Skip to content

KASIH YANG SEMPURNA MELENYAPKAN KETAKUTAN

Ps Debora Henubau

(Ringkasan Khotbah Minggu 14 Agustus 2016)
1 Yohanes 4 : 18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Yohanes 8 : 32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

Kapan firman itu memerdekakan hidup kita? Firman Tuhan memerdekakan kita pada waktu firman itu menjadi KEBENARAN dan pewahyuan di dalam hati dan hidup kita. Dan agar firman itu menjadi kebenaran bagi kita, maka kita harus membacanya dengan tekun, merenungkan, serta memahami firman Tuhan itu dengan benar. Untuk memahami firman Tuhan, kita membutuhkanpertolongan Roh Kudus setiap kali kita membaca firman Tuhan, dengan cara berdoa terlebih dahulu untuk meminta Roh Kudus memberikan pengertian dan pemahaman tentang firman Tuhan. Roh Kudus adalah Penolong bagi kita, yang akan mengajarkan dan mengingatkan semua yang sudah Tuhan katakan melalui firman-Nya.

Sebagai anak-anak Tuhan, kita meresponi firman Tuhan, dengan mengucapkan “YA” dan “AMIN” pada saat kita sedang mendengar khotbah maupun pengajaran firman Tuhan, karena pada saat kita mendengar dan meresponi firman itu, maka pada saat itulah firman yang kita dengar akan masuk dan tertanam di dalam hati dan roh kita, sehingga firman itu menjadi kebenaran dalam hidup kita.

Firman Tuhan itu hidup dan berkuasa. Oleh karena itu firman Tuhan harus dibaca dan direnungkan berulang-ulang, hingga firman itu menjadi kebenaran yang menghidupkan dalam segala segi kehidupan kita. Tidak cukup hanya dibaca dan direnungkan sekali saja.

Yohanes 6 : 63 Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Firman Tuhan adalah Tuhan yangmengatakan/ berfirman, dan apa yang Tuhan firmankan adalah ROH dan HIDUP/menghidupkan.
Ayat 68 Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; Firman Tuhan mengandung nafas Tuhan sendiri, dan memberikan hidup yang kekal.

Galatia 5 : 1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. Tuhan Yesus mau agar kita sungguh-sungguh merdeka, karena sesungguhnya Ia sudah memerdekakan kita dari kutuk, dosa dan setiap belenggu/ ikatan iblis.

Ayat 13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. Ingatlah, firman Tuhan menegaskan bahwa kita dipanggil oleh Tuhan untuk MERDEKA, itu sebabnya jangan lagi hidup dalam kuk perhambaan! Tuhan Yesus sudah menanggung semua dosa dan penderitaan kita di kayu salib, itu sebabnya pada waktu kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat, kita sebenarnya telah menerima KEMERDEKAAN!

Jika kita sudah merdeka, mengapa masih ada pergumulan setiap hari? Selama kita masih ada di bumi ini, masih akan ada tantangan dan pergumulan, itu sebabnya firman Tuhan harus kita baca dan renungkan setiap hari, supaya firman itu menjadi kebenaran dan pewahyuan, yang selalu memberikan kekuatan dan kemenangan bagi kita.

Roma 8 : 15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”

Tuhan Yesus telah menerdekakan kita dari roh takut/ketakutan. Roh takut adalah roh yang sifatnya selalu memperbudak. Itu sebabnya mengapa seseorang melakukan sikap-sikap tertentu seperti minder, menutup diri, cuek, angkuh, membual, berpura-pura, berbohong, dsb, karena dasarnya TAKUT.

Roh perbudakan membuat seseorang menjadi budak, yaitu seorang yang memiliki tuan yang selalu memaksakan dia untuk berbuat sesuatu diluar kehendaknya, dan mau tidak mau harus dilakukannya. Itulah sebabnya seseorang berlaku munafik, karena dasarnya adalah ia takut ditegur, ketahuan, tertolak, tidak diterima, dsb. TUHAN tidak mau kita hidup dengan dasar ketakutan. Itu sebabnya Tuhan memberikan kepada kita KASIH-Nya yang sempurna. Yang dapat melawan ketakutan adalah kasih dari Tuhan. Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan 1 Yohanes 4 : 18

Mengapa ada ketakutan? Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia menjadi takut dan bersembunyi dari Tuhan, sejak saat itulah ketakutan itu menguasai sampai kepada manusia saat ini. Semua manusia memiliki ketakutan, dan iblis adalah pendusta yang terus-menerus berdusta untuk memberikan intimidasi. Sejak saat itulah manusia memiliki rasa takut, tertolak, tidak diterima, dan tidak dihargai.

Di dalam kasih Tuhan tidak ada ketakutan, itu sebabnya barangsiapa takut dia tidak sempurna dalam kasih, sebab ketakutan itu mengandung hukuman. Pada waktu ada kasih, maka ada penerimaan, dan tidak ada penolakan, itulah yang dialami oleh Adam dan Hawa sebelum mereka jatuh ke dalam dosa. Pada awalnya, mereka tidak takut karena mereka tampil sebagai gambaran diri Allah sendiri.

Pada waktu kita bertobat, maka Tuhan memerdekakan kita dari rasa takut, seperti takut tertolak, takut hukuman, dsb. Allah menyatakan dirinya: Allah adalah kasih. Arti dari takut akan Tuhan, bukan berarti kita gentar dan ngeri, tetapi makna sebenarnya adalah mengasihi dan menghormati Tuhan.

Roma 8 : 16 Karena di dalam kasih Allah kita tidak takut lagi, dan kita bukan hamba, tetapi anak. Ketika kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat, maka status dan indentitas kita dikembalikan, yaitu menjadi anak-anak Allah. Tidak ada lagi “roh yatim piatu” yang merasa tertolak dan merasa tidak diterima. Roh Kudus di dalam hati kita membuat kita dapat memahami bahwa kita adalah anak-anak Allah, dan berseru ya Abba, ya Bapa. Roh Kudus di dalam kita telah bersaksi bahwa kita adalah anak Allah.

Tuhan memilih kita apa adanya, karena itulah kasih karunia Tuhan bagi kita. Roma 8 : 17 Sebagai anak, kita adalah ahli waris yang berhak untuk menerima semua janji Allah. Bapa melihat kita bukan lagi dengan dosa kita, tetapi melihat Kristus di dalam kita.

Markus 4 : 18 – 19 (baca) Takut dan kuatir itu berhubungan. Kekuatiran itu selalu berhubungan dengan masa depan, atau sesuatu yang belum terjadi. Iblis mengintimidasi kita dengan kekuatiran, sehingga mencekik roh dan jiwa kita. Tetapi Tuhan Yesus datang untuk memerdekakan kita dari kekuatiran dan takut, sebab Dialah yang menjamin masa depan kita. Oleh karena itu, jangan lagi hidup dengan dasar ketakutan.

Filipi 4: 6 – 8 (baca) Bagaimana kita menang atas kekuatiran hidup? Yaitu dengan BERDOA, dan menyatakan segala sesuatunya kepada Tuhan. Pikirkanlah semua yang indah dan terbaik yang Tuhan akan berikan, karena apa yang kita pikirkan berulang-ulang akan menjadi visi yang akan kita capai. Contohnya, Tuhan menyuruh Abraham untuk melihat bintang dan pasir, sebagai gambaran keturunannya di masa depan, sekalipun kelihatannya mustahil. Abraham melihat visi itu sampai akhirnya itu menjadi kebenaran dan pewahyuan baginya. Demikian pula dengan kita, pikiran kita harus dimerdekakan setiap hari, dengan cara melihat dan diisi dengan firman Tuhan setiap hari.

Mazmur 119 : 9 – 11, 105 (baca) Firman Tuhan selalu menjaga hidup kita kudus dan benar. Jadi kita menjaga hidup kita dengan cara menyimpan firman itu di dalam hati, membaca, mendengar dan merenungkannya.

Amsal 3 : 5 – 7 (baca) Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hati. Tuhan mau agar kita bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, dan tidak mengandalkan kekuatan kita sendiri. Tuhan sudah tahu apa yang akan terjadi, dan Tuhan mau kita ada di dalam rencana dan kehendak-Nya. Dengan pertolongan-Nya, Tuhan akan mengurapi dan menunjukan jalan-Nya kepada kita, asalkan kita melakukan bagian kita, yaitu mengakui Tuhan dalam seluruh kehidupan kita, dengan cara berdoa dan meminta pertolongan Tuhan.

Roma 15 : 13 Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.

Pada waktu kita takut dan kuatir, maka tidak ada sukacita, tidak ada pengharapan. Tetapi Allah kita adalah SUMBER pengharapan, dan pengharapan kepada Tuhan tidak akan mengecewakan. Tuhan memberikan kepada kita kelimpahan pengharapan. Jangan lagi hidup atas dasar takut dan kuatir. Serahkan semuanya kepada Tuhan, teruslah berdoa dan membaca firman Tuhan, karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Amin!

No results found...