Ps Marthinus Radja Ada tiga hal yang akan kita pelajari untuk menjadi gereja yang bersepakat…
HIDUP DIPIMPIN OLEH ROH KUDUS
Ev. Yohanes Utomo
(Ringkasan Khotbah 22 Mei 2016)
Pembacaan Alkitab : Yohanes 14 : 15 – 20
Kita percaya Allah TRITUNGGAL, artinya tiga pribadi dalam satu kesatuan, itulah Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus. Roh Kudus adalah Pribadi yang luar biasa, dan kuasa-Nya dasyat. Dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru jika seseorang dipenuhi oleh Roh Kudu, ia akan berubah menjadi pribadi yang lain, yaitu pribadi yang penuh dengan kuasa.
1 Samuel 10 : 6 Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain. Manusia yang lain yang dimaksudkan adalah manusia luar biasa.
Daniel 4 : 8 Raja Nebudkanezar menyebutkan Daniel adalah seorang yang penuh dengan roh para dewa yang kudus. Sedangkan Rasul Paulus sendiri dalam Kisah Para Rasul 14 : 8 – 11 disebut oleh orang banyak sebagai dewa-dewa yang telah turun dalam rupa manusia, ketika Rasul Paulus melihat iman dan menyembuhkannya seorang yang sakit lumpuh sejak lahir.
Roh Kudus adalah Roh yang luar biasa, Roh yang membuat kita menjadi orang yang berkenan kepada Tuhan.
Seringkali orang bertanya apakah dalam Perjanjian Lama disebutkan tentang Allah TRITUNGGAL?
Jika kita berbicara kata “Allah†dalam bahasa Ibrani dipakai kata “ELOHIM†yang bersifat jamak. Kejadian 1 : 26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Kata yang dipakai oleh Allah untuk menyatakan diri-Nya adalah KITA.
Ulangan 6 : 4 Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
Yesaya 6 : 1 – 3 Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!”. Para Serafim menyembah Tuhan dan berseru seorang kepada seorang, dan sampai tiga kali menyebutkan kata kudus, hal ini sebenarnyas menjelaskan tentang Allah Tritunggal.
Tuhan Yesus memberi Amanat Agung Matius 28 : 19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,… Kata “nama†yang dimaksudkan adalah tunggal, tiga di dalam satu. Jadi Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah ESA/ satu. Satu kesatuan dengan tiga pribadi. Dimana setiap pribadi itu tidak sama, dan tidak menjadi satu sama lain, semuanya memiliki pribadi masing-masing, namun memiliki kesetaraan, itulah Allah TRITUNGGAL.
Mengapa Roh Kudus disebut juga sebagai Allah?
Yohanes 14 Tuhan menjanjikan Seorang Penolong (Parakletos – Yunani) yang lain. Kata Penolong yang yang disebut, dipakai dalam bahasa aslinya adalah allos dan bukan heteros. Kata allos adalah kata pengganti yang memiliki kesamaan dan kesetaraan dari yang sebelumnya.
Tuhan Yesus memperingatkan kepada para murid supaya mereka jangan meninggalkan Yerusalem sebelum menerima janji Bapa. Tuhan Yesus juga berjanji tidak akan meninggalkan mereka sebagai yatim piatu. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus sangat berkepentingan dan berharap kepada murid-murid-Nya, dan kepada kita saat ini, agar kita hidup sungguh-sungguh bergaul karib dengan sang Penolong, yaitu Roh Kudus.
Tanpa Roh Kudus kita tidak akan mengalami kehadiran Bapa dan Tuhan Yesus. Kita akan seperti anak-anak yatim piatu; merasa tidak bahagia, sendiri dan kesepian, kehilangan perlindungan, lemah, melarat/miskin, cemas, kering, dan tidak mampu melakukan apa-apa. Kita akan kehilangan semua yang berharga, mana kala kita kehilangan Roh Kudus dalam hidup kita.
Itu sebabnya Tuhan Yesus berkata dalam Kisah Para Rasul 1 : 8 Tetapi kamu akan menerima KUASA, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi SAKSI-KU... Artinya dalam hidup ini, kita MUTLAK BERJALAN BERSAMA ROH KUDUS, karena tanpa berjalan dengan Roh Kudus, hidup kita tidak ada artinya. Roh Kudus adalah Allah Pewahyu, Dialah yang menurunkan firman menjadi daging, itulah Tuhan Yesus yang turun dalam rahim Maria, dan yang dikandung oleh Roh Kudus.
Roh Kudus adalah Pengarang Alkitab 2 Timotius 3 : 16
Segala tulisan yang diilhamkan Allah… Kata “diilhamkan Allah†dipakai istilah Theopneustos dapat diterjemahkan sebagai “dihembuskan oleh Allahâ€Â. Jadi kita melihat adanya kesejajaran antara penciptaan Adam, dan pengilhaman Alkitab. Manusia Adam baru hidup setelah tanah liat yang terbentuk itu dihembuskan oleh nafas Allah, demikain pula pengilhaman kitab suci, dimana penulis dihembuskan oleh Allah sehingga firman itu menghidupkan. Jadi Alkitab bukan hanya sekedar pengetahuan, tetapi ada kuasa dan kehidupan dalam asemua perkataan firman Tuhan.
Itu sebabnya Alkitab berbeda dengan tulisan-tulisan yang lain, Alkitab adalah firman Allah yang hidup dan berkuasa. Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran akan firman Kristus. TANPA Roh kudus kita tidak akan mengerti firman Allah.
Yohanes 6 : 44 Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Roh Kuduslah yang membuat kita percaya kepada Tuhan Yesus. Yohanes 3 Tuhan Yesus menjelaskan kepada Nikodemus jika seseorang tidak lahir baru/ dilahirkan kembali (dilahirkan di dalam Roh Kudus) maka dia tidak bisa masuk ke dalam kerajaan surga. Tanpa Roh Kudus tidak mungkin seseorang menerima Tuhan Yesus.
Yohanes 6 : 65 Lalu Ia berkata: “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.” Selama hidup dan melayani di bumi ini, Tuhan Yesus sangat bergantung dengan Roh Kudus, apalagi kita anak-anak-Nya.
Oleh karena itu, selama kita tinggal di dunia ini, kita harus 100% bergantung kepada Roh Kudus, mengapa? Matius 7 Orang yang mempunyai karunia Roh Kudus tidak berjalan paralel dengan buah-buah Roh Kudus, sehingga pada akhirnya banyak orang yang ditolak oleh Tuhan. Itu sebabnya KITA HARUS HIDUP SENANTIASA berjalan dengan Roh Kudus. Jika kita memiliki hubungan dengan Tuhan maka kita menjadi saksi dan diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Bapa di surga Yohanes 1 : 12 untuk menjadi anak-anak Allah tidak bisa dari kekuatan kita sendiri, karean roh penurut, daging itu lemah. Kita membutuhkan Roh Kudus untuk hidup sebagai anak-anak Tuhan.
Tuhan ingin agar kita dekat dan lebih erat dengan Roh Kudus. Pada waktu kita ada di dalam pimpinan Roh Kudus kita tidak perlu kuatir tentang apapun juga. Terkadang kita tidak tahu tentang masa depan, tetapi ketahuilah bahwa pimpinan Roh Kudus tidak pernah salah. Jadikan Roh Kudus sebagai pemimpin kita, yang selalu berjalan di depan kita, maka kita akan melihat terobosan dan mujizat.
Roh Kudus memimpin kita supaya kita melakukan hal-hal yang benar sesuai dengan kehendak Bapa. Hiduplah oleh Roh Kudus maka kita tidak akan menuruti keinginan daging. Penolong, yaitu Roh Kudus juga akan menuntun kita kepada hidup yang berkelimpahan. Oleh karena itu apapun yang akan kita lakukan, selalu minta pimpinan Roh Kudus. Jadikan Roh Kudus sebagai pemimpin kita, taat dan turuti apa yang Ia katakan, dan jangan mendukakan Roh Kudus. Karena jika kita selalu mendukakan Roh Kudus, maka lama kelamaan kita tidak akan peka terhadap suara Roh Kudus. buang semua kegeraman dan kepahitan, karena hal itu menghambat pekerjaan Roh Kudus di dalam hidup kita Efesus 4 : 29 – 31.
Rasul Paulus senantiasa dipimpin oleh Roh Kudus dalam pelayanannya. Tanpa pimpinan Roh Kudus kita akan tersesat Yesaya 53 : 6, karena kita seperti domba yang selalu harus dituntun. Oleh karena itu mari kita gunakan kesempatan ini, untuk hidup dekat dengan Roh Kudus. Roh Kudus selalu menolong kita dalam kesesakan.
Apapun keadaan kita, ingatlah bahwa pimpinan Tuhan tidak pernah salah, jalan Tuhan jauh lebih baik, lebih indah dan mulia. Jika hari ini kita belum mengerti jalan Tuhan, PERCAYALAH HATI-NYA TUHAN! Tuhan tidak akan pernah melupakan kita. Hari ini, mulailah bersandar kepada Tuhan, percayakanlah hidup, keinginan, doa dan masa depan kita kepada Tuhan, teruslah memiliki hubungan yang indah dengan Tuhan karena hubungan yang indah dengan Tuhan berlaku bukan untuk hidup hari ini saja, tetapi juga untuk kekekalan.
Pada waktu kita dipimpin oleh Roh Kudus maka hidup kita akan menghasilkan buah-buah roh, yang menjadikan kita tidak egois, memiliki hati Bapa, mengerti hati orang lain, menerima keadaan, apa adanya
Hari ini apapun rencana hidup saudara, biarlah Roh Kudus yang memimpin seluruh kehidupan kita, karena pimpinan-Nya yang terbaik, memberikan kita damai sejahtera dan sukacita, membawa kita ke padang yang berumput hijau sekalipun kita ada dalam lembah kekelaman kana menjadi lembah pujian. Biarlah Roh Kudus berkarya dalam hidup kita, dan jangan berjalan sendiri. Yang terbaik Tuhan berikan bagi kita. Miliklah hati dan lapar akan Tuhan, hidup dengan tekun dan dalam kesehatian. Amin
