Skip to content

HIDUP SEBAGAI KELUARGA ALLAH (bagian 2)

Rev. DR. Daniel Henubau

(Ringkasan Khotbah Minggu 6 Maret 2016)

Mazmur 8 : 4 – 7 Ketika raja Daud memandang ke langit di malam hari, ia mengagumi alam semesta ciptaan Tuhan yang luar biasa, ia melihat dirinya sangat kecil sehingga ia berkata “apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?” Allah mengingat dan mengindahkan manusia karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya, dan Allah memberikan kepada manusia kuasa atas semua ciptaan-Nya.

Tetapi setelah manusia jatuh ke dalam dosa, maka manusia kehilangan kemuliaan Allah itu. Namun demikian, Allah terus mencari manusia untuk menyelamatkan manusia dari kuasa iblis, dosa dan maut. Ia mengutus Putera Tunggal-Nya, Tuhan Yesus Kristus, supaya kita yang percaya kepada-Nya, kita mengalami kelahiran baru oleh Roh Kudus menjadi anak-anak Allah, tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Di dalam Kristus kita menjadi anak-anak Allah dan dengan demikian kita adalah anggota keluarga Allah. Tuhan memakai hamba-hamba-Nya yang dipilih dan ditetapkan-Nya sebagai pemimpin rohani di dalam dan melalui Gereja-Nya memperlengkapi kita untuk melayani Tuhan sebagai anak-anak-Nya yang mengasihi Dia, sebagai Bapa kita.

Oleh sebab itu, sebagai anggota keluarga Allah, hormati dan agungkanlah Allah Bapa kita, Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus. Hargai dan hormatilah keluarga Allah. Hargai dan hormatilah Gereja Tuhan (GDS) dan hamba-hamba Tuhan yang dipilih dan ditetapkan Tuhan untuk memimpin di dalam Gereja-Nya, hargai dan hormatilah keluargamu di dalam Tuhan, dan marilah kita saling menghormati.

Pembacaan Alkitab : 1 Timotius 3 : 15, Matius 12 : 46 – 50

Menjadi anggota atau menjadi bagian dari satu keluarga yang cinta Tuhan adalah suatu berkat yang luar biasa (wonderful blessing) untuk kita. Mengapa demikian? Karena Tuhan selalu ada di dalam keluarga yang cinta Tuhan, dan lingkungan pertama bagi anak-anak untuk belajar tentang cinta kasih, penerimaan, pengampunan, yang semuanya itu adalah di dalam keluarga.

Sebagai keluarga Allah kita harus berakar semakin kuat di dalam Tuhan dan firman-Nya, serta berperan aktif dalam pelayanandi dalam gereja (GDS) untuk melaksanakan Amanat Agung. Allah menghendaki agar setiap keluarga Kristen menjadi keluarga yang cinta Tuhan dan cinta gereja Tuhan. Tuhan juga menghendaki agar keluarga Kristen diberkati berkelimpahan, dan menjadi keluarga yang memberkati gereja-Nya, dan melalui gereja-Nya setiap anggota memenangkan sebanyak mungkin jiwa untuk menjadi anggota-anggota dalam keluarga Allah.

Tuhan Yesus Anak Allah yang Mahatinggi ketika datang sebagai manusia, Ia melalui suatu proses sebagai manusia, dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh perawan Maria, dibesarkan dalam satu keluarga, itulah keluarga Yusuf dan Maria.
Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan sangat menghargai keluarga. Tuhan memiliih keluarga dan jemaat-Nya, yaitu keluarga Allah menjadi mitra-Nya untuk melaksanakan misi-Nya di bumi ini. Itu sebabnya setiap keluarga kristen dalam setiap setiap gereja lokal harus aktif berpartisipasi dalam melaksanakan misi, karena kehendak Tuhan agar setiap pribadi anggota keluarga Allah harus aktif menjadi mitra Tuhan yang melayani Tuhan.

Tuhan ada di surga, tetapi misi-Nya tetap dikerjakan di bumi ini melalui setiap keluarga kristen dan gereja-Nya. Oleh sebab itu, jika di dalam satu keluarga atau di dalam satu jemaat lokal masih ada pertikaian, pertengkaran, maka harus ada pertobatan dan pemulihan. Keluarga Kristen diciptakan Tuhan untuk melakukan kehendak Tuhan, yaitu sebagai pusat pendidikan Kristen bagi anak-anak sebagaigenerasi penerus gereja dan bangsa, dan untuk memberkati, bukan tempat gosip atau berbicara hal-hal yang negatif.

Dalam Markus 10 : 28 – 30 Tuhan Yesus menegaskan bahwa kita harus memprioritaskan panggilan dan kehendak Tuhan diatas semua kepentingan yang lain, termasuk harta dan keluarga sekalipun. Maksudnya jika karena tugas sebagai anggota keluarga Allah maka apapun penghalangnya kita harus memprioritaskan Tuhan. Jangan takut kehilangan apapun, karena jika kita memprioritaskan Tuhan dalam hidup kita, maka Tuhan akan menggantikan semuanya yang kita tinggalkan.

Kita harus memprioritaskan Tuhan di atas segala-galanya. Kita harus mengambil sikap yang pasti jika kita ingin mengasihi dan menaati Tuhan. Tetapi semuanya harus dilaksanakan dalam damai sejahtera Kristus.

   A.    Keluarga Tuhan Yesus secara fisik

A.1. Maria ibu Yesus adalah seorang yang takut akan Tuhan.
Sejak masa mudanya Maria memperoleh kasih karunia di hadapan Allah Lukas 1 : 28 – 30. Kita harus cinta Tuhan dan merindukan bahwa kita juga adalah orang yang memperoleh kasih karunia Tuhan. Sesudah perawan Maria melahirkan Tuhan Yesus, hubungannya dengan Yusuf sebagaimana layaknya suami isteri, maka ia melahirkan beberapa anak laki-laki dan perempuan, yang menjadi saudara-saudara Tuhan Yesus Matius 1 : 25; Matius 12 : 46 – 50; Matius 13 : 54 – 56.

Yohanes 2 : 5 (baca) Meskipun statusnya sebagai ibu, tetapi Maria menghormati otoritas yang ada pada Putranya, karena dia tahu bahwa Tuhan Yesus adalah Anak Allah. Maria percaya apa yang Tuhan Yesus lakukan tidak ada yang mustahil. Yohanes 19 : 25 (baca) Maria bahkan mengikuti Tuhan Yesus sampai kepada pengorbanan-Nya di kayu salib. Yesus berkata kepad ibu-Nya dan juga kepada Yohanes untuk saling memperhatikan sebagai ibu dan anak. Di dalam satu gereja lokal, meskipun kita tidak memiliki hubungan keluarga secara biologis, tetapi di dalam Kristus kita memiliki hubungan secara rohani sebagai keluarga Allah.

Puji Tuhan jika kita diberkati Tuhan memiliki keluarga yang baik dan harmonis, tetapi hal itu belum menjadi jaminan untuk masuk surga, dan hanya berakhir di pintu kubur, kecuali setiap anggota keluarga menjadi anggota keluarga rohani di dalam Kristus. Oleh sebab itu kita harus berdoa supaya anggota keluarga kita yang belum percaya, juga dapat diselamatkan dan menjadi bagian dari keluarga Allah.

A.2. Saudara-saudara Tuhan Yesus adalah orang-orang yang selalu skeptis dan ambisi Yohanes 7 : 2 – 5. Mereka hanya mau melihat bukti, karena mereka tidak percaya kepada-Nya. Markus 3 : 21 Tuhan Yesus bahkan dianggap tidak waras oleh saudara-saudaranya sendiri.

Jika kita mengalami tantangan dari anggota keluarga kita sendiri karena kita mengikut Tuhan Yesus, maka jangan kecewa, karena Tuhan Yesus sudah mengalaminya lebih dulu. Setelah kematian dan kebangkitan TuhanYesus, akhirnya saudara-saudara Nya juga bertobat dan percaya kepada-Nya. Ibu Maria dan saudara-saudara Tuhan Yesus termasuk dalam para murid 120 orang yang berdoa menantikan pencurahan Roh Kudus yang terjadi pada hari Pentakosta (Kisah Para Rasul 1:14). Selanjutnya saudara-saudara Tuhan Yesus pergi ke berbagai kota memberitakan Injil.1 Korintus 9 : 5. Maka tidak ada yang mustahil hal itu juga pasti dapat terjadi bagi keluarga kita. Tetapi kita harus aktif meng imani dan mendoakan untuk merebut anggota-anggota keluarga kita menjadi anggota-anggota keluarga Allah.

   B.    Keluarga Tuhan Yesus secara rohani
Tuhan Yesus menunjukkan keluarga rohani adalah murid-murid-Nya. Apa syaratnya? Matius 12 : 50 yaitu siapapun yang melakukan kehendak Bapa di sorga…, Apa yang menjadi kehendak Allah Bapa yang harus kita lakukan? Kehendak Bapa di surga adalah: Matius 22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. ay 38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. ay 39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Praktisnya a.l.:

  1.  Mempersembahkan tubuh kita kepada Tuhan sebagai korban yang hidup dan kudus. Roma 12 : 1 – 2 (baca)

Artinya kita harus hidup untuk Kristus, hidup kita harus mencerminkan Kristus setiap hari setiap saat, itulah persembahan yang hidup kepada Tuhan. Sebagai anak-anak Tuhan, jangan menjadi serupa dengan dunia ini. Kita harus memiliki prinsip hidup berdasarkan firman Tuhan, bukan hanya berdasarkan etika umum, kita harus memiliki identitas rohani yang jelas sebagai pengikut Kristus. jangan kompromi, ingatlah pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Ayat 3 Apapun yang hendak kita pikirkan atau lakukan harus selalu berdasarlkan iman! Tuhan menghendaki kita memiliki visi yang besar berdasarkan iman bukan berdasarkan kemampuan atau ambisi kedagingan kita.

Ayat 4 – 8 Kita harus melayani sesuai dengan karunia yang dianugerahkan Tuhan kepada kita berdasarkan kasih karunia Allah, dan sebagai anggota dari keluarga Allah, kita harus mempraktekan karunia-karunia kita di dalam jemaat supaya saling melayani dan melengkapi untuk kemajuan Kerajaan-Nya dan keluarga Allah di bumi ini.

Ayat 9 – 10 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura, jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Itu sebabnya, di dalam jemaat kita harus saling menghormati dan menghargai sebagai angota-anggota keluarga Allah, a.l. orang yang lebih tua sebagai orang tua kita, orang yang lebih tua terhadap yang muda sebagai anak atau sebagai saudara.

 2.  Anggota Keluarga Allah adalah orang yang memiliki kerendahan hati dan taat kepada Tuhan dan firman-Nya

1 Petrus 1 : 14 – 17 (baca) kita bisa melakukan kehendak Allah, jika kita memiliki kerendahan hati dan ketaatan kepada firman Tuhan.. Karena pada dasarnya orang yang melakukan kehendak Allah adalah orang yang taat, sebaliknya orang yang hati dan rohnya tidak sedia merendahkan diri dan taat kepada firman Tuhan akan selalu menolak untuk melakukan kehendak Allah, mereka selalu berdalih bahwa hal itu berat dan sukar padahal belum dilakukan.

Jika hati kita penuh dengan ketaatan, maka tidak ada yang tidak bisa kita kerjakan. Ketaatan memapukan kita hidup dalam kekudusan. Ingatlah bahwa kita adalah keluarga Allah, dan rumah kita yang sebenarnya di surga (rumah Bapa). Kita ada di bumi ini hanya menumpang, karena selama kita di bumi ini kita sedang dalam penugasan yaitu melakukan MISI /Amanat Agung dari Tuhan sesuai dengan karunia, talenta dan berkat yang dianugerahkan Tuhan kepada kita masing-masing.

Ayat 18 – 19 Oleh darah dan penebusan Kristus kita telah dimerdekakan dari dosa, kutuk, sakit penyakit, bahkan dari maut. Sehingga kita hidup berkuasa oleh karena kasih karunia-Nya.

Ayat 22 – 25 Ketaatan untuk melakukan kehendak Allah itulah karakteristik anggota keluarga Allah. Setiap anggota keluarga Allah adalah orang yang memiliki kerendahan hati dan taat serta mengasihi Tuhan dan firman-Nya, mengasihi Gereja-Nya dan para pemimpin rohani di dalam Gereja-Nya. Keluarga Allah mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, tidak ada gosip dan tidak ada dendam, maupun kepahitan seorang terhadap yang lain. Jika kita hidup sebagai keluarga Allah, maka Allah sebagai Bapa pasti akan memperhaitkan dan menjamin kehidupan kita, baik secara pribadi maupun sebagai keluarga karena kita adalah anak-anak-Nya dalam keluarga-Nya. KETAATAN kepada kehendak Allah selalu mendatangkan berkat. Amin

No results found...