Ps Marthinus Radja Ada tiga hal yang akan kita pelajari untuk menjadi gereja yang bersepakat…
BERTEKUN DENGAN SEHATI DALAM DOA BERSAMA-SAMA
Ps. Debora Henubau
(Ringkasan Khotbah 8 Mei 2016)
Pembacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 1 : 13 – 15
Ayat 14 Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.
Roh Kudus sudah dicurahkan ketika hari Pentakosta, tetapi setiap kali kita menantikan-Nya maka Tuhan akan mencurahkan kuasa dan pengurapan Roh Kudus secara baru dan lebih lagi dalam hidup kita. Tuhan akan menambahkan lagi dan lagi kuasa dan pengurapan Roh Kudus di dalam hidup kita, apabila kita merindukannya. Karena kita terus bertumbuh dari kemuliaan kepada kemuliaan yang semakin besar.
Kisah Para Rasul 1 : 4 – 5 (baca) Tuhan Yesus menginstruksikan kepada murid-murid-Nya untuk menantikan janji Bapa, yaitu baptisan Roh Kudus. Mereka telah menerima baptisan air, tetapi tidak lama lagi mereka akan dibaptis oleh Roh Kudus
Baptisan air dan baptisan Roh Kudus adalah berkat yang harus kita terima sebagai orang percaya, hal itu bukanlah sebuah pilihan tetapi perintah Tuhan yang harus kita alami. Baptisan air adalah tanda pertobatan yaitu ketika seseorang menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, sedangkan baptisan Roh Kudus adalah baptisan ke dalam kuasa, dimana pribadi Tuhan sendiri yang dicurahkan atas seluruh hidup kita.
Menantikan janji Bapa.
Jika Bapa di surga berjanji, maka Ia pasti akan menggenapi! Dan Bapa menghendaki agar kita, sebagai anak-anak-Nya menantikan janji-Nya digenapi. Menantikan berarti BERTEKUN, karena waktu kita menantikan kita harus tekun sampai kita memperolehnya. Para murid bertekun, mereka sehati dan berdoa bersama-sama selama sepuluh hari. di GDS pun kita diarahkan oleh gembala senior dan tim gembala untuk bersama-sama berdoa berpuasa menantikan pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta.
Kisah Para Rasul 2 : 1 (baca) Minggu depan kita akan berkumpul bersama-sama di GDS dan Tuhan pasti akan melawat kita, karena kita sudah mempersiapkan diri kita untuk menerima pencurahan Roh Kudus.
Kisah Para Rasul 1 : 14 Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama,…
1.  BERTEKUN
Kata BERTEKUN menurut kamus bahasa Indonesia adalah berkeras hati dan sungguh-sungguh. Jadi, jika kita bertekun artinya kita sungguh-sungguh berdoa, berpuasa, mencari wajah Tuhan, merendahkan diri, dan merindukan jamahan Tuhan. Bertekun artinya kita juga terus-menerus berdoa, membaca firman Tuhan, bersekutu sampai Tuhan menjawab doa kita, sampai peperangan rohani dimenangkan.
Kita percaya waktu kita berdoa dan berpuasa bersama, kita bukan hanya akan mengalami pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta, namun kita juga akan mengalami hal-hal baru, yaitu pernyataan-pernyataan yang baru dari Tuhan, kita akan mengalami pengalaman baru yang belum pernah kita alami sebelumnya, dan doa-doa kita akan cepat dijawab oleh Tuhan. Mengapa hal itu terjadi? Karena pada waktu kita berdoa dan berpuasa mata dan telinga Tuhan akan terarah kepada kita.
Kata bertekun juga artinya ada jangka waktu untuk membuktikan, ada kesetiaan, tidak berhenti sampai kita mendapatkan, kita sedia untuk berkorban.
2.  SEHATI
Kita harus sehati dengan Tuhan, di dalam dan melalui gereja-Nya. Tuhan mengarahkan kita melalui gembala senior dan tim gembala, untuk sama-sama terlibat, mengambil bagian dalam doa puasa untuk masuk dalam pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta nanti. Pada waktu kita mengambil bagian bersama-sama secara koorporat, kita pasti akan mengalami jawaban-jawaban doa dan terobosan yang baru secara supranatural baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan gereja kita (GDS)
Bersehati artinya kita sama-sama ikut menanggung beban (dalam doa puasa). Orang yang hanya melihat/ menonton dan mendengar tetapi tidak melakukan, dia TIDAK SEHATI. Kita sehatikalaukita selalu ikut terlibat, mendukung secara aktif, ikut serta untuk mensukseskan visi dan apa yang Tuhan rencanakan bagi kita di GDS. Tuhan sudah menyediakan berkat bagi kita, tetapi Tuhan mau kita bersama-sama merendahkan diri untuk menerimanya.
Sehati artinya “HATI KITA ADA DI SITU†artinya bersungguh hati, berkeinginan untuk ikut terlibat. Bukan hanya mendengar dan menonton tetapi turut melakukan. Tuhan Yesus juga pernah mengatakan hal yang sama sampai tiga kali dalam Yohanes 14 : 15, 21, 23. Jika kita mengasihi Tuhan, kita pasti melakukan firman-Nya. Sehati tidak cukup hanya berkata “saya aminkan†tetapi harus aktif terlibat dan melakukannya.
Matius 12 : 25 – 30 (baca) PRINSIP KERAJAAN ROHANI: siapa yang tidak sepakat dan sehati bersama-sama, berarti sedang melawan/ memberontak, dan siapa yang tidak mengumpulkan bersama Tuhan, dia sedang mencerai-beraikan. Prinsip kerajaan rohani hanya gelap atau terang, ya atau tidak, tidak ada abu-abu, tidak ada status quo! Prinsip kerajaan rohani adalah sepakat, sehati berjalan bersama-sama, dan tidak terpecah karena pasti akan hancur dan tidak dapat bertahan.
Mazmur 133 : 1 – 3 (baca) Jika kita hidup sehati dan sepakat bersama-sama dalam kerukunan, maka Tuhan akan memerintahkan berkat atas kita.
3.  BERDOA
Mengapa kita harus berdoa terus-menerus dengan tekun? Apakah Tuhan akan mendengar? YA satu kali kita berdoa Tuhan mendengar, bahkan sebelum semua itu terucap Tuhan tahu DIA mendengar dan menjawab doa kita.
Efesus 6 : 10 – 20 (baca)
Ayat 12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Berdoa berarti berperang secara rohani.
Pada waktu kita berdoa, terjadi peperangan rohani di alam roh. Sejak pertama kita berdoa Tuhan sudah menjawab. Tetapi jangan berhenti berdoa teruslah berdoa sampai peperangan itu selesai, dan kita mengalami kemenangan serta menerima jawaban doa.
Firman Allah adalah pedang roh, yang harus digunakan. Firman Allah ada di dalam mulut kita. Waktu diucapakan melalui mulut kita, menjadi pedang roh yang menghancurkan pekerjaan roh-roh jahat. Doa seperti pistol/senjata, dan pelurunya adalah firman Tuhan. Firman itu harus ditembakkan dengan cara diucapkan oleh mulut kita, melalui doa dengan iman dan penuh kuasa Tuhan.
Firman yang dilepaskan tidak akan kembali dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan dan menggenapi segala yang Tuhan kehendaki. DOA KITA MELEPASKAN FIRMAN ALLAH ke tengah dunia ini. Kita harus berdoa, karena selama kita ada di dunia ini, selalu ada peperangan rohani.
Matius 10 : 7 – 8 (baca) Kunci Kerajaan surga dan kerajaan kegelapan (alam maut) telah Tuhan berikan kepada kita. Itu sebabnya kemanapun kita pergi, kita melepaskan kuasa Tuhan dan menghancurkan pekerjaan iblis dan roh-roh jahat. Dua hal ini terus bekerja dalam hidup kita. Kemanapun kita pergi, kita membawa kerajaan Allah, karena kita adalah bait Roh Kudus, sehingga mujizat terjadi. Kehadiran kita harus menyatakan kerajaan Allah hadir. Ada roh-roh jahat yang hanya dapat diusir kalau kita berdoa dan berpuasa. Dengan berdoa dan berpuasa kuasa Roh Allah dinyatakan, sehingga kita mudah untuk mengusir setan.
Matius 5 : 12, 26, 40 – 41 (baca) Pada waktu kita sedang berdoa, kita sebenarnya sedang berjaga-jaga secara rohani, sehingga kita tidak jatuh ke dalam berbagai pencobaan. Kita harus berdoa minimal satu jam setiap hari, supaya kita dapat bertahan dan berkemenangan!
Seringkali mengapa kita bergumul dengan tantangan dan pencobaan dalam hidup kita yang begitu berat? Karena kita kurang berdoa.
Daniel 10 : 11 Doa nabi Daniel sejak hari pertama doanya sudah dijawab namun tertahan, dan harus masuk dalam peperangan rohani Ayat 12, 13, 20 – 21 Peperangan itu tidak akan berhenti sampai dimenangkan. Doa orang benar besar kuasa-Nya. Tuhan bekerja sesuai dengan doa-doa kita. Mintalah dengan jelas/detail, dengan memiliki mata iman, maka kita akan menerima jawaban doa kita.
2 Tawarikh 7 : 14 berdoa dan berpuasa = merendahkan diri, mencari Tuhan = membaca firman Tuhan, bertobat = maka Tuhan akan mendengar, mengampuni dan memulihkan keadaan kita Ayat 15 – 16 ketika kita berdoa, berpuasa dan merendahkan diri kita, maka Tuhan melihat dan mendengar doa-doa kita, Tuhan akan menjawab doa kita dan menggenapi firman-Nya dalam hidup kita. Amin!
