Ps Marthinus Radja Ada tiga hal yang akan kita pelajari untuk menjadi gereja yang bersepakat…
ROH KUDUS MEMBAHARUI, MEMULIHKAN, DAN MENYEMBUHKAN
Rev. DR. Daniel Henubau
(Ringkasan Khotbah 15 Mei 2016)
Hari Pentakosta adalah hari raya yang penting, karena hari Pentakosta adalah hari lahirnya Gereja Tuhan di bumi ini. Sejarah mencatat dalam alkitab bahwa pada hari pentakosta dua ribu tahun yang lalu terjadi sebuah peristiwa yang luar biasa yaitu Roh Kudus mencurahkan kuasa dan urapan-Nya kepada 120 orang yang setia menantikan janji Bapa digenapi, mereka dengan tekun sehati berdoa bersama di lantai atas (upper room) sebuah rumah di Yerusalem.
PENTEKOSTE HEMERA (Yunani) artinya hari ke lima puluh. Hari Pentakosta untuk orang Yahudi adalah hari raya panen besar shavuot untuk mengenang panen pertama ketika mereka masuk tanah Kanaan mereka mempersembahan semuanya kepada Tuhan sebagai ucapan syukur, dan hari raya ini dirayakan setiap tahun. Bagi kita umat kristen hari Pentakosta adalah hari yang kelima puluh dihitung setelah hari kebangkitan Kristus, dan sepuluh hari setelah hari kenaikan Tuhan Yesus ke surga. Itulah hari pencurahan Roh Kudus.
Roh Kudus bukan hanya kuasa melainkan salah satu Pribadi dari Allah Tritunggal. Kuasa-Nya dicurahkan pada hari Pentakosta, setelah Tuhan Yesus naik ke surga. Oleh sebab itu, mulai dari hari Pentakosta sampai kedatangan Tuhan Yesus kedua kali, adalah zaman Roh Kudus bekerja di bumi ini.
Banyak orang Kristen hanya minta kuasa Roh Kudus, tanpa mereka mengerti bahwa Pribadi Roh Kudus itulah yang sangat penting. Pada saat seseorang dilahirkan kembali oleh Roh Kudus, yaitu bertobat dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya, maka pada saat itulah Roh Kudus mendiami hidupnya. Itu namanya dibaptis ke dalam kehidupan yang baru, satu kehidupan di dalam persekutuan dengan Tuhan Yesus, tapi ketika Tuhan Yesus menghembuskan Roh Kudus kepada para murid, Tuhan Yesus juga berpesan supaya mereka harus menantikan janji Bapa digenapi.
Apa itu janji Bapa ?
Itulah pencurahan Roh Kudus Yoel 2 : 28 – 29 (baca) Pada waktu janji Bapa digenapi, kita mengalami BAPTISAN ROH KUDUS, artinya tenggelam dan dipenuhi oleh Roh Kudus. Kita membutuhkan pengurapan Roh Kudus karena hidup kita ini teserap dengan berbagai macam pergumulan di dalam dunia ini, itu sebabnya kita selalu membutuhkan pengurapan yang baru.
Bertepatan dengan hari raya panen itu, justru Tuhan mencurahkan Roh Kudus, yaitu ketika Roh Kudus turun ke di bumi ini, dan tampaklah lidah-lidah seperti nyala api di atas kepala seratus dua puluh murid yang sedang bertekun berdoa dan bersehati menantikan janji Bapa selama sepuluh hari Kisah Para Rasul 1 : 14. Dimana ada kesehatian di sanalah Tuhan memerintahkan berkat Mazmur 133 : 1 – 3 (baca) Jika ada kesehatian dalam keluarga, komsel, gereja, dan kehidupan bermasyarakat maka Tuhan akan mencurahkan berkat.
Kisah Para Rasul 2 : 1 – 6 (baca) Ketika Roh Kudus dicurahkan maka tampaklah lidah-lidah api yang melambangkan kuasa Roh Kudus, Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Bahasa roh yang diberikan khusus oleh Tuhan kepada para murid adalah bahasa yang dapat dimengerti oleh orang banyak sesuai dengan suku dan bangsa mereka yang pada waktu itu tinggal Yerusalem.
Bahasa roh adalah tanda dari baptisan Roh Kudus, namun tidak hanya berhenti di situ saja, karena tujuan kita mengalami baptisan Roh Kudus adalah menerima kuasa untuk bersaksi dan memberitakan Injil, menyatakan kasih karunia Tuhan, dan menjadi berkat kemanapun kita pergi.
Kisah Para Rasul 2 : 7 – 11 (baca) Melalui baptisan Roh Kudus pada murid dapat berkata-kata dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh orang banyak yang berasal dari berbagai suku bangsa, ketika sedang berbahasa roh para murid sedang berkata-kata dan menceritakan tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah, itulah penginjilan secara langsung.
Ada karunia bahasa Roh dan ada bahasa roh sebagai tanda baptisan Roh Kudus. Tujuan kita mengalami Baptisan Roh Kudus bukan hanya untuk mengalami bahasa roh, itu hanya sebagai tanda bahwa kita dilawat oleh Tuhan, namun tujuannya bukan untuk diri sendiri, melainkan untuk menjadi berkat bagi orang lain, yaitu menjadi saksi Tuhan, dan memberitakan Injil Kisah Para Rasul 1 : 8
Bahasa roh diberikan untuk hubungan kita dengan Bapa di surga, dalam doa dan penyembahan. Jika bahasa roh merupakan karunia (ada penafsirannya), maka hal itu untuk bernubuat dan membangun iman jemaat.
Akibat dari Baptisan dan kepenuhan Roh Kudus para murid menjadi orang yang berani dalam memberitakan Injil, dan hal itu menjadi kenyataan seperti yang dikatakan Tuhan Yesus menjelang hari kenaikan-Nya ke surga Kisah Para Rasul 1 : 8
BUKTI dari BAPTISAN ROH KUDUS adalah BERANI BERSAKSI.
Baptisan Roh Kudus membuat kita berani bersaksi dan menyatakan diri kita kepada orang lain bahwa kita adalah anak-anak Tuhan, pengikut Kristus. Bersaksi bukan hanya berkata-kata saja, tetapi juga harus nampak dari kehidupan kita. Baptisan Roh Kudus juga memberikan kita kuasa untuk menang atas dosa, kuasa untuk menyalibkan kedagingan, kuasa untuk mengusir iblis dan roh-roh jahat.
Roh, jiwa, dan tubuh kita harus dibaptis dan dipenuhi oleh Roh Kudus. Kepenuhan Roh Kudus tidak meniadakan tanggung jawab kita untuk terus bertindak dan berjuang, karena kuasa Roh Kudus akan nyata ketika kita bertindak. Sebaliknya jika kita tidak bertindak, sekalipun kita sudah dipenuhi Roh Kudus, tidak akan terjadi apa-apa. Daud diurapi menjadi raja, namun pengurapan Tuhan nyata ketika dia bertindak untuk melawan Goliat Kita dibaptis dan dipenuhi Roh Kudus supaya kita menang atas tantangan dan pergumulan yang kita hadapi, khususnya sebagai saksi Kristus.
Kisah Para Rasul 2 : 14 – 21, 37 – 40 (baca) Petrus yang diurapi Roh Kudus dengan berani berdiri dan tampil untuk berkhotbah di depan ribuan orang. Pada waktu Petrus berkhotbah, orang banyak yang mendengar dan menerima perkataannya bertobat dan memberi diri di baptis, pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Itulah PENUAIAN JIWA, yang Tuhan artikan sebagai hari PANEN RAYA pada hari Pentakosta. Sejak peristiwa itulah maka gereja mula-mula berdiri, dan setiap hari Tuhan menambahkan jumlah mereka.
Dibaptis dengan Roh Kudus artinya hidup kita sepenuhnya diliputi oleh Roh Kudus, dipenuhi dan ditenggelamkan dalam Roh Kudus, sebagaimana dibaptis dengan air, “Bapto†dicelup atau ditenggelamkan. Dipenuhi oleh Roh Kudus sama halnya dipenuhi oleh kemuliaan Allah.
Dalam bagian penutup dari doa Bapa kami Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk mendeklarasikan bahwa “Engkaulah yang empunya kerajaan, dan kuasa, dan kemuliaan sampai selama-lamanya.†Tuhan Yesus menyatakan ada tiga aspek kakuatan Allah yang saling terkait, yang tidak terpisahkan satu dengan lain. ketiganya dalah milik Bapa dan juga kita anak-anak-Nya. ketiganya adalah supranatural.
Kerajaan adalah pemerintahan Allah, itulah pemerintahan surga, kuasa adalah otoritas dan kemampuan Allah yang tanpa batas, itulah otoritas dan kemampuan surga dan kemuliaan adalah manifestasi dari hadirat Allah atau kehadiran Allah, itulah atmosfir surga.
Untuk masuk dalam kemuliaaan Allah/ hadirat Allah, maka langkah pertama manusia dituntut harus BERTOBAT. Jika kita rindukan Roh Kudus memenuhi kita, maka kita harus bertobat, karena dalam kemuliaan Allah, kemuliaan kita (kekayaan, kepandaian, harta, gelar kita sebagai manusia) tidak ada apa-apa jika dibandingkan dengan kemulaan Tuhan. Kita harus bertobat kembali dari semua kesombongan dan harga diri, harus ada pembaharuan kembali, maka akan terjadi kesembuhan luka batin, kesembuhan tubuh, pemulihan, kelepasan dari kuasa dosa, kutuk, serta kuasa iblis dan roh-roh jahat.
Dimana ada hadirat Tuhan di sana ada pewahyuan, ada kepekaan akan suara Roh Kudus, Tuhan akan memberikan kekuatan supaya roh kita menyala-nyala untuk melayani Tuhan, bersaksi dan memenangkan jiwa untuk Tuhan.
Mengapa kita ada di GDS, menjadi warga GDS ?
Yohanes 15 : 16 – 17 (baca) Kita tertanam di GDS saat ini, bukan kebetulan semua dalam rencana dan kehendak Tuhan. Kita menjadi warga GDS bukan karena kita yang memilih, tetapi Tuhalah yang memanggil dan memilih kita, supaya kita berbuah bagi kerajaan-Nya. Firman Tuhan ini juga mengajarkan kita untuk HIDUP SALING MENGASIHI itu sebabnya kita harus saling mendukung dan mendorong untuk maju bersama-sama. Jika satu korek api bisa membakar jutaan pohon. Demkianpun satu kata negatif, satu pikiran yang negatif bisa menghancurkan semua yang positif. Itu sebabnya di dalam gereja (GDS) tidak boleh ada satu batang korek api yang membakar yang lain, sebaliknya perkataan kita harus seperti pohon yang menciptakan banyak batang korek api yang menyala-nyala untuk melayani Tuhan.
Tuhan Yesus memanggil, memilih, dan menetapkan kita di bumi ini supaya kita menjadi mitra-Nya untuk melanjutkan pekerjaan-Nya yang besar, yaitu bersaksi dan memenangkan jiwa bagi Kristus. Kita ada di GDS supaya kita diperlengkapi dan diberkati secara rohani, dan jika kita diberkati secara rohani, maka Tuhan juga akan memberkati kehidupan jasmani, ekonomi, kesehatan, pekerjaan/ usaha, dan study kita.
Kita diurapi supaya kita menjadi duta-duta Kristus Matius 9 : 35 Tuhan Yesus adalah teladan kita, Dia diurapi oleh Roh Kudus, dan mendemonstrasikan kerajaan Allah di bumi ini. Kisah Para Rasul 10 : 38 Tuhan Yesus diurapi dan dipenuhi dengan Roh Kudus untuk melayani selama Tuhan Yesus di bumi ini. Demikianpun Allah memanggil kita, bukan hanya untuk menjadi orang Kristen tetapi untuk dipenuhi oleh Roh Kudus dan memanifestasikan kuasa Roh Kudus di dalam dan melalui hidup kita.
Karena tidak ada seorangpun yang dapat melakukan kehidupan kristen, apalagi untuk melaksanakan panggilannya apabila mengandalkan kekuatannya sendiri, sebab kekuatan kita sangat terbatas. Kita membutuhkan pengurapan Roh Kudus Zakaria 4 : 6; 1 Korintus 2 : 4 – 5 (baca) Hidup kita perlu di recharge kembali, itu sebabnya kita butuh dipenuhi Roh Kudus, dan diisi firman Tuhan setiap saat supaya hidup kita tetap menyala untuk Tuhan.
Bagaimana kita menerima baptisan Roh Kudus?
- Bertekun dan berdoa bersama-sama Kisah Para Rasul 1 : 14; 4 : 31 – 33 Kita butuh selalu dipenuhi dengan Roh Kudus.
- Bertobat, baik secara pribadi, maupun secara persekutuan, kita harus merendahkan diri kita di hadapan Tuhan Yakobus 4 : 6 – 9
- Minta, dan jangan diam saja Lukas 11 : 9 – 13
- Tingkatkan kehausan kita untuk mendengar dan membaca firman Tuhan. Kisah Para Rasul 10 : 44 – 48
Baptisan Roh Kudus merupakan pertolongan yang sangat besar dari Allah Bapa surgawi bagi semua orang percaya yang ingin hidup sebagai orang-orang yang berkemenangan dan menghasilkan buah-buah rohani dalam kehidupan dan pelayanan.
Dibaptis Roh Kudus adalah memberikan kita kuasa untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai orang kristen agar kita dapat semakin bertumbuh di dalam iman dalam kerohanian. Kuasa Roh Kudus baru dinyatakan ketika kita pro aktif untuk melangkah dalam melayani Tuhan, Amin.
