Skip to content

KUASA DOA DALAM KESATUAN DAN KESEHATIAN JEMAAT

Rev DR Daniel Henubau

(Ringkasan khotbah Minggu 3 Juli 2016)

 

Pembacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 12: 1 – 12

Pada waktu gereja/ jemaat mula-mula bertumbuh dengan luar biasa, raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat, ia menyuruh membunuh Yakobus saudara Yohanes dengan pedang, dan menyuruh untuk menahan Petrus. Herodes melakukan hal itu sebagai bentuk pencitraan (cari muka), karena dia melihat bahwa apa yang dilakukannya itu menyenangkan hati orang Yahudi.

Setiap kali ada kemajuan dan terobosan rohani, selalu ada tantangan baik dari dalam maupun dari luar, oleh sebab itu kita harus waspada. Mengapa? Karena di angkasa (alam roh) sedang terjadi peperangan rohani (spiritual warfare), itu sebabnya kita berdoa supaya kuasa Tuhan dinyatakan atas keluarga, gereja dan bangsa serta negara kita Indonesia.

Setelah rasul Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu dengan sangat ketat, maksudnya adalah supaya setelah Paskah ia memperhadapkannya di depan banyak orang. Demikianlah Petrus di penjara. Tetapi jemaat dengan tekun (sehati, seroh dan tidak henti-hentinya) mendoakan rasul Petrus.

Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkan Petrus kepada orang banyak, Tuhan mengintervensi, seorang malaikat Tuhan datang dengan cahaya bersinar dalam ruangan itu dan menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya BANGUNLAH SEGERA! Maka gugurlah rantai itu dari tangan rasul Petrus. Jika kuasa Tuhan dinyatakan dalam hidup kita, maka rantai dan ikatan apapun yang mengikat hidup kita harus gugur/ terlepas dari hidup kita. Mungkin tanpa anda sadari ada rantai-rantai yang tidak kelihatan yang selama ini membelenggu hidup anda, yang mengintimidasi jiwa anda (pikiran, perasaan, kehendak), sehingga kehidupan rohani anda jalan di tempat, hanya berputar putar disekitar masalah demi masalah. Tetapi jika anda memberi respons dan bertindak dengan iman atas lawatan Tuhan melalui firman-Nya, melalui pembacaan pribadi atau pemberitaan firman oleh hamba Tuhan, maka “semua rantai itu” pasti akan gugur.

Ada cahaya terang tetapi para pengawal tetap terlelap. Bagaimanapun kemuliaan Tuhan menyinari, namun jika seseorang tetap menutup hatinya maka roh dan jiwanya tetap terikat dosa dan roh jahat, karena hal itu bergantung kepada orang yang bersangkutan. Ingatlah bahwa bagaimanapun Tuhan sedang melawat, namun respon kitalah yang akan mentukan. Tuhan selalu meminta respon dan partisipasi kita terhadap apa yang sedang Tuhan kerjakan. Jika kita ikuti, maka pasti kita menerima berkat Tuhan.

Kisah Para Rasul 12 : 8 – 11 (baca) Setelah rasul Petrus mengenakan jubahnya, ia kemudian mengikuti malaikat itu keluar, melewati tempat kawal pertama dan kedua, menuju pintu gerbang besi yang menuju ke kota, dan pintu besi itu terbuka dengan sendirinya. Dan sesudah tiba di luar, mereka berjalan sampai ke ujung jalan, dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan Petrus, dan Petrus pun menyadari bahwa itu adalah pertolongan Tuhan.

Pintu-pintu besi apapun dalam hidup anda harus TERBUKA saat ini juga! Pintu-pintu hati yang keras, dan semua penghalang yang menghalangi berkat Tuhan atas hidup anda hari ini harus dirobohkan dan dalam nama Tuhan Yesus terobosan terjadi di dalam hidup anda.

Setelah itu rasul Petrus pergi ke rumah Maria, ibu Yohanes, disitu banyak orang sedang berkumpul dan mendoakannya. Jika kita sebagai jemaat hidup rukun dan dengan sehati dan seroh berdoa dengan iman bersama-sama atas suatu masalah / tantangan yang sedang kita hadapi, doa seperti itu besar kuasanya, pasti Tuhan akan membuat terobosan, sehingga apa yang mustahil menjadi tidak mustahil.

Di dalam keempat Injil (Matius, Markus, Lukas, Yohanes) Pandangan hidup para murid berfokus kepada kepentingan diri sendiri, mereka seringkali bertengkar khususnya soal; kedudukan, posisi, jawabatan, gengsi, siapa yang lebih layak duduk di samping Tuhan Yesus. Ketika dalam keadaan yang kritis (di taman Getsemani) Tuhan Yesus mengajak mereka untuk berdoa dan berjaga-jaga. Matius 26 : 40 – 41 (baca), tetapi ternyata mereka tertidur. Tuhan Yesus menegur murid-murid yang tertidur, dan ayat yang sebenarnya berupa teguran keras Tuhan Yesus bahwa roh harus lebih berkuasa dari pada kedagingan, justru seringkali oleh orang–orang tertentu ayat itu diartikan boleh kompromi dengan kedagingan dan atau dosa.

Puncak dari keegoisme murid-murid adalah Yudas mengkhianati Tuhan Yesus, para murid kecuali Yohanes, semua lari meninggalkan Tuhan Yesus ketika Tuhan Yusus di tangkap, dan Petrus menyangkal Tuhan Yesus. Tetapi setelah peristiwa Pentakosta, dalam Kisah Para Rasul 2, maka sikap hati dan pandangan para murid berubah total, yang tadinya adalah AKU menjadi KITA! Sebagai orang percaya, sikap kita seharusnya mengutamakan kepentingan bersama (KITA) dari pada kepetingan sendiri (AKU); gereja KITA, misi KITA, pekerjaan Tuhan yang KITA laksanakan, mengapa demikian? Karena KITA berarti jemaat yang rukun, sehati dan seroh, satu team work yang mengandalkan Tuhan, itulah kita, GEKARI jemaat Damai Sejahtera. Haleluyah.

Di angkasa terjadi peperangan rohani antara para malaikat dengan iblis dan roh-roh jahatnya. Di akhir zaman ini roh pemberontakan semakin meningkat, di mulai di dalam keluarga menjalar ke jemaat dan masyarakat. Tuhan Yesus tidak menyuruh kita mencari domba yang memberontak, tetapi domba yang sesat. Jangan habiskan waktu mengurus domba yang memberontak, karena lama kelamaan kitapun dapat diseret ke roh pemberontakan.

Kisah Para Rasul 12 : 5 (baca) Demikianlah Petrus dipenjara, TETAPI jemaat dengan tekun mendoakannya. Itulah yang mengubahkan situasi dan kondisi, penjara pun terbuka. Matius 18:18-20 (baca) Jika dalam satu jemaat lokal ada kerukunan serta kesatuan dan kesehatian dalam berdoa, maka kuasa Tuhan pasti akan bermanifestasi ditengah mereka dan mujizatpun terjadi.

Kisah Para Rasul 1 : 13 – 14 (baca) Setelah Tuhan Yesus terangkat ke surga, para murid Tuhan berkumpul dan berdoa dengan sehati menantikan janji Bapa digenapi, maka mujizatpun terjadi, pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta. Dimana ada kesatuan dan kesehatian jemaat dalam berdoa, maka akan terjadi mujizat yang luar biasa.

Kisah Para Rasul 2 : 42 (baca) Jemaat mula-mula selalu bertekun = setia, konsisten, terus-menerus, dalam pengajaran firman (Bible Study), bersekutu, berdoa, dan berbagi sehingga mereka mengalami mujizat supranatural.

Kisah Para Rasul 4 : 31 (baca) Ketika jemaat sedang berdoa, bergoyanglah tempat dimana mereka sedang berkumpul, dan terjadi menifestasi lawatan Roh Kudus, sehingga mereka bangkit dan memiliki keberanian untuk memberitakan Injil. Jika kita penuh dengan Roh Kudus, maka kita berani bersaksi.

Ayat-ayat ini ditulis untuk menunjukkan kuasa doa di dalam kesehatian, bukan hanya satu orang (aku) yang berdoa, tetapi (KITA) bersama-sama sebagai satu kesatuan tubuh Kristus. Doa secara komunitas dengan sehati memiliki kuasa yang besar.

Jika sebagai jemaat GDS kita sehati dan seroh, memiliki visi yang sama, tidak memikirkan kepentingan diri sendiri dan kebutuhan sendiri saja, maka kita tidak mudah tersinggung, kecewa, dsb. Tetapi fokus hanya kepada Tuhan dan berdoa bersama bagi pekerjaan Tuhan dan kemajuan GDS. Apa yang Tuhan kehendaki, itulah yang kita kerjakan bersama, karena jika kita mengutamakan Tuhan, Tuhanlah yang akan bekerja untuk kita.

Kisah Para Rasul 12 : 5 Karena doa jemaat, maka Tuhan mengutus malaikat untuk melepaskan Petrus. Ingatlah kita diberkati, dan diselamatkan karena ada orang-orang yang mendoakan kita, itu sebabnya sekarang giliran kita juga harus berdoa untuk orang-orang yang belum tertobat, supaya mereka juga diselamatkan. Tetapi kita juga perlu mendoakan hamba-hamba Tuhan, itulah gembala dan tim gembala, pemimpin rohani, yang Tuhan percayakan kepada kita yang selalu berdoa, berkhotbah dan mengajarkan firman Tuhan kepada kita. SEBAGAI JEMAAT GDS, KITA HARUS SALING MENDOAKAN.

Kisah Para Rasul 12 : 7 Karena jemaat berdoa, maka Tuhan langsung mengintervensi dari surga (devine intervantion) untuk membebaskan Petrus dari belenggu.

Hari ini Tuhan mau membuat terobosan, semua pintu besi yang menghalangi berkat atas hidup kita harus dihancurkan dalam nama Tuhan Yesus, jika kita merendahkan diri dan bertobat. Dengan berdoa dan bertobat maka Intervensi dari Tuhan akan kita alami. Intervenasi dari surga selalu membuat apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Itu sebabnya kita harus taat kepada firman Tuhan, jangan membantah melainkan taati dengan sepenuh hati apa yang Tuhan katakan. Apa yang tertulis dalam firman-Nya itu ya dan amin, terima dengan iman petunjuk dari Tuhan. Apa yang Tuhan katakan taat dan ikuti saja! Maka penghalang berkat Tuhan yaitu PINTU-PINTU BESI TERBUKA dengan sendirinya bagi kita!

Kisah Para Rasul 12 : 11 – 12 Mujizat dan terobosan terjadi karena banyak orang berkumpul dan berdoa bersama-sama. Karena Tuhan akan memerintahkan berkat atas kita, apabila kita bertekun dengan sehati bersama-sama Mazmur 133: 1 – 3.

Yakobus 5 : 14 – 18 Ingatlah bahwa mujizat dan terobosan akan terjadi apabila ada pertobatan (saling mengaku dosa, dan saling mendoakan, saling memberkati) Doa orang benar bila dengan yakin didoakan besar kuasanya. Karena doa dan kekudusan berjalan bersama. Berdoalah di dalam Roh Kudus senantiasa, bukan untuk memuaskan keinginan kita Yudas 1 : 20 – 21.

Efesus 6 : 18 – 20 Rasul Paulus minta kepada jemaat di Efesus untuk mendoakannya, itu sebabnya sebagai jemaat GDS kita butuh saling mendoakan satu sama lain, saling mendukung dan memberkati. Tanpa dukungan doa pekerjaan Tuhan tidak akan berkembang, Kita harus berdoa bagi GDS, secara khusus, dan GEKARI secara umum, supaya terobsan besar terjadi.

Markus 11 : 24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. AMIN

No results found...