Skip to content

TUJUH KARAKTERISTIK JEMAAT YANG BERTUMBUH DALAM KASIH DAN KUASA KRISTUS (bagian 2)

– Pola kehidupan jemaat mula-mula –

Apostle DR Daniel Henubau

(Ringkasan Khotbah Minggu 19 Juli 2015)

Pembacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 2 : 41 – 47; 4 : 32 – 37

Tujuh Karaktersitik jemaat yang bertumbuh dalam kasih dan kuasa Kristus:

3. Mereka tetap bersatu meskipun tembok pembatas perbedaan suku dan ras sangat kuat pada waktu itu, yahudi dengan non yahudi, pria dengan wanita, majikan dengan budak, tua dengan muda, tetapi persekutuan di dalam Kristus melenyapkan semua perbedaan.

4. Solidaritas

5. Bertekun dan sehati
Kita dipersatukan di dalam Kristus, GDS adalah gereja yang multikultural, karena kita semua anak-anak Allah yang dan tidak ada perbedaan dalam hal status sosial ekonomi atau suku dan ras karena kita satu keluarga di dalam Kristus sebagai anak-anak Bapa di surga.

Kesatuan di dalam jemaat diwujudkan dengan kepedulian terhadap kebutuhan bersama. Artinya, jika ada kesatuan di dalam jemaat, maka harus ada juga kepedulian, karena kesatuan dan kepedulian harus saling terkait satu sama lain. Dengan kata lain, yang berkelebihan harus memperhatikan dan menolong yang berkekurangan. Di GDS kita sudah melakukannya dan akan terus ditingkatkan.

2 Korintus 8 : 12 – 15 (baca) Tuhan menghendaki agar kita memberi dan membantu mereka yang membutuhkan.

Kisah Para Rasul 2 : 45 Dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Inilah contoh tentang kesatuan dan kepedulian di dalam jemaat. Yang di tekankan ayat ini adalah memberi dan bukan menerima. Yang ditekankan adalah apa yang diperlukan, dan bukan apa yang diinginkan. Jadi dari ayat ini, Tuhan menghendaki agar di dalam jemaat (gereja lokal) harus saling peduli seorang terhadap yang lain, dan jika ada yang memerlukan bantuan, maka yang lain (yang berkelebihan rohani maupun materi harus sedia membantu).

Di GDS, kita membantu dan menolong mereka yang membutuhkan melalui pelayanan DIAKONIA, dan setiap bulan kita memberi dan mendukung pelayanan gereja-gereja Satelit GDS di daerah (di pedalaman Kal-Tim, dan di NTT).

Dalam persekutuan jemaat, kita harus saling tolong menolong dan saling melengkapi. Artinya jemaat yang bekelebihan membantu jemaat yang berkekurangan, itulah Diakonia. Visi GDS adalah kita diberkati untuk memberkati.

Mereka (jemaat mula-mula) bertekun dan sehati, mempunyai antusiasme yang tinggi dalam kesehatian. Kesehatian dan kesatuan di dalam satu jemaat lokal merupakan unsur terpenting dalam membangun tubuh Kristus atau gereja lokal. Ada kuasa yang dahsyat apabila anak anak Tuhan hidup di dalam kesehatian dan kesatuan khususnya di dalam gereja lokal.

Dari manakah kesehatian dan kesatuan berasal / dimulai di dalam jemaat (gereja lokal)?
1.Di mulai dari DIRI SENDIRI
Kesehatian dan kesatuan di dalam satu jemaat lokal dimulai di dalam HATI setiap pribadi angotta jemaat. Mazmur 86 : 11 (baca) Berdasarkan Firman Tuhan maka hal yang utama yang harus kita lakukan adalah membulatkan hati kita untuk mengasihi dan takut akan Tuhan. Kesehatian dan kesatuan tidak akan tercipta selama hati kita masih bercabang (mendua hati), sudah menjadi pengikut Tuhan tetapi masih juga mengikuti nafsu duniawi. Hati kita harus bulat kepada Tuhan, supaya kita hidup menurut kebenaran Tuhan, yaitu firman Tuhan (Yohanes 17:17).

kita harus bulatkan hati kita untuk sungguh mengasihi Tuhan dan takut akan Tuhan. Jadi hati setiap pribadi, setiap individu anggota gereja, harus bulat dalam mengasihi Tuhan dan takut akan Tuhan. Jangan bercabang hati. Yakobus 1 : 8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya. Anggota-anggota jemaat dapat saling mempengaruhi untuk semakin hidup dalam kebenaran firman Tuhan atau sebaliknya, jika seseorang masih mendua hati dia dapat mempengaruhi secara negatif anggota yang imannya belum kuat.

Kita di GDS sudah berkomitmen untuk saling mendorong melakukan perbuatan baik supaya kita mengalami diubah oleh Roh Kudus dan firman Tuhan dari kemuliaan kepada kemuliaan yang semakin besar (2 Korintus 3:18)

2. Di dalam KELUARGA
Matius 12 : 25 (baca) Firman Tuhan menegaskan bahwa rumah tangga / keluarga yang terpecah-pecah tidak akan bertahan. Itu sebabnya setiap keluarga harus beribadah dan melayani bersama-sama di dalam satu gereja lokal (GDS). Sebagai keluarga (suami, isteri dan anak-anak) harus menjadi satu, jangan terpisah satu sama lainnya, harus tertanam di satu gereja lokal yang sama.

2 Korintus 6 : 14 (baca) Firman Tuhan menegaskan bahwa terang dan gelap tidak bisa bersatu. Jika sebelumnya saudara berasal dari keluarga di luar Kristus, maka setelah saudara hidup di dalam Kristus, tugas saudara mendoakan dan bersaksi kepada anggota-anggota keluarga saudara yang belum di dalam Tuhan. Demikian juga kita sebagai warga negara/ masyarakat kita bergaul dengan siapa saja dalam lingkungan kita masing-masing, tetapi jika sesuatu hal yang menyangkut dengan iman kita, maka jangan kompromi, kita harus menunjukkan “warna’ (sikap) yang jelas bahwa kita menunjukkan adalah anak-anak Tuhan.

l Korintus 15 : 33 Janganlah kamu sesat, pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Kita dipanggil oleh Tuhan untuk menginjil semua orang tanpa terkecuali, bergaul dengan siapa saja. Dalam penginjilan dan pergaulan jangan ada perdebatan, tetapi kita harus menunjukkan bahwa kita mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama (baca Kolose 4:5-6).

Kuasa kesehatian dan kesatuan sangat dahsyat. Ulangan 32 : 30 Bagaimana mungkin satu orang dapat mengejar seribu orang, dan dua orang dapat membuat lari sepuluh ribu orang, kalau tidak gunung batu mereka telah menjual mereka, dan TUHAN telah menyerahkan mereka!

Ayat ini menjelaskan bahwa satu orang dapat mengalahkan seribu orang, dan dua orang dapat mengalahkan sepuluh ribu orang. Artinya jika dua orang sehati maka mujizatnya pasti luar biasa! Dimana ada kesehatian dan kesatuan maka disana mujizat Tuhan terjadi. Kita dipanggil oleh Tuhan untuk sehati dan seroh untuk memberkati dan memenangkan sebanyak mungkin orang bagi Kristus.

Matius 18: 19 – 20 (baca) Jika dua orang sehati dan sepakat meminta apapun juga maka permintaan mereka dikabulkan oleh Bapa di surga. Dimana ada kesehatian di sana Tuhan akan hadir dan menyatakan kuasa-Nya. Kesehatian dan kesatuan tidak akan dapat terjadi tanpa KEKUDUSAN. Karena jika kesehatian dan kesatuan dari Tuhan selalu ada kekudusan.

Kesehatian dan kesatuan bisa juga terjadi tanpa kekudusan, kesatuan karena politik dan ambisi kedagingan. Contoh: Lukas 23:8-12 (baca) Politik dapat mem buat orang bersahabat, ataupun perpecahan karena sama-sama mempunyai kepentingan pribadi. Itulah sebabnya kesatuan di luar Tuhan tidak mementingkan etika. Mempersalahkan bahkan menyiksa orang tidak bersalah hanya demi jabatan dan ambisi.

Kejadian 11 : 3 – 6 (baca) Firman Tuhan menjelaskan bahwa, kesatuan di luar Tuhanpun ada kuasa, apalagi kesatuan di dalam Tuhan. Itu sebabnya Tuhan, selalu mengingatkan kepada kita bahwa jangan ada perpecahan atau perceraian. Di dalam keluarga maupun di dalam jemaat/ gereja lokal harus ada kesehatian dan kesatuan, karena dimana ada kesatuan di sana ada kuasa.

Dimana ada kerjasama, disana pasti ada keberhasilan, karena Tuhan sudah menyerahkan kemampuan itu kepada manusia. Itu sebabnya Tuhan memanggil kita untuk BEKERJA SAMA DENGAN TUHAN, dan BEKERJA SAMA SATU SAMA LAINNYA TUHAN KHUSUSNYA DALAM GEREJA JEMAAT. Jika kita bisa bekerja sama dengan Tuhan, dimana kita mengutamakan Tuhan sebagai prioritas kita, sebagai pemimpin atas kita, dan bekerja sama satu sama lainnya dengan sehati dan seroh berdasarkan firman Tuhan, maka gereja kita makin luar biasa diberkati dan menjadi berkat untuk bangsa-bangsa.

Bagaimana kesehatian dan kesatuan terjadi? 1 Petrus :22 – 25 (baca)
1. Kita harus mengalami pertobatan, lahir baru, dibaptis dan menjadi anak-anak Bapa surgawi.
2. Kita harus sehati, secara bersama-sama (dari diri pribadi) untuk TAAT kepada KEBENARAN.
3. Tumbuh kembangkan kasih persaudaraan yang TULUS dan IKHLAS, dan mengasihi sesama dengan segenap hati dalam persekutuan jemaat (GDS)
4. Kesehatian dan kesatuan terjadi oleh karena KASIH KRISTUS, itu sebabnya sebagai anak-anak Tuhan, anggota jemaat (GDS) kita harus terus-menerus bertumbuh dalam kasih TUHAN dalam kehidupan pribadi, keluarga dan jemaat.

No results found...