Skip to content

SETIAP ORANG KRISTEN ADALAH DUTA KRISTUS

Rev. DR. Daniel Henubau

(Ringkasan Khotbah 1 Mei 2016)

 

Pembacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 1 : 1 – 8

Pernyataan Tuhan Yesus di dalam Injil Matius 16 : 18 – 19 menjadi kenyataan dan dibuktikan di dalam Kitab Kisah Para Rasul bahwa Gereja tidak dapat dikalahkan oleh alam maut. Tuhan Yesus mendirikan Gereja-Nya di atas dasar “PETRA” artinya batu karang yang kokoh, berdasarkan pengakuan rasul Petrus tentang Tuhan Yesus: Engkau adalah Mesias Anak Allah yang hidup! Itulah dasar yang kokoh dan yang tidak bisa diubahkan bagi Gereja Tuhan.

Oleh sebab itu betapapun besarnya tantangan yang dihadapi, Gereja akan tetap kuat, selalu bertumbuh dan berkembang, semakin dihambat semakin merambat. Demikian juga dengan kehidupan orang percaya. Hal yang paling utama bagi kita adalah senantiasa memprioritaskan hidup kita untuk mencari hadirat Tuhan dan firman-Nya setiap hari sesuai Matius 6 : 33. Banyak orang kristen hanya mengejar hal-hal yang sifatnya fana, padahal Tuhan Yesus sendiri berkata “carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Tuhan Yesus sudah membuktikan bahwa Ia telah mendirikan Gereja-Nya di atas PETRA, batu karang yang kokoh, dan alam maut tidak akan sanggup menguasainya.

Kitab Kisah Para Rasul adalah jembatan antara empat Injil dengan semua Surat-Surat dari Para Rasul (Roma sampai dengan Wahyu). Kisah Para Rasul menjelaskan bahwa sesudah Tuhan Yesus naik ke surga, maka apa yang sudah diperbuat dan dilakukan oleh Tuhan Yesus dilanjutkan oleh Gereja-Nya.

Kisah Para Rasul 1 : 1 Siapa Teofilus itu? Menurut Lukas 1 : 1 – 4 Teofilus adalah seorang yang terhormat, mungkin ia adalah seorang pejabat penting dalam kekaisaran Romawi, karena dalam suratnya Lukas menuliskan “Teofilus yang mulia”. Kata “yang mulia” dipakai juga oleh rasul Paulus untuk Felix dan Festus, para pejabat dalam kekaisaran Romawi.. Jadi sebenarnya Kitab Kisah Para Rasul ini adalah jilid kedua dari Injil Lukas. Kemungkinan Teofilus adalah seorang yang bertobat melalui pelayanan rasul Paulus dan Lukas, dan dalam pimpinan Roh Kudus Lukas memberikan penjelasan tentang kehidupan dan pelayanan Tuhan Yesus serta Gereja-Nya.

Ada tiga hal yang penting di dalam Kitab Kisah Para Rasul ini :

1.  Menjelaskan bahwa iman kristen tidak didasarkan kepada dongeng/ mitos melainkan pada fakta sejarah, bukan pada suatu filosofi melainkan pada satu Pribadi yaitu Tuhan Yesus Kristus. ini adalah suatu apologet (pembelaan dan penjelasan) bahwa keselamatan bagi umat manusia hanya ada di dalam Tuhan Yesus (Kis.Ras:4:12).

2.  Mengajarkan kepada kita bagaimana sikap Gereja/ umat Tuhan/ jemaat mula-mula di tengah bangsa yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus yaitu mereka tidak kompromi terhadap dosa dan hal-hal yang tidak benar, melainkan menyatakan dengan jelas iman dan percaya mereka kepada Tuhan Yesus, dan giat memberitakan Injjl Kerajaan surga.

Anggota jemaat mula-mula hidup saling mengasihi, membagi-bagikan apa yang mereka punyai kepada anggota yang membutuhkan, sehingga tidak ada yang kekurangan dan mereka aktif mendukung pekerjaan Tuhan dan misi.

Gereja mula-mula adalah gereja yang berdoa, mereka mengandalkan kuasa doa dan kuasa Roh Kudus dalam kehidupan dan pelayanan.

3.  Menjelaskan tentang Pekabaran Injil dan Misi, bahwa hal itu merupakan tugas utama dari Gereja. Gereja dapat bertumbuh kembang meskipun menghadapi tantangan yang sangat berat karena umat Tuhan memberitakan Injil dalam kuasa Roh Kudus. Kisah Para Rasul 1 : 8 “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
Pekerjaan Tuhan Yesus menebus umat manusia dari dosa sudah selesai dan sempurna melalui kematian-Nya di kayu salib, kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga, tetapi Tuhan Yesus terus bekerja melalui kita Gereja-Nya di bumi ini. Itu sebabnya Kisah Para Rasul bukan hanya sampai di pasal 28 saja, tetapi dilanjutkan dengan “pasal 29” oleh setiap anggota gereja Tuhan (termasuk kita) sepanjang sejarah Gereja, sampai kepada kedatangan Tuhan Yesus kedua kali.

Kisah Para Rasul menjelaskan bahwa dari Yerusalem Gereja Tuhan dalam kuasa Roh Kudus terus bertumbuh dan berkembang, sampai masuk ke Roma pusat pemerintahan kekaisaran Romawi yang begitu kejam dan membunuh orang kristen, tetapi kemudian hari menjadi pusat dari Gereja. Pada masa kini tantangan yang kita hadapi terlalu kecil jika dibandingkan dengan gereja mula-mula, seharusnya kita tidak mudah tawar hati bila mengalami berbagai tantangan iman dalam mengikuti Tuhan Yesus dan dalam berjemaat. Jangan hanya karena sakit hati, kecewa, tersinggung lalu kita pergi meninggalkan gereja. Bandingkanlah dengan jemaat mula-mula yang setia sampai akhir meskipun harus mengorbankan nyawanya demi kasih dan kesetiaannya kepada Tuhan Yesus.

1 Korintus 3 : 11 (baca) Tuhan Yesus adalah dasar yang sempurna, Gereja dibangun atas dasar Pribadi Tuhan dan firman-Nya. Firman Tuhan itu seperti pedang bermata dua memisahkan apa yang benar dan yang salah. Itu sebabnya setiap kali kita mendengar firman Tuhan, jangan tersinggung, justru kita harus merendahkan diri dan bertobat.

Kisah Para Rasul 9 : 1 – 5 Pada waktu Saulus berusaha menganiaya dan membunuh orang kristen di Damsyik, di tengah perjalanannya dia jatuh karena cahaya memancar dari langit mengelilinginya, dan suara Tuhan menyatakan “Saulus, Saulus mengapa engkau menganiaya Aku?”, “Akulah Yesus yang kau aniaya itu.” Hal ini menjelaskan bahwa Tuhan Yesus mengindetifikasikan diri-Nya dengan kita, karena kita sudah menjadi anak-anak Allah oleh darah-Nya. Dia adalah Kepala dan kita adalah tubuh Kristus di bumi ini. Oleh sebab itu kita harus percaya bahwa dalam setiap tantangan dan masalah yang kita hadapi, Tuhan Yesus tidak akan membiarkan kita terlantar tanpa pertolongan, sebaliknya Tuhan Yesus akan datang menolong kita tepat pada waktu-Nya. Tidak sulit bagi Tuhan untuk menolong kita asalkan kita bersedia melepaskan apa yang tidak benar dan ambilah serta rangkulah apa yang benar dari Tuhan Yesus. Karena apa yang berasal dari Tuhan itulah yang benar.

Sebagai orang Kristen dengan pertolongan Roh Kudus kita harus memanifestasikan kehidupan Kristus melalui kehidupan kita, baik secara pribadi, keluarga maupun persekutuan jemaat. Jika kita hidup benar di dalam Tuhan, maka Tuhan akan menjadi PEMBELA kita.
Untuk melaksanakan tugas yang Tuhan percayakan kepada kita, maka kita membutuhkan kuasa Tuhan Kisah Para Rasul 10 : 38 (baca) Jika Tuhan Yesus, pada waktu melayani di bumi ini diurapi dan dipenuhi dengan Roh Kudus, maka demikianpun kita orang-orang percaya harus juga durapi dan dipenuhi oleh Roh Kudus Kisah Para Rasul 1 : 8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

MISI dan Pekabaran Injil bukanlah pilihan tetapi PERINTAH TUHAN. Injil dimulai dari Yerusalem ke seluruh penjuru dunia dan akan berakhir di Yerusalem pada waktu kedatang Tuhan Yesus yang kedua kali. Seluruh orang israel (yahudi) akan percaya dan menyembah Tuhan Yesus sebagai Mesias yang mereka nantikan-nantikan .

Misi dan Pekabaran Injil tidak mungkin bisa dilaksanakan tanpa kuasa Roh Kudus, karena pemberitaan Injil, bukan pemberitaan satu doktrin, tetapi pemberitaan firman Tuhan yang hidup. Dimana ada pemberitaan Injil di sana ada PEPERANGAN ROHANI. Mengapa? Karena manusia dikuasai oleh dosa, roh-roh jahat, dan hanya Injil yang sanggup melepaskan setiap orang dari dosa, kelemahan, sakit penyakit dan kuasa kegelapan Kisah Para Rasul 10 : 38.

Kisah Para Rasul 1 : 1 Tuhan Yesus sudah menyelesaikan dengan sempurna keselamatan bagi manusia, tetapi pemberitaan Injil belum selesai, itu sebabnya tugas gereja adalah memberitakan Injil. karena kita adalah DUTA-DUTA KRITSUS.

Kisah Para Rasul 1 : 3 (baca) . Selama empat puluh hari, Tuhan Yesus menampakkan diri-Nya dan berbicara kepada murid-murid-Nya tentang Kerajaan Allah :

  1. Tuhan Yesus memberikan kepastian kepada Maria Magdalena bahwa Dia sudah bangkit, dan tidak perlu menangis lagi, tetapi pergi beritakan kepada murid-murid yang lain bahwa Dia telah bangkit.
  2. Tuhan Yesus menampakkan diri-Nya dan memberikan instruksi kepada dua orang murid yang sedang berjalan ke Emaus.
  3. Tuhan Yesus memberikan penghiburan kepada murid-murid-Nya yang sedang ketakutan pada hari kebangkitan-Nya.
  4. Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya kepada Tomas yang meminta bukti.
  5. Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya kepada murid-murid-Nya di pantai danau Galilea.
  6. Tuhan Yesus memulihkan Petrus yang sudah jatuh karena menyangkal, dan memberikan tugas untuk menggembalakan domba-domba Tuhan.
  7. Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya kepada 500 orang murid 1 Korintus 15 : 6
  8. Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya kepada murid-murid-Nya di bukit Zaitun sebelum Ia terangkat ke surga.

Kita bersyukur memiliki persekutuan dengan Tuhan Yesus, Dia adalah Allah yang menjadi manusia. Hal itu berarti apapun kesulitan yang kita hadapi, Tuhan Yesus tetap Tuhan dan Juruselamat kita, karena Tuhan membuktikan bahwa Dia bangkit dan hidup untuk selamanya.

Tuhan Yesus menyatakan diri dan memerintahkan kepada murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil Kerajaan surga. Dimana Injil diberitakan, maka di sanalah kuasa dan kerajaan Allah dinyatakan! Amanat Agung Matius 28 : 18 – 20, Penginjilan tidak bisa dilaksanakan tanpa pengurapan Roh Kudus, pada waktu kita bersaksi dan menyampaikan firman Tuhan, kita membutuhkan urapan Roh Kudus karena kita selalu berada di wilayah musuh, itu sebabnya kita membutuhkan pengurapan Roh Kudus secara baru setiap hari.

Wahyu 7 : 9 – 12 (baca) Gereja tidak dapat terhitung jumlahnya dari sejak pencurahan Roh Kudus sampai kepada kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Jumlahnya memenuhi seluruh Kerajaan Surga dalam kemuliaan dari berbagai suku, bangsa, kaum, dan bahasa.

Kita harus menjadi salah anggota dari gereja yang besar itu, dan kita harus terhitung di dalamnya, oleh sebab itu apa yang harus kita lakukan sebagai orang percaya? Kita memiliki tugas sebagai anak-anak Tuhan di GDS untuk menjadi anggota gereja segala bangsa, tugas kita adalah:

1. Aktivitas yang mengarah ke atas,
tugas kita harus melaksanakan aktivitas yang mengarah kepada Tuhan, yaitu beribadah, pujian dan penyembahan, memberi persembahan dan persepuluhan dan melayani Tuhan, karena hal-hal itu yang akan dipertanyakan Tuhan dari pada waktu kita menghadap tahta-Nya sudahkah kita pakai hidup, talenta, karunia, segala berkat yang dianugerahkan kepada kita untuk melayani Tuhan?

Ulangan 8 : 17 – 18; 1 Korintus 4 : 7 Tuhan memberkati kita supaya kita bisa melayani Tuhan di dalam dan melalui GDS dengan semua berkat yang Tuhan berikan. Karena apapun yang kita terima dari Tuhan, harus kita kembalikan kepada Tuhan. Hidup kita harus dipakai untuk aktivitas yang mengarah ke atas, itulah melayani Tuhan

2. Aktivitas yang mengarah ke dalam,
sesama anggota GDS, komsel, kita perlu memberi dorongan yang positif supaya supaya semuanya maju bersama-sama, dan tidak ada yang tertingal. Sebagai anggota GDS, dan anggota kerajaan Allah (tubuh Kristus) kita semua saling terkait seorang dengan yang lain. Itu sebabnya kita harus saling melayani dan memberkati seorang dengan yang lain, memberi dukungan untuk bertumbuh bersama dalam iman.

3. Aktivitas yang mengarah keluar,
yaitu penjangkauan jiwa-jiwa di luar, melalui pelayanan misi, mengutus minisonari/ penginjil. Puji Tuhan untuk anggota jemaat yang melayani pekabaran injil di market place (melalui profesi masing-masing). Tetapi kita juga membutuhkan anggota anggota jemaat yang terpanggil melayani Tuhan secara fulltime untuk diutus ke ladang misi memperluas pekerjaan Tuhan melalui GDS.

Ibrani 10 : 24 – 25 (baca) Sebagai anggota keluarga marilah kita saling memperhatikan untuk memberi dorongan yang positif dalam kasih, dan dalam perbuatan yang baik. Jangan menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita menjelang hari Tuhan yang semakin mendekat.

Mazmur 133 : 1 – 3 Kita dipanggil oleh Tuhan untuk hidup bersama dengan rukun, karena Tuhan akan memerintahkan berkat ke dalam hidup dan gereja kita . 2 Korintus 5 : 20 Kita adalah data-duta/ utusan-utusan Kristus, yang memberitakan Injil kerajaan sorga sampai kedatangan Tuhan Yesus kedua kali. Amin.

No results found...