Ps Marthinus Radja Ada tiga hal yang akan kita pelajari untuk menjadi gereja yang bersepakat…
BERAKAR DI DALAM KRISTUS
Aps. DR. Daniel Henubau
(Ringkasan Kotbah Minggu 4 Oktober 2015)
Pembacaan Alkitab: Kolose 2 : 6 – 7, Efesus 3 : 16 – 17
Tidak ada seorangpun yang dapat berakar dan bertumbuh di dalam Tuhan, sebelum dia menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi. Karena untuk berakar, bertumbuh (mencapai kedewasaan rohani), dan berbuah (melayani Tuhan) setiap orang harus menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi, Hal ini merupakan pintu masuk ke dalam kehidupan yang diberkati.
“Karena itu hendaklah hidup mu tetap di dalam Dia.†Untuk tetap di dalam Kristus, maka kita harus BERAKAR DI DALAM DIA. Itu sebabnya, sekali di dalam Tuhan Yesus, kita harus semakin berakar kuat di dalam Dia, jangan lari dari Tuhan! Hendaklah kita berakar di dalam Dia, dibangun diatas Dia, dan bertambah teguh di dalam iman yang telah diajarkan kepada kita.
Tugas dari gembala dan tim gembala sebagai pemimpin rohani yang Tuhan percayakan di GDS adalah mengajarkan dan memperlengkapi hidup kita (saudara dan saya) dengan firman Tuhan sebagai makanan rohani, tetapi pertumbuhan rohani adalah tangung jawab masing-masing orang secara pribadi dengan Tuhan. Dengan kata lain, kita secara pribadi yang seharusnya menentukan pertumbuhan rohani kita.
Alkitab mengajarkan kita untuk melimpah dengan syukur, supaya berkat semakin dilimpahkan oleh Tuhan; pertama-tama berkat rohani, kemudian berkat jasmani akan Tuhan berikan. Sebaliknya persungutan tidak akan membawa berkat!
Berakar di dalam Tuhan Yesus Kristus berarti berakar di dalam KASIH-Nya (Agape), berakar di dalam pribadi-Nya.
Angin badai seringkali akan “menguji†apakah akar sebuah pohon itu kuat, kokoh atau sebaliknya rapuh dan roboh. Itu sebabnya mengapa akar dari sebuah pohon sangat penting. Begitu juga dengan iman kita sebagai anak-anak Tuhan. Jika kita tidak sungguh-sungguh berakar di dalam Kristus, begitu ada badai datang kita akan mudah tergoncang dan goyah, bahkan roboh.
AKAR bagi sebuah pohon sangat penting.
- Akar memberikan pohon kekuatan, menjadikan kokoh, untuk tegak berdiri (kestabilan) sehingga tidak mudah goyah ataupun roboh. Begitu juga kasih Allah di dalam Tuhan Yesus memberikan kita kekuatan dan stabilitas rohani, menjadi kokoh, dan keamanan bagi rohani kita. Aman artinya kita memiliki perlindungan, karena kita memiliki akar yang kuat dalam Kristus. Kita mengalami covering di dalam Kristus, di dalam gereja-Nya (GDS)
Amsal 12 : 3 Akar orang benar tidak akan goncang. Akar orang benar selalu ada di tanah yang benar, berakar kuat ke dalam, bahkan sampai ke batang air (aliran air di dalam tanah). Sebagai anak-anak Tuhan, kita harus berakar kuat ke dalam, jika tidak maka kita akan menjadi orang kristen yang dangkal, tidak tertanam di gereja, yang mudah goyah dan roboh ditiup oleh rupa-rupa angin pengajaran. - Akar memberikan makanan/ vitamin kepada pohon (batang, carang, daun) untuk menghasilkan buah. Akar adalah sumber untuk menyerap air dan makanan bagi pohon. Jika kita berakar di dalam Tuhan, maka Tuhan akan memberikan kita makanan rohani. Analogi di Alkitab “pohon yang berakar ke dalam sampai ke batang airâ€Â. Air menggambarkan Firman Tuhan dan Roh Kudus (Baca: Mazmur 1 : 1 – 3; Yeremia 17 : 7 – 8)
- Akar memberikan pohon kapasitas untuk menghasilkan buah (reproduksi). Kasih Tuhan membuat kita menghasilkan buah, bukan hanya diberkati (mendapat berkat), tetapi juga untuk memberkati. Jika kita memiliki akar di dalam Kristus maka kita diberkati untuk memberkati. Amsal 12 : 12 Akar orang benar mendatangkan hasil (akan berbuah)
Berakar dan bertumbuh di dalam Kristus adalah suatu proses seumur hidup.
Jika kita tidak mengalami PROSES untuk berakar dan bertumbuh, maka pasti kita akan mati secara rohani. Itu sebabnya untuk berakar dan bertumbuh kita harus ada di dalam komunitas rohani (GDS). Hidup kita harus ditanam di tanah yang baik dan subur, supaya kita bisa berakar dan bertumbuh.
Matius 13 : 5 – 6 (baca) Jika tanahnya berbatu dan tipis, maka pohon akan menjadi layu dan kering, karena tidak berakar. Setiap orang hanya bisa bertumbuh jika firman Tuhan masuk ke dalam hidupnya, karena firman adalah makanan rohani. Firman selalu bekerja dengan urapan Roh Kudus untuk menjadi kekuatan rohani dalam hidup kita. Dari pihak kita harus ada kerinduan/ kehausan untuk mendalami firman Tuhan, dan untuk terus mendapatkan urapan baru supaya kita berakar lebih dalam, dan bertumbuh semakin kuat secara rohani.
Bagaimana Supaya kita harus bertumbuh? 1 Petrus 2 : 1 – 3 (baca) Kita harus mencungkil dan membuang semua “batu-batu†(segala kejahatan, segala tipu muslihat, segala macam kemunafikan, kedengkian, fitnah) yang dapat menghambat kita untuk bertumbuh secara rohani. Dan selalu ingin akan firman Tuhan (air susu yang murni dan rohani) supaya kita semakin bertumbuh. Buang semua dosa dan semua kejahatan, dan terima yang benar. Uji diri kita masing-masing saat ini, apakah kita masih memiliki kerinduan kepada firman Tuhan?
Yakobus 1 : 21 – 22 (baca) Buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan, dan terimalah firman Tuhan dengan lemah lembut yang tertanam dalam hati kita yang menjadikan kita pelaku firman Tuhan melalui pertolongan Roh Kudus. Jika kita taat melakukan firman, maka Tuhan akan memberikan kita kekuatan dan kemampuan untuk melakukannya. Melangkah dulu, baru Tuhan akan memampukan kita.
Alkitab mengajarkan kita bahwa untuk bertumbuh itulah proses hidup, namun kita juga harus berusaha melakukan bagian kita Kolose 1 : 21 – 23 (baca) Tuhan mau memakai hidup kita untuk memanifestasikan kemuliaan-Nya. Itu sebabnya kita harus TEKUN di dalam IMAN (itu adalah usaha kita), Jangan pasif, kita harus AKTIF. Jika Tuhan sudah memulai segala sesuatu dalam hidup kita, maka kita juga harus melangkah. Jika kita melangkah, maka Tuhan akan bekerja lebih dari apa yang kita doakan dan pikirkan.
Bertekun di dalam iman, tetap teguh, tidak bergoncang, dan Jangan mau digeser dari pengharapan Injil, itulah yang harus menjadi sikap dan kehendak kita, bahwa kita mau tetap TEGUH dan KUAT di dalam Tuhan! Tetap teguh dan tidak bergoncanng lawan dari Efesus 4 : 14 (baca) Kita bukan lagi anak-anak yang mudah diombang ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, permainan palsu dan kelicikan yang menyesatkan.
Kita akan tetap teguh kuat dan kokoh (HEDRAYOS – yunani) tidak mudah diombang-ambingkan, tidak mudah dihancurkan. 1 Korintus 15 : 58 (baca) “Karena itu… berdirilah teguh, jangan goyahâ€Â
Serangan iblis semakin hebat untuk menghancurkan iman kita, itu sebabnya kita harus berakar, bertumbuh, berbuah di dalam Kristus, supaya kita ada dalam covering (perlindungan Tuhan)
Sebagai anak-anak Tuhan kita harus memiliki persekutuan dengan Tuhan dan dengan saudara-saudara seiman yang rohani. Berikan waktu untuk beribadah, berdoa, bersekutu di komsel dan melayani Tuhan. Untuk bertumbuh kita harus memilki kebiasaan yang positif, rindu akan firman Tuhan, miliki “selera makan†secara rohani. Harus aktif beribadah dan melayani, karena dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak akan sia-sia.
Ibrani 3 : 6, 14 (baca) Kita harus teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan dan kita banggakan. Jangan mundur, tetapi tetap teguh sampai pada akhirnya.
Tahap-tahap pertumbuhan rohani
1 Yohanes 2 : 12 – 14 (baca) Tahap pertumbuhan rohani dianalogikan:
Sejak pertama kali kita mengenal Tuhan kita disebut sebagai “anak†“bayi rohani†yang hanya mengenal dan memiliki hubungan dengan Bapa. Level berikutnya adalah menjadi “orang-orang muda†“remaja†mengenal firman-Nya, semakin kuat karena firman-Nya tinggal di dalam hati, sehingga mampu mengalahkan yang jahat, Level selanjutnya adalah menjadi bapa-bapa “dewasa†yang sudah mengenal dan bertumbuh tugas kita adalah sharing firman Tuhan, bersaksi. Jika kita bersaksi mencari jiwa-jiwa baru, maka kita akan semakin bertumbuh.
Kita harus berakar, bertumbuh dan berbuah di dalam Tuhan Yesus. Ini adalah proses pertumbuhan, dimana Tuhan sedang membawa kita naik ke level yang lebih tinggi. Apapun proses kita harus tetap melangkah karena Tuhan sedang mengubahkan/ memperbaharui hidup kita dari kemuliaan kepada kemuliaan yang semakin besar. Meskipun dalam proses kita mengalami ujian-ujian iman kita harus tetap setia.
Kita di bawa oleh Tuhan dalam proses supaya kita dibentuk dan diubahkan sehingga tidak ada hal yang menghambat dalam persekutuan kita dengan Tuhan 1 Timotius 1 : 3 – 6 (baca)
Untuk berakar dan bertumbuh jangan ada penghalang/ atau penghambat pertumbuhan kita (Hobi, kesenangan, pribadi, orang lain, atau apapun) Jangan menghabiskan waktu kita bergaul dengan orang-orang yang tidak benar dan menyesatkan kita Matius 5 : 27 – 28. Sebaliknya kita harus bergaul dengan orang yang mengajarkan dan menegur kita secara rohani, jangan tersinggung, sebaliknya kita harus terbuka untuk mendengarkan nasehat rohani, karena hal itu akan menolong kita untuk hidup dalam kebenaran, daripada pujian yang terkadang menjatuhkan kita Amsal 6 : 23 – 24
Yesaya 3 : 12 (baca) Jangan mengikuti pemimpin yang salah dan menyesatkan, kita harus peka untuk membedakan roh. Kita harus sadar bahwa pemimpin rohani kita haruslah orang-orang yang dewasa secara rohani, dan bertanggung jawab mengajarkan firman Tuhan kepada kita secara benar dalam urapan Roh Kudus.
Kolose 3 : 1 – 5 (baca) Carilah perkara diatas, pikirkanlah perkara yang diatas bukan yang di bumi, karena hidup kita di dalam Kristus, karena itu matikan dalam diri kita segala sesuatu yang duniawi, jangan tamak dan pelit untuk Tuhan dan gereja-Nya karena kikir/ pelit sama dengan penyembahan berhala. Kita harus semakin berakar kuat, bertumbuh, dan semakin menghasilkan buah. Amin!
