkati Ayub, sehingga apa yang dimilikinya semakin bertambah.Tetapi pada waktu Ayub kehilangan semua yang dimilikinya, dia tidak berbuat dosa dan tidak menyalahkan dan menuduh Tuhan melakukan yang tidak patut. Sekalipun Ayub mengalami semua hal yang pahit di dalam hidupnya, tetapi hatinya tetap berdamai dengan Tuhan. Sekalipun dia belum mengerti mengapa semuanya itu terjadi dalam hidupnya.
Ayub 23:10 Karena la tahu jalan hidupku, seandainya la menguji aku, aku akan timbul seperti emas. Ayub menyadari bahwa Tuhanlah yang tahu tentang jalan hidupnya, dan apabila Tuhan mengujinya ia akan timbul seperti emas.
Wahyu 3:8 – 11 (baca) Firman Tuhan menjelaskan bahwa Tuhan melihat hidup kita. Dia selalu mendengar doa-doa kita, Tuhan tahu semua hal tentang hidup kita. Dia tahu segala sesuatu yang kita kerjakan, bahkan Tuhanpun tahu kekuatan kita tidak seberspa. Itu sebabnya pada saat kita menganggap bahwa tidak ada yang mengerti keadaan kita ketika kita mengalami kesulitan dan tantangan, sesungguhnya Tuhan selalu memperhatikan hidup kita.
Apa yang Tuhan lihat dan nilai dari hidup kita? Bukanlah kesuksesan, bukan keberhasilan ataupun kebahagiaan yang kita alami, tetapi ketaatan kita kepada Tuhan dan firman-Nya, dan tidak menyangkal nama Tuhan.
Tuhan akan datang segera. Sebab itu, kita harus senantiasa tekun menantikan kedatangan Tuhan, mengerjakan keselamatan kita, aktif melayani dan setia beribadah. Kita harus pegang apa yang ada pada kita, supaya tidak ada seorangpun yang mengambil mahkota yang Tuhan sudah sediakan bagi kita. Tuhan akan melindungi kita asalkan kita taat dan tekun kepada Tuhan dan firman-Nya.
I Petrus I :6-7 (baca) Kita akan mendapat puji-pujian, kemuliaan, dan kehormatan dari Tuhan dan bukan manusia, pada waktu Tuhan Yesus akan menyatakan diri-Nya. Pencobaan dan ujian datang kepada setiap orang, dan tujuan dari ujian itu adalah untuk membuktikan kemurnian iman kita, sama seperti emas yang dimurnikan dengan api atau panas yang tinggi.
Rencana Tuhan yang sempurna akan digenapi dalam hidup kita apabila kita senantiasa taat dan setia kepada Tuhan. Matius 25:21 – 23 (baca) Jika kita setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil maka Tuhan akan memberikan kepada kita tanggung jawab dalam perkara yang besar. Artinya, kita harus pegang apa yang Tuhan sudah berikan kepada kita, dan melipatgandakannya supaya Tuhan akan menambahkan tanggung jawab yang lebih besar dalam hidup kita (untuk hidup di bumi ini, maupun di dalam kekekalan).
Pada akhirnya kita akan menghadap Tuhan untuk memberikan pertanggung jawaban atas semua yang sudah kita terima, karena berdasarkan hal itu kita akan menerima upah kita. Pujian dan penghargaan tertinggi yang Tuhan berikan kepada kita adalah “Hamba yang aik dan setia’. Karunia dan talenta yang Tuhan berikan kepada setiap orang berbeda-beda dan semua itu harus dilipatgandakan.
Tuhan akan memakai hidup kita dengan semua panggilan, kepercayaan, talenta dan berkat yang Tuhan sudah percayakan, dan semuanya itu hanya untuk kemuliaan Tuhan. Kita adalah hamba-Nya, dan kita harus melakukannya dengan taat dan setia maka kita akan menerima upah dari Tuhan.
Jangan hidup di dalam BOX PERSEPSI dimana kita hanya bisa membatasi (meng-kotak-kan) hidup kita menurut paragdigma kita yang terbatas. Tetapi kita harus hidup di dalam kuasa supranatural, dimana segala sesuatunya tidak terbatas. Kuasa supernatural Tuhan tidak terbatas atau dibatasi dengan keadaan kita, karena selalu bergerak untuk terobosan.
I Petrus 4 14- 17 (baca) Ada juga penderitaan yang bukan karena maksud Tuhan, tetapi disebabkan karena dosa dan kesalahan kita, itu sebabnya untuk hal itu kita harus merendahkan diri kita dan bertobat. Iblis tidak pernah tinggal diam, dia akan selalu mencari cara menjatuhkan kita, tetapi setiap kali kita datang kepada Tuhan, maka hidup kita akan dipulihkan.
I Korintus 10 : 13 (baca) Setiap kali kita mengalami ujian dan pencobaan, Tuhan setia kepada kita, la selalu memberikan kepada kita jalan keluar. Saat dimana kita sedang berada di dalam kesulitan dan tantangan, Tuhan pasti akan membuat terobosan. Tuhan akan senantiasa melindungi hidup kita seperti tembok yang berapi. Tuhan sanggup membuat terobosan dalam hidup kita di balik semua kesulitan yang kita alami, supaya rencana dan kehendak-Nya digenapi bagi kita. Amin
