Ps Marthinus Radja Ada tiga hal yang akan kita pelajari untuk menjadi gereja yang bersepakat…
TUJUH KARAKTERSITIK JEMAAT YANG BERTUMBUH DALAM KASIH DAN KUASA KRISTUS (bagian 1)
– Pola kehidupan jemaat mula-mula –
Pembicara : Rev. DR. Daniel Henubau
(Ringkasan Khotbah Minggu 5 Juli 2015)
Pembacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 2 : 41 – 47; 4 : 32 – 37
Anggota jemaat adalah orang-orang yang telah memberi diri dibaptis. Baptisan itu penting bagi kita yang telah percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Kata Baptisan berasal dari kata “baptizo†atau “bapto†artinya “ditenggelamkanâ€Â. Baptisan adalah tanda bahwa seorang telah mati bersama dengan Tuhan Yesus (ditenggelamkan ke dalam air) dari kehidupannya yang lama, dan bangkit kembali (keluar dari dalam air) untuk hidup yang baru di dalam Kristus.
Meskipun merupakan lambang tetapi baptisan merupakan “sacramento/ sakramen†artinya perbuatan yang kudus (sakral) yang dilakukan atas PERINTAH Tuhan Yesus Kristus. Ada dua sakramen yaitu : Baptisan Kudus dan Perjamuan Kudus. Meskipun berupa lambang tetapi dalam ketaatan untuk melakukannya selalu ada berkat yang Tuhan anugerahkan. Setelah orang-orang yang mendengar khotbah rasul Petrus pada hari Pentakosta itu percaya kepada Tuhan Yesus, maka mereka memberi diri dibaptis. Setelah itu mereka setia dan tekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan ibadah serta dalam perjamuan kudus dan doa.
Tujuh Karaktersitik jemaat yang bertumbuh dalam kasih dan kuasa Kristus :
1. Anggota jemaat adalah orang yang setia, tekun, dan berkomitmen aktif dalam pengajaran rasul-rasul, dalam persekutuan ibadah, Perjamuan Kudus, dan berdoa bersama (berdoa secara koorporat) Kisah Para Rasul 2 : 42
Ada dua ciri khas yang dijelaskan oleh firman Tuhan mengenai jemaat mula-mula (jemaat perdana) dan itu harus menjadi pola sepanjang sejarah gereja Tuhan, hingga saat ini.
1.1 Bertekun dalam pengajaran,
Bertekun artinya rajin, giat, ada kesungguhan, disiplin, memprioritaskan waktu untuk mengikuti pengajaran firman Tuhan, persekutuan ibadah dan perjamuan kudus serta doa bersama. Itulah yang harus menjadi PRIORITAS dari hidup seorang kristen, KETEKUNAN jemaat mula-mula karena ada KERINDUAN untuk selalu belajar dan diajar oleh para rasul. Inilah salah satu ciri jemaat mula-mula /perdana. yang diberkati Tuhan yang membuat terobosan dan mengadakan banyak mujizat pada waktu itu, padahal gereja baru saja dikenal setelah hari pentakosta.
Kisah Para Rasul 11 : 26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.
Alkitab menjelaskan bahwa ORANG KRISTEN adalah MURID Tuhan Yesus Kristus, dan ciri khas seorang murid adalah belajar. Itu sebabnya, sebagai orang kristen kita harus tekun dan rajin di dalam pengajaran firman Tuhan.
Proses belajar itu mutlak, harus kita lakukan supaya iman kita terus-menerus bertumbuh menjadi dewasa secara rohani. Supaya kita bukan hanya diberi makan, tetapi juga memberi makan. Bukan hanya untuk diberkati, tetapi kita juga menjadi orang-orang yang memberkati.
Yesaya 50 : 4 – 5 (baca) Ayat ini sebenarnya berbicara tentang Tuhan Yesus Kristus, tetapi ayat ini juga dituliskan kepada semua orang percaya yang adalah murid Tuhan Yesus. Firman Tuhan berkata bahwa Tuhan Allah memberikan kepada kita “lidah seorang muridâ€Â.
Lidah seorang murid, artinya adalah memperkatakan apa yang diajarkan oleh gurunya. Dengan kata lain, Sebagai murid Tuhan kita memperkatakan apa yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita melalui firman-Nya, karena Ia adalah guru kita. Dengan hal itu, maka kita dapat memberikan semangat baru bagi orang yang letih lesu dan menjadi berkat bagi banyak orang.
“Setiap pagi Ia mempertajamkan pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid†Betapa pentingnya kita harus selalu mendengar seperti seorang murid. Karena kenyataanya banyak orang terlalu sibuk dengan dirinya, berbicara dengan orang lain di sampingnya, dan tidak fokus untuk mendengarkan ketika firman Tuhan sedang dikhotbahkan/ diajarkan. Kita akan kehilangan berkat jika kita acuh tak acuh dan tidak fokus. Murid akan selalu fokus mendengarkan apa yang sedang diajarkan.
Firman Tuhan yang kita dengar harus masuk ke dalam hati dan roh kita, karena firman Tuhan berkuasa mengubahkan hidup kita. Sebagai murid Tuhan kita harus rendah hati dan sedia untuk belajar, menerima apa adanya dan taat kepada firman Tuhan dan setia.
“...tidak memberontak, dan tidak berpaling ke belakang†Setiap kali kita membaca dan mendengar firman kita harus berdoa supaya Tuhan membuka telinga rohani supaya apa yang tertulis (Logos) menjadi pewahyuan bagi kita (Rhema). Tuhan menghendaki agar apa yang Tuhan nyatakan melalui firman-Nya membuat kita semakin maju dan tidak berpaling ke belakang lagi (pola pikir dan kehidupan yang lama ketika kita belum menjadi murid Tuhan).
Banyak orang kristen memberontak dan berpaling ke belakang. Ingatlah, sekali ikut Tuhan Yesus, kita harus tetap setia dan jangan berpaling dari Tuhan Yesus! Tuhan Yesus berkata: Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk kerajaan Allah Lukas 9 : 62 Jangan jadi sama seperti isteri Lot yang menoleh ke belakang dan menjadi tiang garam, ketika Tuhan menghancurkan Sodom dan Gemora.
Roh pemberontakan adalah roh lusifer (iblis). Lusifer memberontak terhadap Tuhan. Mengapa ada pemberontakan? Tuhan memberikan kita dan malaikat freedom of choice (free will), artinya kebebasan. Karena Tuhan menghendaki kita sebagai anak dan bukan budak. Seorang anak akan mengikuti bapanya karena dia mengasihinya, dan bukan karena terpaksa.
Jika kita menghormati orang tua, dan pemimpin rohani kita, maka sebagai upah kita akan menerima berkat pengurapan dua kali lipat! Kita tentu tidak akan lari meninggalkan keluarga kita jika ada masalah di dalam keluarga, oleh sebab itu JANGAN LARI dari persekutuan kita, jika ada masalah dan tantangan yang kita hadapi, sebaliknya kita harus tetap setia dan berusaha mengerjakan bagian kita supaya supaya ada jalan keluar dan, menjadi lebih baik.
Sekali kita mengikut Tuhan Yesus, kita harus tetap SETIA dan jangan berpaling dari Tuhan Yesus. Jika kita sudah ditanam oleh Tuhan di GDS, maka kita harus tetap setia dan terus bertumbuh menjadi dewasa rohani di dalam GDS!
1.2 Bertekun di dalam persekutuan
Jemaat mula-mula bukan hanya bertekun di dalam pengajaran rasul-rasul tetapi mereka juga bertekun dalam persekutuan. Iman adalah hal pribadi, tetapi iman bertumbuh karena kita tertanam di dalam persekutuan (Gereja). Di dalam persekutuan kita dibentuk “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya†Amsal 27 : 17.
Tanpa persekutuan kita tidak dapat bertumbuh Ibrani 10 : 23 – 25 (baca). Kita ada di dalam persekutuan gereja (GDS) supaya kita ikut serta dan aktif terlibat untuk mendoakan, mendukung, dan mengambil bagian bersama-sama dalam ibadah dan pelayanan.
Kata “persekutuan†berasal dari kata “Koinonia†memiliki padangan yang sama dan tertuju kepada satu sasaran Ibrani 12 : 1 – 2 (baca) Apabila kita sudah menjadi murid Tuhan Yesus, maka kita wajib berada dalam perlombaan iman, dan melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Tuhan Yesus.
Jadi, Gereja disebut sebagai persekutuan atau Koinonia karena mata/ pandangan tertuju kepada Tuhan Yesus Kristus.Persekutuan itu sangat penting, karena ketika kita sehati dan seroh, maka mujizat terjadi. Matius 18 : 18 – 20 (baca)Dimana ada kesepakatan dan kesehatian dengan mata yang tertuju kepada Tuhan Yesus, disanalah Tuhan hadir dan menyatakan kuasa-Nya, sehingga apa yang kita katakan di bumi ini, surga akan menanggapinya. Atmosfir ibadah yang penuh dengan kemuliaan Tuhan akibatnya terjadi mujizat!
Kisah Para Rasul 2 : 43 – 44 (baca) Tiga ribu orang sehati maka para rasul dapat membuat mujizat terjadi!. Itu sebabnya, jika kita sehati mujizat terjadi dan tidak ada yang mustahil.
2. Hadirat Tuhan (atmosfir) dan kemuliaan Tuhan meliputi seluruh persekutuan mereka. Atmosfir ibadah penuh kemuliaan Tuhan sehingga masyarakat menjadi takut, terjadi manifestasi supranatural atau mujizat.
3.  Mereka tetap bersatu meskipun tembok pembatas perbedaan suku dan ras sangat kuat pada waktu itu, yahudi dengan non yahudi, pria dengan wanita, majikan dengan budak, tua dengan muda, tetapi persekutuan di dalam Kristus melenyapkan semua perbedaan. Galatia 3 : 26 – 29
Kita dipersatukan di dalam Kristus, di GDS kita adalah gereja yang multikultural, karena kita semua anak-anak Allah dan tidak ada perbedaan karena kita satu di dalam Kristus. Gereja tidak boleh ada yang membeda-bedakan seorang dengan yang lain. Sebaliknya, jika ada seseorang tidak bersatu dalam komunitas jemaat, maka hal itu berarti hubungannya dengan Kristus kurang beres.
4. Solidaritas
5. Bertekun dan sehati
6. Kehidupan kekeluargaan
7. Multiplikasi Kisah Para Rasul 4 : 32 – 33 (baca)
Dalam persekutuan kita saling memperhatikan, saling tolong-menolong, dan memperlengkapi. Artinya, jemaat yang berkelebihan membantu yang kekurangan, itu sebabnya ada pelayanan DIAKONIA. Apa yang kita buat bagi orang yang kekurangan semuanya itu tercatat di dalam kerajaan surga. Jika kita diberkati maka kita harus memberkati, itulah visi gereja kita GDS. Puji Tuhan, kita sudah melakukannya, tetapi harus terus ditingkatkan.
“Dengan kuasa yang besar, rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus, dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang berlimpah-limpah†Apa itu kasih karunia Allah?
Roma 5 : 17 (baca) Kasih karunia adalah kuasa Tuhan. Dengan kasih karunia kita hidup dan berkuasa di dalam Kristus. Dan oleh kasih karunia Allah kita menang atas dosa, kedagingan, pengaruh buruk, pekerjaan iblis dan roh-roh jahat. Haleluyah Amin.
