Ps Marthinus Radja Ada tiga hal yang akan kita pelajari untuk menjadi gereja yang bersepakat…
KEHIDUPAN YANG DIBERKATI TUHAN
Rev. DR. Daniel Henubau
(Ringkasan Khotbah 20 November 2016)
Pembacaan Alkitab : 2 Samuel 5 : 10 “Lalu makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab TUHAN, Allah semesta alam, menyertainyaâ€Â
Pola Allah untuk keberhasilan atau kesuksesan di dalam kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan; bukanlah berdasarkan kemampuan kita, karena sebagai manusia kita terbatas (kita dibatasi oleh ruang dan waktu, kekuatan dan kepintaran pun terbatas). Tetapi Alkitab menegaskan bahwa; Pola Allah untuk keberhasilan atau kesuksesan kita dibangun di atas dasar ketidak terbatasan kasih dan kuasa Tuhan Yesus Kristus.
Jika kita hidup dalam keintiman dengan Tuhan Yesus, maka kita pasti akan mengalami “Immanuel†itulah penyertaan Tuhan. Penyertaan Tuhanlah yang membuat kita sukses dan berhasil. Karena jika kita hidup dalam keintiman dengan Tuhan Yesus dan firman-Nya, maka keterbatasan-keterbatasan kita akan dilenyapkan oleh kasih dan kuasa Tuhan Yesus. Kita terbatas, namun kasih dan kuasa Kristus membuat kita tidak terbatas.
Mazmur 119 : 130 – 131 (baca) Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh. Mulutku kungangakan dan megap-megap, sebab aku mendambakan perintah-perintah-Mu.
Firman Tuhan yang disingkapkan kepada kita selalu memberi terang dan pengertian. Itu sebabnya, keterbatasan apapun yang kita miliki saat ini, jika firman Tuhan masuk dalam hati kita, dan diucapkan oleh mulut kita, maka firman itu memiliki kuasa yang luar biasa. Firman Tuhan memiliki kuasa menciptakan, yang mustahil menjadi tidak mustahil.
Pola Allah untuk keberhasilan anak-anak Tuhan pada dasarnya sama bagi setiap pribadi! Namun cara dan penerapannya bagi setiap pribadi berbeda-beda. Meskipun caranya berbeda–beda tetapi prinsipnya sama yaitu semua bertumpu kepada ketidakterbatasan kasih dan kuasa Tuhan. Keintiman dengan Tuhan merupakan hal yang utama dalam kehidupn kita. Itu sebabnya, sebagai anak-anak Tuhan kita tidak perlu membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain, jangan iri hati, minder, atau sebaliknya menyombongkan diri, karena pola keberhasilan kita pada prinsipnya sama, yaitu bertumpu pada ketidakterbatasnya kasih dan kuasa Tuhan Yesus Kristus. Jika keberhasilan kita berbeda-berbeda, maka perbedaan kita adalah untuk saling melengkapi sebagai satu keluarga Allah.
Kita berbeda dalam keberhasilan, supaya setiap keberhasilan dan kelebihan seseorang melengkapi yang kurang. Itulah sebabnya keberhasilan dan berkat kita yang berbeda-beda harus dipergunakan untuk saling melengkapi, saling mendukung demi kemajuan gereja Tuhan (GDS) di muka bumi ini, supaya melalui kita, lebih banyak jiwa dapat dijangkau dengan Injil, dengan demikian lebih banyak orang percaya kepada Tuhan Yesus dan menjadi murid-murid Tuhan.yang melayani Tuhan.
Jika kita selalu mengisi hati dan pikiran kita dengan firman Tuhan, dan menaruh firman Tuhan di mulut kita dan mengucapkannya, maka firman yang kita ucapkan mengandung kuasa untuk menciptakan! Sehingga apapun yang kita katakan berdasarkan firman Tuhan, akan mengubahkan situasi dan kondisi yang buruk sekalipun menjadi lebih baik, bahkan kutuk dapat diubahkan menjadi berkat!
Roma 10 : 8 – 11 (baca) Firman Tuhan masuk di dalam hati ketika kita percaya, dan harus diucapkan dengan mulut kita. Sekali lagi saya tegaskan bahwa Pola Allah untuk keberhasilan atau kesuksesan kita dibangun di atas dasar ketidak terbatasan kasih dan kuasa Tuhan Yesus Kristus. Dan ketidak terbatasan KASIH DAN KUASA TUHAN YESUS diwujudkan melalui FIRMAN-NYA. Firman itu tertanam dan bertumbuh di dalam hidup kita, sehingga dengan iman kita dapat mengucapkan TIDAK ADA YANG MUSTAHIL. karena firman sanggup mengubah yang tidak mungkin menjadi mungkin, menciptakan yang tidak ada menjadi ada.
Tuhan ingin agar kita memiliki kehidupan yang diberkati oleh Tuhan. Jika kita membangun dasar kehidupan kita dengan memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, maka ketidak terbatasan Tuhan menjadi ketidak terbatasan kita juga! Di dalam gereja (GDS) Tuhan menghendaki agar kita saling mendukung, siapapun yang Tuhan karuniakan kepemimpinan harus didukung penuh (apakah itu di gereja, komsel, rumah tangga, kantor, perusahan–usaha) kita harus tahu bahwa hidup kita masing-masing diberkati oleh Tuhan. Meskipun keberhasilan kita berbeda-beda tetapi tujuannya adalah untuk kemajuan pekerjaan dan Kerajaan Tuhan di bumi ini.
2 Samuel 6 : 1 – 23
Daud mengumpulkan orang-orang pilihan, yaitu orang-orang yang siap untuk mendukung Daud menuju keberhasilan, karena Daud adalah seorang yang berhasil. Jika kita ingin berhasil dalam satu persekutuan, maka kita harus saling mendukung untuk berhasil! Jangan ada yang merongrong. Kita harus menjadi orang pilihan yang bisa bekerja sama, sehati, dan mendukung pemimpin yang Tuhan percayakan di atas kita.
Tujuan Daud memilih tiga puluh ribu orang adalah untuk mengangkat Tabut Perjanian. Tabut Perjanjian adalah lambang dari kehadiran Tuhan. Daud ingin menghadirkan Tuhan di pusat pemerintahannya , yaitu di Yerusalem.
Kehadiran Tuhan dinyatakan melalui Pribadi Roh Kudus dalam hidup kita, karena tubuh kita adalah Rumah Roh Kudus. Sama seperti raja Daud kita harus menjadikan TUHAN sebagai PUSAT dari seluruh hidup kita! Supaya Tuhan yang memerintah atas seluruh kehidupan kita. Roh Kudus harus hadir dan memimpin hidup kita.
Sebagai anak-anak Tuhan kita harus melayani Tuhan dengan sukacita, jangan dengan terpaksa, kita melayani dengan kerealaan hati. kita melayani Tuhan, karena kita mengasihi Tuhan yang lebih dahulu mengasihi kita..
Kekudusan Tuhan tidak dapat dikompromikan, karena Tuhan Maha Kudus! itu sebabnya kita HARUS MENJAGA KEKUDUSAN HIDUP. Tanpa kekudusan tidak seorangpun dapat melihat Tuhan. Itu sebabnya karena keteledoranya, maka Uza mati di sambar oleh Tuhan ketika dia memegang Tabut Perjanjian karena kereta tergelincir. Hal itu menyatakan Tuhan menghendaki kita harus hidup sesuai firman Tuhan.
Setelah kematian Uza, Daud menjadi marah dan takut, ia tidak berani melanjutkan perjalanan membawa Tabut Perjanjian sempai ke Yerusalem. Daud menitipkan Tabut Perjanjian di rumah Obed Edom. Ternyata selama Tabut Perjanjian ada di rumah Obed Edom, Tuhan memberkati Obed Edom dan seisi rumahnya..
Tuhan sedang menyatakan, bahwa DIMANA TUHAN HADIR, MAKA DI SANA BERKAT-BERKAT-NYA DINYATAKAN!. Jika Tuhan hadir didalam hdiup kita setiap saat, maka hidup kita akan diberkati berkelimpahan. Tetapi perlu diingat bahwa kehidupan yang diberkati Tuhan bukan berarti suatu kehidupan tanpa masalah dan kesulitan dan atau tanpa pergumulan hidup. Mengapa? Karena di bumi ini bukan hanya Tuhan yang bekerja, iblispun bekerja juga. Tetapi Tuhan akan menolong anak-anak-Nya tepat pada waktu-Nya.
Setelah Daud mendengar Obed Edom diberkati Tuhan, maka Daud memerintahkan agar Tabut Perjanjian itu diambil dari rumah Obed Edom dan dibawa kembali ke Yerusalem. Ketika Tabut dibawa masuk ke Yerusalem Mikhal isteri Daud, anak perempuan Saul mencela Daud karena dia melihat raja Daud menari-nari di depan Tabut Perjanjian. Mikhal menunjukan sikap yang tidak menghormati suaminya yang bersukacita karena Tuhan, akibatnya Mikal tidak memiliki keturunan dengan Daud.
Isteri harus tunduk dan menghormati suami. Suami dan isteri harus satu roh, sehati dan saling mendukung satu sama lain, mereka harus melayani Tuhan dengan roh yang menyala-nyala (Roma 12:11). Jika di dalam satu keluarga, suami istri dan anak-anak sehati dalam beribadah dan melayani Tuhan, maka pasti Tuhan akan mencurahkan berkat-Nya kepada keluarga tersebut. Demikian juga apabila dalam satu Gereja/ Jemaat lokal sehati beribadah dan melayani Tuhan dengan roh yang menyala- nyala pasti Gereja /Jemaat itu akan menjadi Jemaat yang diberkati dan memberkati.
Daud diberkati karena dia diurapi oleh Tuhan, dan Tuhan senantiasa menyertai kehidupannya.
1 Samuel 16 : 13 …Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.
1 Samuel 18 : 14 Daud berhasil di segala perjalanannya, sebab TUHAN menyertai dia.
1 Tawarikh 11 : 9 Lalu makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab TUHAN semesta alam menyertainya.
Kisah Para rasul 13 : 36 Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya, dan ia memang diserahkan kepada kebinasaan.
Daud melakukan kehendak Allah pada masanya, itu sebabnya Daud sangat berkenan di hati Tuhan, sehingga Tuhan mengaruniakan berkat berkelimpahan dalam hidupnya. Sebagaimana raja Daud, Tuhan juga menghendaki agar kita sebagai anak-anak-Nya hidup untuk melakukan kehendak Tuhan pada masa kita (masa kini, selama Tuhan mengaruniakan kepada kita untuk hidup di bumi ini), supaya kita mengalami suatu kehidupan yang diberkati Tuhan. Kehidupan yang diberkati Tuhan adalah suatu kehidupan yang intim dengan Tuhan, hidup berkemenangan untuk melayani dan memuliakan Tuhan di dalam dan melalui Gereja-Nya. Amin.
