Skip to content

HIDUP DI DALAM KUASA KEBANGKITAN KRISTUS

Ps. Jesaya Henubau

(Ringkasan Khotbah 1 April 2018)
Pembacaan Alkitab : Matius 28 : 5 – 6

Malaikat Tuhan berkata kepada perempuan-perempuan yang datang menengok kubur itu; “Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit…” Dengan kata lain, malaikat Tuhan memberikan kesaksian bahwa Tuhan Yesus tidak ada di kubur/ kematian, karena Ia telah bangkit atas maut, Ia tidak ada di dalam kekalahan, karena Ia telah menang, Ia tidak ada dalam kesakitan/ penderitaan, karena Ia sudah sempurna di dalam kemuliaan-Nya!

1 Korintus 15 : 3 – 9 (baca) Rasul Paulus memberikan kesaksian yang sangat penting, dari apa yang dia telah terima; bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci, dan Kristus telah menampakkan diri-Nya kepada murid-murid-Nya, lebih dari lima ratus saudara sekaligus, dan yang paling akhir menampakkan diri-Nya kepada Paulus.

Setiap orang percaya harus mengalami pengalaman dimana Tuhan Yesus datang dan menunjukkan diri-Nya serta menyatakan kuasa-Nya di dalam hidupnya.
Roma 6 : 3 – 11 (baca)

Dari ketiga bacaan di atas, kita akan mandapat tiga bagian yang sama yang diucapkan berulang-ulang. Kisahnya sama dan itu adalah rahasia bagaimana kita akan hidup dan mengalami kuasa kebangkitan Kristus. Kita akan belajar bagaimana Tuhan Yesus bisa bangkit dari maut dan mengalami kuasa kebangkitan, supaya kuasa kebangkitan itupun dialami dalam kehidupan kita.

I. HIDUP LAMA KITA HARUS MATI

Roma 6 : 3 (baca) Untuk mengalami kehidupan/ kebangkitan, setiap orang harus terlebih dahulu mati. Tidak ada orang yang bisa hidup dan menang, kalau dia tidak mengalami kematian. Apa yang dimaksud dengan kematian adalah dibaptis di dalam kematian Kristus, mati bersama Kristus.

Kematian Tuhan Yesus berbeda dari kematian yang lain, bukan mati karena dibunuh, karena usia, kecelakaan dan sakit penyakit, tetapi Tuhan Yesus mati karena menyerahkan diri-Nya sendiri. Inilah bagian yang harus kita hidupi jika kita ingin mengalami kuasa kebangkitan.

1. Tuhan Yesus mati dan menyerahkan diri-Nya sepanjang perjalanan hidup-Nya di bumi ini. Tetapi ada langkah-langkah dimana Tuhan Yesus benar-benar menyerahkan diri-Nya

Pertama kali Tuhan Yesus menyerahkan diri-Nya yaitu di sungai Yordan Matius 3 : 13 – 17 (baca). Tuhan Yesus menyerahkan diri-Nya untuk dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Di sungai Yordan Tuhan Yesus mati untuk diri-Nya sendiri. Sekalipun Tuhan Yesus lebih berkuasa dari Yohanes Pembaptis, namun Tuhan Yesus tahu bahwa untuk menerima otoritas (pengurapan tanpa batas) Dia harus menundukkan diri-Nya kepada otoritas yang hari itu ditetapkan oleh Tuhan, itulah Yohanes Pembaptis.

Jalan untuk mengalami kuasa dan otoritas adalah mati. Tuhan menghendaki agar kita taat kepada kehendak Tuhan, yaitu dengan tunduk kepada otoritas yang Tuhan percayakan, jika kita ingin diberkati dan mengalami kemenangan serta kebangkitan. Matius 3 : 15 (baca) Tuhan Yesuspun menyatakan kepada Yohanes Pembaptis bukan soal siapa yang lebih berkuasa, memiliki pengetahuan dan lebih berotoritas, tetapi karena hal itu harus terjadi, supaya sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.

Ada banyak orang punya pengetahuan dan kuasa tetapi, mereka tidak mengerti akan kehendak Allah. Kita hanya bisa mengerti kehendak Allah apabila kita menyerahkan diri kita untuk mati dan tunduk sepenuhnya kepada kehendak Allah. Kita tidak akan naik ke level berikutnya dalam hidup ini, tanpa kita tunduk kepada kehendak Allah, melalui otoritas rohani yang Tuhan percayakan di atas kita.

2.  Matius 12 : 9 – 15

Sepanjang perjalanan hidup-Nya, dan setiap hari dalam setiap pelayanan-Nya, Tuhan Yesus harus mati atas diri-Nya sendiri, karena diperhadapkan dengan begitu banyak penentang (ahli-ahli Taurat, orang-orang Farisi, dan Saduki) yang selalu mencari-cari kesalahan-Nya untuk diadili, mereka menyerang Tuhan Yesus, bahkan dalam beberapa kesempatan ingin membunuh Tuhan Yesus.

3. Matius 26 : 36 – 46; Lukas 22 : 39 – 44 (baca)

Di taman Getsemani, Dalam pergumulan-Nya, Tuhan Yesus harus berdoa sampai ketiga kalinya, sampai Dia mati untuk diri-Nya sendiri, dan menyerahkan diri-Nya kepada kehendak Bapa. “…tetapi bukan kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang jadi”

4. Pada waktu Tuhan Yesus ditangkap, Ia tidak malawan Matius 26 : 47 – 56, maupun pada waktu diadili dalam pengadilan agama, Tuhan Yesus tidak menjawab sepatah kata pun terhadap tuduhan-tuduhan, karena Dia telah mati Ayat 57 – 66 . Bahkan ketika di hadapan Pilatus yang memiliki kuasa atas hidupnya Tuhan tidak berkata apa-apa, karena Ia telah memberikan diri-Nya sendiri.

Kematian Tuhan Yesus bukan karena terpaksa, ataupun hal-hal yang lain, tetapi karena kerelaan memberikan dan menyerahkan diriNya secara total kepada kehendak Allah.

5. Lukas 23 : 46; Yohanes 19 : 28 – 30 (baca)

Pada waktu Tuhan Yesus tahu bahwa segala sesuatu sudah genap/ selesai di atas kayu salib, barulah Tuhan Yesus menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa di surga. Inilah bedanya kematian Tuhan Yesus dari semua manusia yang lain, karena kematian Tuhan Yesus adalah menyerahkan diri-Nya untuk menggenapi kehendak Bapa.

Inilah yang harus kita alami sebagai orang-orang percaya, yaitu mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, dan yang berkenan kepada Allah. Roma 12 : 1 (baca) Bagaimana caranya? Yaitu dengan mati untuk dan menyerahkan diri kita kepada kehendak Tuhan.

Sejak semula, sebelum Tuhan Yesus datang ke bumi ini Ia telah menyerahkan diri-Nya sebagai korban penebusan Ibrani 10 : 4 – 7; Filipi 2 : 1 – 11.

II. HIDUP LAMA KITA HARUS DIKUBURKAN

Roma 6 : 4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian.

Kita tidak mengalami maut, kita hanya melewati jalan yang lembah bayang-bayang maut Mazmur 23 : 4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman (the Valley of the shadow of death – NKJV)

Kita tidak mengalami maut karena Tuhan Yesus yang mengalami maut, kita melewati jalan yang seperti Tuhan Yesus alami dan itu hanyalah bayang-bayang maut. Kita tidak perlu mengalami maut, karena Kristus sudah menang atas maut, dan kita hanya melewati bayangannya.

Apa artinya dikuburkan? Roma 6 : 6 – 7 (baca) Siapa yang telah mati dan dikubur, berarti telah terbebas dari dosa. Hanya ada satu-satunya cara untuk terlepas dari dosa adalah mati dan dikubur! Arti dikubur adalah ditanam, dilupakan, tidak hidup, dan tidak ada lagi. Artinya jika kita ingin mengalami kemenangan dan kebangkitan, maka tabiat dosa, kedagingan, kehidupan yang lama, kelemahan kita harus mati dan dikubur setia hari! Galatia 2 : 20 Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.

Kita sedang berada di fase/ periode kasih karunia Tuhan yang melimpah, dimana keselamatan Tuhan sedang dinyatakan, dan bukan penghakiman. Inilah waktunya Bapa sedang mencari dan menyelamatkan yang hilang Lukas 19 : 10.

III. BANGKIT DENGAN HIDUP YANG BARU

Tidak ada kebangkitan tanpa kematian dan dikuburkan, tidak ada hidup kembali tanpa sebelumnya kita mati. Segala sesuatu yang bukan dari Bapa di surga di dalam hidup kita harus mati dan dikuburkan!

Roma 6 : 4b – 5 Supaya sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, oleh kemuliaan Bapa, demikianpun juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu di dalam kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.

Artinya, jika kita menjadi satu dengan kematian Kristus, maka kita juga akan menjadi satu dalam kebangkitan-Nya. Dengan kata lain KITA JUGA AKAN MENGALAMI KEMENANGAN, KEBANGKITAN, KEHIDUPAN, DAN KUASA YANG SAMA DI DALAM KRISTUS! Itu sebabnya setiap kali kita merayakan Paskah, kita sebenarnya merayakan apa yang SUDAH/TELAH kita alami, sama seperti Tuhan Yesus Kristus telah dibangkitkan, demikianpun kita hidup di dalam kuasa kebangkitan-Nya.

2 Korintus 4 : 10 – 11 (baca) Kita harus senantiasa membawa kematian Tuhan Yesus di dalam tubuh kita, supaya kehidupan Kristus menjadi nyata dalam tubuh kita. Karena kita terus-menerus diserahkan kepada maut karena Tuhan Yesus, SUPAYA HIDUP YESUS MENJADI NYATA ATAS TUBUH KITA YANG FANA INI. Artinya untuk hidup dalam kuasa kebangkitan Kristus setiap hari, maka kita harus mati setiap hari. Amin.

No results found...