Ps Marthinus Radja Ada tiga hal yang akan kita pelajari untuk menjadi gereja yang bersepakat…
BERBAHAGIALAH YANG MELAYANI
Ps. Debora Henubau
(Ringkasan Khotbah Minggu 13 Maret 2016)
Tuhan Yesus telah memberikan teladan bagi kita untuk melayani. Firman Tuhan mengatakan bahwa lebih berbahagia memberi daripada menerima, artinya kita akan lebih bersukacita, ketika kita melihat orang lain menerima pemberian kita, apalagi pemberian itu sesuai dengan kebutuhannya. Melayani berarti memberi. Sama seperti Tuhan Yesus telah menjadi teladan untuk melayani dan memberi kepada kita, maka kitapun harus melayani dan memberi kepada Tuhan, dan juga kepada orang lain.
  1.  Tuhan Yesus menjadi teladan untuk melayani
Yohanes 13 : 12 – 17 (baca) Tuhan Yesus menjadi hamba, dan menempatkan diri-Nya lebih rendah dari murid-murid-Nya untuk melayani dan membasuh kaki mereka. Hal ini dilakukan Tuhan Yesus supaya menjadi teladan bagi kita untuk saling melayani seorang dengan yang lain. Karena Tuhan Yesus menghendaki agar kita juga melakukan hal yang sama, seperti yang Tuhan Yesus perbuat.
Markus 10 : 43 – 45 (baca) Tuhan Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya ketika mereka berdebat siapa yang terbesar di antara mereka; bahwa barangsiapa ingin menjadi yang terbesar di hadapan Tuhan, dia harus menjadi hamba dan melayani saudara-saudaranya. Karena pada akhirnya, Tuhan akan menyambut kita dengan “hai HAMBA-Ku yang baik dan setia†(Matius 25; Lukas 19), ketika kita menghadap Tuhan di surga untuk memberikan pertanggung jawaban.
Sebutan HAMBA merupakan pujian yang tinggi dan sangat dihargai di surga, sekalipun di bumi ini seorang hamba dinilai sangat rendah. Hal ini menunjukkan bahwa prinsip surga dan bumi berbeda! Itu sebabnya kita tidak bisa membanggakan segala sesuatu yang kita miliki di bumi ini, karena hal itu bukanlah ukuran bagi Tuhan di surga. Bagi Tuhan pujian “HAMBA yang baik dan setia†adalah orang yang melakukan segala sseuatu yang Tuhan percayakan dengan benar sesuai dengan panggilannya.
Jangan membandingkan diri kita dengan orang lain, karena kita akan minder, atau membanggakan diri (merasa puas). Karena kapastias dan kepercayaan yang Tuhan anugerahkan kepada setiap orang itu berbeda, dan semua itu haruslah dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhan kelak.
Jadi jika kita ingin melayani, kita harus meneladani Tuhan Yesus. Semua hal di bumi ini hanya bersifat sementara, dan berlalu begitu saja. Oleh sebab itu, jangan menyia-nyiakan hidup kita di bumi ini. Kita harus memfokuskan diri kita kepada apa Tuhan kehendaki bagi kita di surga. JANGAN SALAH FOKUS. Karena segala sesuatu yang kita lakukan di bumi ini, bertujuan untuk kekekalan di surga. Semua yang kita lakukan di bumi ini (belajar, bekerja, berusaha, dsb) adalah media dan saluran untuk tujuan sesungguhnya, yaitu memberitakan Injil, memperluas kerajaan surga, memberkati gereja (GDS) untuk misi, dsb.
Tuhan sudah memberikan kita kesempatan, oleh sebab itu jangan membuang waktu,
maksimalkan waktu kita karena Tuhan Yesus segera datang. KITA HARUS FOKUS KEPADA TUHAN, dan bukan untuk yang lain. JANGAN SALAH FOKUS dalam hidup kita.
Ayat 45 Karena Anak manusia datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani, dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.
Tuhan Yesus datang untuk MELAYANI dan MEMBERIKAN segalanya, seluruhnya (total) yaitu nyawa-Nya untuk mati di kayu salib, bangkit, dan dipermuliakan setelah Ia naik ke Surga. Semua itu menjadi teladan bagi kita, itu sebabnya pada akhirnya kitapun akan dipermuliakan di surga.
  2.  Kita adalah murah hati
Kisah Para Rasul 2 : 41 – 47 (baca) Jemaat mula-mula berkumpul, mereka bersekutu bersama dan mereka saling memberi dan berbagi seorang dengan yang lain sesuai dengan keperluan masing-masing, dan segala kepunyaan mereka adalah milik bersama. Jemaat mula-mula memberi dan berbagi dengan murah hati setelah mereka dipenuhi oleh Roh Kudus. Hal ini menjelaskan bahwa Jika Roh Kudus mengurapi kita, maka kita akan diubahkan menjadi orang yang murah hati. Pengurapan Roh Kudus akan memampukan kita untuk memberi dengan sukacita, tanpa terikat dengan apa yang kita miliki. bermurah hati bukan hanya memberi uang/ harta, tetapi aktif terlibat dalam pelayanan, membuka rumahnya untuk komsel dan kubu-kubu doa.
Jemaat mula-mula disukai oleh semua orang dan Tuhan menambahkan jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. Kita bermurah hati tujuannya bukan hanya supaya orang menyukai kita, tetapi yang lebih utama adalah supaya kita dapat membawa orang lain kepada Kristus. Kita jemaat GDS adalah jemaat yang MURAH HATI, itu sebabnya Tuhan terus-menerus menambahkan jumlah orang yang diselamtkan. Tetapi hari ini kita juga ditantang supaya LEBIH MURAH HATI LAGI! Supaya semakin banyak keluarga, kerabat, teman kita yang dimenangkan bagi Tuhan.
Kisah para Rasul 3 : 6 (baca) Setiap orang memberi dari apa yang ada padanya, bukan dari apa yang tidak ada padanya. Pada saat itu, Petrus mendoakan sesusi dengan apa yang dia miliki, yaitu kuasa dan mujizat di dalam nama Tuhan Yesus sehingga orang lumpuh bangkit dan berjalan. Itu sebabnya banyak orang yang berkumpul dan mendengarkan khotbah Petrus bertobat dan memberi dibaptis sehingga jumlah mereka bertambah. Jadi APA YANG KITA PUNYAI, KITA HARUS BERIKAN dengan murah hati. Kemurahan hati kita ditunjukkan dengan memberi uang/harta, doa mujizat kesembuhan, aktif melayani.
Kemurahan hati kita, menggerakan hati Tuhan. Lukas 7 : 2 – 7 (baca) Tuhan Yesus menolong seorang perwira yang dikatakan layak untuk ditolong karena perwira ini bermurah hati untuk memberi bagi pembangunan rumah Tuhan. Oleh iman perwira itu, maka hambanya sembuh. Apa yang diberikan untuk Tuhan, akan menyentuh hati Tuhan. Jika kita memberi kepada Tuhan dan gereja-Nya, maka hal itu menunjukkan bahwa kita tahu otoritas, bahwa Tuhan diatas segalanya. Hidup kita berasal dari Tuhan. Kita harus tahu kepada siapa kita memberi yang terbesar! Sama seperti perwira itu, kita harus memposisikan diri kita dengan tepat, yaitu dibawah otoritas Tuhan.
Kisah Para Rasul 9 : 36 – 42 (baca) Tabita (Dorkas) dibangkitkan oleh Tuhan melalui doa Petrus. Tabita adalah seorang yang murah hati, suka berbuat baik, dan memberi sedekah.
Kisah Para Rasul 10 : 4 Kornelius adalah seorang yang takut akan Tuhan, doa dan sedekahnya naik di hadapan Tuhan dan Tuhan mengingatnya. Ketika Petrus berkhotbah Kornelius dan seluruh keluarga-Nya mengalami baptisan Roh Kudus. Melalui Kornelius maka Petrus dan rasul-rasul lain mengerti bahwa Tuhan mengasihi semua bangsa dan memberikan Roh Kudus kepada siapa saja yang hidup benar di mata Tuhan.
  3.  Berbuat baik
Kisah Para Rasul 10 : 38 (baca) Tuhan Yesus diurapi oleh Roh Kudus dan kuat kuasa berjalan berkeliling sambil berbuat baik. Kalau Tuhan menyertai kita maka kita akan sama seperti Tuhan Yesus, kita akan berbuat baik. Korneilus adalah selorang yang takut akan Tuhan, selalu berbuat baik dengan banyak memberi sedekah dan berdoa kepada Allah. Karena itulah maka Tuhan mengutus Petrus kepadanya.
2 Tesalonika 1 : 11 – 12 (baca) Kita berbuat baik supaya nama Tuhan Yesus dipermuliakan di dalam hidup kita. Orang lain harus melihat gambaran Kristus yang nyata di dalam kita sehingga kitapun dipermuliakan di dalam Tuhan, itulah kasih karunia Tuhan bagi kita. PERBUATAN BAIK KITA ADALAH PEKERJAAN IMAN, artinya seorang anak Tuhan harus dikenal BAIK dan selalu BERBUAT BAIK.
Galatia 6 : 2 – 10 (baca) Sebaga anak-anak Tuhan kita harus saling membantu, bertolong-tolongan menanggung beban. Setiap orang mempunyai beban kalau dipikul bersama akan terasa lebih ringan dan mudah. Saling menolong melalui saling mendoakan, mendukung, memperhatikan, berbicara positif dan membangun. Setiap orang harus bermegah kepada apa yang dimilikinya, dan tidak membandingkan diri. Setiap orang memiliki porsi nya masing-masing, dipercayakan dan nantinya akan dipertanggung jawabkan kepada Tuhan.
Semua hidup kita harus BERARTI di hadapan Tuhan. Kita harus merenungkan dan menguji pekerjaannya kita sendiri apakah sudah bernilai kekal? Setiap orang akan memikul tanggungannya sendiri. Jadi jangan bandingkan diri, apa yang pada kita lipat gandakan, mulailah melayani dan lakukan pekerjaan Tuhan!
Kita harus menghormati dan bermurah terhadap hamba-hamba Tuhan di GDS, kita memberkati orang yang telah memberkati kita dengan pengajaran firman Tuhan, doa dan impartasi. Kita harus menabur di dalam roh, supaya menuai hidup, dan bukan di dalam daging kerena kita akan menuai kebinasaan.
JANGAN JEMU-JEMU BERBUAT BAIK, supaya kita menuai, karena tidak adayang sia-sia, waktu kita menabur dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak akan sia-sia kita akan menuai. Selama masih ada kesempatan kita harus berbuat baik kepada semua orang tetapi terutama kepada kawan-kawan seiman. Lukas 6 : 36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati. Kita akan berbahagia apabila kita melayani, bermurah hati, dan berbuat baik, sama seperti Bapa di surga. Amin
