Ps Marthinus Radja Ada tiga hal yang akan kita pelajari untuk menjadi gereja yang bersepakat…
KEMERDEKAAN SEJATI
Rev. DR Daniel Henubau
(Ringkasan Khotbah Minggu 7 Agustus 2016)
Pembacaan Alkitab : Yohanes 8 : 30 – 36
Injil Yohanes ditulis oleh rasul Yohanes pada tahun 90-95 M di Efesus pada saat usianya sudah lanjut. Sekalipun waktu sudah lama berlalu sejak ia ada bersama-sama dengan Tuhan Yesus, namun oleh pewahyuan dari Roh Kudus, maka rasul Yohanes mengingat dan menulis semua hal untuk menjelaskan tentang Tuhan Yesus Kristus.
Ayat kunci Injil Yohanes adalah Yohanes 20:31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya. Injl Yohanes ditulis dengan tujuan supaya setiap orang yang membacanya menjadi percaya kepada Tuhan Yesus, dan beroleh hidup yang kekal di dalam namaNya.
Yohanes 8 : 30 – 32 Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya. Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”
Tuhan Yesus tidak hanya senang melihat banyak orang menjadi percaya kepada-Nya, namun Tuhan Yesus juga menjelaskan, bahwa percaya kepada Tuhan Yesus artinya menjadi murid Tuhan yang sejati, yaitu tinggal di dalam firman-Nya, berakar dan bertumbuh di dalam iman, menghasilkan buah-buah di dalam kehidupan kita, sebagai bukti seseorang telah mengalami kemerdekaan sejati secara rohani.
Setelah Tuhan Yesus menjelaskan hal itu, maka reaksi orang banyak itu tersinggung, dan membantah apa yang Tuhan Yesus katakan. Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?” Yohanes 8 : 33
Jika kita ingin bertumbuh di dalam Tuhan, maka jangan membantah firman Tuhan, kita harus menerima dengan iman, walaupun firman itu seakan-akan bertentangan dengan akal dan pikiran kita, namun kita harus percaya terlebih dahulu, baru kita mengalami mujizat Tuhan. Banyak orang yang percaya kepada Tuhan di dalam gereja, tetapi mereka sebenarnya TIDAK mengalami KEMERDEKAAN YANG SEJATI, karena setiap kali Tuhan berfirman, mereka tidak menerima firman itu dengan rendah hati, melainkan tersinggung dan membantah.
PERCAYA yang PALSU adalah TIDAK MENYADARI DOSA-DOSANYA. Banyak orang percaya kepada Tuhan Yesus, namun ketika ditegur dosanya, mereka balik melawan. Tuhan Yesus sebenarnya mengetahui bahwa dosa orang-orang Yahudi adalah kesombongan karena mereka adalah keturunan dari Abraham. Ingatlah bahwa dari manapun kita berasal dan apapun latar belakang kita, di mata Tuhan semua orang sama. Tuhan selalu berfirman untuk hati kita, yaitu apa yang tidak kelihatan, bukan apa yang kelihatan saja.
Yohanes 8 : 34 – 38 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.” “Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu..â€Â
Kita sering mendengar firman Tuhan, namun jika firman Tuhan itu tidak masuk dan tertanam dalam hati kita, karena kita tidak memberi tempat bagi firman Tuhan di hati kita, maka kita belum merdeka sepenuhnya. Kita harus rendah hati untuk menerima firman yang Tuhan sampaikan, baik pada waktu kita baca dan renungkan secara pribadi, maupun ketika mendengarkan firman Tuhan yang disampaikan oleh hamba Tuhan yang diurapi, dan atau pada waktu kita mendengar kesaksian. Yakobus 1 : 21 (baca) terimalah firman Tuhan dengan lemah lembut supaya tertanam dalam hati kita, karena firman Tuhan berkuasa menyelamatkan jiwa kita.
Merdeka secara politik harus diikuti dengan merdeka dalam pola pikir, dan mental, serta karakter. Karena karakter building lebih penting, daripada body building. Namun yang paling penting dan yang utama adalah SPIRITUAL FREEDOM (kemerdekaan secara rohani). Karena apabila kita mengalami kemerdekaan rohani, maka siapapun pemerintahannya, atau apapun situasi dan kondisinya, kita tetap mengalami kemerdekaan yang sesungguhnya (sejati). Dan kemerdekaan rohani itu kekal untuk selama-lamanya.
Apa itu kemerdekaan yang sejati? Jika seseorang memiliki kemauan, tetapi tidak mempunyai kemampuan dan kesempatan, maka sesungguhnya orang itu belum merdeka. Sebaliknya, jika seseorang memiliki kemampuan dan kemauan tetapi tidak mempunyai kesempatan, maka dia juga belum merdeka. Jika seseorang memiliki kemampuan, kemauan, dan kesempatan tetapi akhirnya adalah kehancuran, maka hal itu pun belum bener-benar merdeka. Merdeka sejati adalah memiliki kemauan, kemampuan dan kesempatan untuk membangun, untuk kebahagiaan, dan untuk kehidupan kekal baik bagi diri sendiri, keluarga dan Gereja serta sesama.
Alkitab mengatakan kepada kita, bahwa jika kita mempunyai kemauan, maka Tuhan akan memberikan kemampuan, dan membukakan kesempatan bagi kita, akibat kesempatan itu kita akan mendapatkan hidup yang kekal. Sebaliknya jika orang itu tidak mempunyai kemauan dan diberikan kesempatan, maka hal itu juga belum merdeka, karena dia akan melakukannya dengan terpaksa. Banyak orang mempunyai banyak kesempatan tetapi tidak memiliki kemauan. Secara rohani apabila kita sudah bersekutu bersama pada hari ini (ibadah Minggu, Komsel, pertemuan ibadah) hal itu berarti Tuhan sudah memberikan kesempatan.
Merdeka yang sejati adalah:
- [google_font font=”arimo” size=”14″ weight=”400″ italic=”0″ color=”#525252″ subset=””]Kita mempunyai KEMAUAN, karena Tuhanlah yang membuat kemauan itu di dalam hati kita Filipi 2 : 13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.[/google_font]
- [google_font font=”arimo” size=”14″ weight=”400″ italic=”0″ color=”#525252″ subset=””]Kita mempunyai KEMAMPUAN (kesehatan, keuangan, talenta/ karunia) untuk melakukan apa yang Tuhan kehendaki dan rancangkan sejak semula untuk kita lakukan[/google_font]
- [google_font font=”arimo” size=”14″ weight=”400″ italic=”0″ color=”#525252″ subset=””]Kita mempunyai KESEMPATAN (waktu) yang Tuhan berikan.[/google_font]
Ketiga hal ini Tuhan berikan dengan tujuan untuk hidup yang kekal, yaitu untuk kemuliaan Tuhan, itulah Kemerdekaan sejati untuk menjadi mitra Tuhan mengembangkan Kerajaan-Nya di bumi ini.
Orang percaya tidak cukup hanya percaya, karena dalam alkitab ada contoh iman polesan atau iman palsu. Yohanes 2 : 23 – 25 (baca) Banyak orang menjadi percaya hanya karena melihat mujizat, hal itu baik tapi belum tentu menjadikannya seorang kristen sejati, yang bertumbuh di dalam Tuhan. Itu sebabnya, Tuhan Yesus tahu dan mengenal setiap orang yang datang kepada-Nya, bahkan Tuhan Yesus tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka yang memiliki iman polesan/ yang dangkal.
Yohanes 6 : 60 – 66 (baca) Murid-murid Tuhan Yesus sendiri mengeluh dan bersungut-sungut bahwa perkataan Tuhan Yesus keras, sehingga banyak dari mereka yang tergoncang dan mengundurkan diri.Tuhan dengan tegas mengajarkan kepada orang banyak yang percaya kepada-Nya, ketika mereka tersinggung dan membantah apa yang Tuhan Yesus ajarkan. Bahkan Tuhan Yesus menegur mereka dengan keras dengan mengatakan; “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu…†Yohanes 8 : 44.
Puji Tuhan kita percaya dan mengalami mujizat, terobosan, tetapi hal tidaklah cukup, kita harus berakar dan bertumbuh di dalam Tuhan. Tuhan mengingatkan kepada kita, supaya kita perlu waspada karena bisa terjadi seperti yang Tuhan Yesus katakan seperti seorang yang menabur benih di tanah yang berbatu, semak duri, dipinggir jalan. Benih itu terhimpit dan akhirnya hilang dan binasa.
Tuhan Yesus ingin supaya kita mengalami kemerdekaan yang sejati. Ibrani 2 : 1 (baca) Oleh sebab itu, kita harus lebih teliti dan memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita tidak terbawa oleh arus. Arus yang paling kuat adalah PERKATAAN yang negatif, yang membuat kita menjadi tawar hati, perkataan yang menjatuhkan iman, menghasut, memprovokasi dsb, itulah yang mempengaruhi kita, sehingga firman Tuhan tidak masuk ke dalam hati kita. Peringatan: Kita harus saling membangunkan iman, jangan ada kata-kata melemahkan iman. KITA HARUS MENDENGAR SUARA FIRMAN LEBIH KUAT DARI SUARA APAPUN, BAHKAN DARI SUARA HATI KITA SENDIRI. Jika kita kurang teliti maka kita akan terbawa arus, akhirnya kita menjadi orang yang mengeraskan hati, sehingga firman Tuhan seolah-olah tidak berkuasa membarui hidup kita.
Ibrani 3 : 7 – 8 (baca) Pada hari ini jika kita mendengar firman Tuhan, JANGAN KERASKAN HATI! firman Tuhan selalu menyadarkan dan membebaskan kita. Supaya kita bisa merdeka yang sesungguhnya, maka kita harus pakai semua yang kita miliki (kemauan, kemampuan, dan kesempatan) untuk membangun iman, dan jangan terpengaruh dengan arus negatif. Hati-hati terkadang arus bisa datang dari orang yang berada di dekat kita, itu sebabnya kita harus bersama-sama membangun iman, dan lebih teliti dan perhatikan, artinya lebih dalam lagi kita menggali dan merenungkan firman Tuhan, supaya kita tidak terbawa arus duniawi.
Ibrani 4 : 2 (baca) Firman Tuhan harus bertumbuh di dalam hati dan hidup kita, oleh sebab kita harus memberikan banyak waktu untuk mendengar, membaca dan merenungkan firman Tuhan. Tuhan menghendaki kita merdeka dan bebas dari iblis dan intimidasi. Ibrani 6 : 4 – 8 (baca) Jangan sampai kita murtad, karena orang yang murtad tidak akan pernah kembali lagi (bertobat).
1 Petrus 1 : 18 – 19 (baca) Langkah kita setelah mengalami keselamatan, adalah kita harus mengambil dengan iman, dan mendeklarasikan dalam alam roh oleh kuasa darah Tuhan Yesus, (pelepasan supranatural), maka Tuhanlah yang akan akan bertindak untuk melepaskan, menyembuhkan dan memberkati kita. Minta hamba Tuhan bersama saudara berdoa pelepasan oleh kuasa supernatural Roh Kudus.
Galatia 5 : 1 dan 13 (baca) Tujuan Tuhan memerdekakan kita adalah supaya kita melayani Tuhan dan sesama kita dengan kasih Kristus.
1 Yohanes 2 : 19 (baca) Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. Jika kita sudah merdeka maka jangan ada yang demikian, kita harus mengasihi seorang dengan yang lain, itulah tanda kita tinggal di dalam terang Kristus. Bukti seseorang sudah mengalami kemerdekaan. ia mengenal dan sadar akan dirinya sendiri bahwa dia senantiasa memerlukan Tuhan dan firman-Nya untuk berkuasa dalam hidupnya. Firman Tuhan harus semakin banyak dan berkuasa, isi hidup kita dengan firman, supaya kita menjadi benar di hadapan Tuhan. Firman Tuhan selalu membarui hidup kita, dari kemuliaan kepada kemuliaan yang semakin besar.
Markus 7 : 6 – 9 Jangan biarkan hati kita menjauh dari Tuhan, sebaliknya kita harus senantiasa mengalami keintiman secara rohani dengan Tuhan. Yohanes 15 : 1 – 5
Galatia 5 : 1, 13 Bukti kemerdekaan sejati adalah KITA MELAYANI TUHAN DAN MELAYANI SESAMA KITA. Amin
