Skip to content

FATHER’S IMAGE

Ps Jesaya Henubau

(Ringkasan Khotbah Minggu 24 Juli 2016)

 

Pembacaan Alkitab : Kejadian 1 : 26 – 28

I. Dari firman Tuhan di atas kita akan mempelajari beberapa hal yang penting, yang menjadi cara kerja Tuhan di dalam kehidupan kita.

1. Cara kerja Tuhan yang pertama-tama adalah dalam ayat 26 dimulai dengan kata “Berfirmanlah Allah…”

Hal ini menjelaskan bahwa cara kerja Tuhan selalu dimulai dengan firman-Nya. Pada mulanya adalah firman, dan firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah sendiri. Segala sesuatu yang berasal dari Allah, selalu berasal dari firman-Nya! Firman Tuhan adalah JANJI Tuhan dan KEHENDAK Tuhan.

Itu sebabnya kita tahu apa yang menjadi kehendak Tuhan? Pada waktu kita sudah mengerti. memahami dan memiliki seluruh kebenaran firman dalam hidup kita. Cara kerja Tuhan adalah menyampaikan firman-Nya (berjanji) terlebih dulu. Sama halnya ketika Tuhan memanggil Abraham, Tuhan menyatakan janji-Nya terlebih dahulu tentang apa yang akan terjadi dan dialami Abraham, baru kemudian Tuhan bekerja dalam hidup Abraham, untuk menggenapi janji tersebut.

2. Lalu setelah Tuhan berfirman, di ayat 27 “maka Allah menciptakan…” Tuhan menciptakan apa yang Ia firmankan. Firman Tuhan selalu menciptakan!

Ibrani 11 : 4 (baca) menjelaskan bahwa firman Tuhan menciptakan alam semesta, yaitu apa yang tidak ada menjadi ada. Itu sebabnya pda waktu kita mendengar firman Tuhan, hal itu bukan hanya mengisi opini (pemahaman) yang bagus, dan nasehat yang baik, tetapi lebih dari pada itu, karena firman yang kita dengar menciptakan apa yang tidak ada, menjadi ada. Karena setiap kali Tuhan berfirman, Dia selalu menciptakan. Itu sebabnya firman Tuhan itu di atas segalanya.

Setiap kali kita membaca firman Tuhan, kita sedang membaca ketetapan Tuhan yang akan terjadi di masa yang akan datang, akan terjadi pada saat ini, dan yang sudah terjadi di masa lampau, dan firman itu akan terus-menerus digenapi, sampai seluruh iota digenapi! Firman Tuhan tidak berubah, tetap untuk selama-lamanya, dan apa yang ditulis tetap akan digenapi kembali, dan apa yang ditetapkan itulah yang akan terjadi nantinya. Firman itu adalah Tuhan sendiri.

3. Cara kerja Tuhan yang berikutnya adalah ayat 28 “Allah memberkati mereka…” Allah memberkati apa yang sudah Ia ciptakan.

Tuhan hanya memberkati apa yang Ia ciptakan. Dengan kata lain, Tuhan tidak akan memberkati apa yang tidak ia ciptakan. Itu sebabnya, jangan pernah suruh/ paksakan Tuhan dan hamba-hamba Tuhan untuk memberkati sesuatu yang Tuhan tidak ciptakan. Karena Tuhan hanya memberkati apa yang Ia ciptakan, dan apa yang Ia ciptakan itulah kesukaan-Nya, kebenaran-Nya, rencangan dan kehendak-Nya, sebab apa yang Tuhan ciptakan menunjukkan pribadi-Nya (kekudusan-Nya, kemuliaan-Nya, keperkasaan-Nya, kekayaan dan kelimpahan-Nya)

Jadi jika kita ingin hidup kita diberkati Tuhan, maka kita harus pastikan bahwa kita ada di dalam Janji Tuhan, berada di dalam kehendak Tuhan, dan senantiasa berjalan di dalam firman Tuhan. Karena kita tidak akan diberkati, tanpa kita berada di dalam kehendak Tuhan.

Ulangan 28 : 1 – 2 …Segala berkat ini akan datang kepadamu (will overtake: akan mengejar, NKJV) Dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu. Firman Tuhan konsisten, dari awal sampai akhir tidak pernah berubah; apa yang Tuhan firmankan, Ia ciptakan, dan akan memberkati! Semua kita dipanggil berdasarkan janji Tuhan. Jadi berkat Tuhan selalu menyertai janji/ firman Tuhan/ kehendak Tuhan, dan meneguhkan karya Tuhan (penciptaan)

Jika kita seringkali bertanya, mengapa kita tidak diberkati? Maka kita perlu mengevaluasi diri kita, Apakah yang kita kerjakan saat ini, adalah kehendak Tuhan dalam hidup kita? Apakah yang kita kerjakan saat ini diciptakan oleh Tuhan, atau hanya kita ciptakan menurut keinginan manusiawi kita? Sebab segala sesuatu yang Tuhan berkati adalah yang Tuhan ciptakan! Kita memang tetapkan untuk diberkati, tetapi kita ditetapkan lebih dulu untuk hidup di dalam firman Tuhan, di dalam kehendak-Nya.

Roma 1 : 28 – 32 (baca) Tuhan bahkan mengutuk segala sesuatu yang tidak diciptakan-Nya. Ulangan 28 : 15 – 16.

 

II. Gambar dari Allah Bapa sendiri.

Kejadian 1 : 26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,… Bapa Tuhan Yesus dan Roh Kudus bersama-sama bersekutu dan berkata baiklah KITA menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita. Ayat 27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya… Ayat 27 kembali menegaskan sampai dua kali bahwa yang diciptakan itulah gambar.

Kita diciptakan menurut GAMBARAN Bapa kita, dan kita tidak akan mengalami Tuhan, tanpa kita diciptakan kembali (lahir baru) menurut gambar-Nya.

Yohanes 4 : 24, Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” Hal ini sebenarnya menegaskan bahwa gambaran Allah yang sebenarnya adalah ROH! Itulah mengapa manusia diciptakan segambar dengan Allah, sebagai mahkluk roh. Karena roh manusialah yang lebih dulu diciptakan, dan roh manusia adalah inti dari manusia itu sendiri. Itulah alasannya mengapa Bapa di surga menghendaki agar kita menyembah-Nya di dalam roh kita dan kebenaran, karena Bapa menghendaki kita menjadi segambar dengan diri-Nya.

Roh manusia adalah hati manusia Yohanes 7 : 38 – 39 (baca) Barangsiapa yang percaya kepada Tuhan Yesus, maka dari dalam hatinya (roh) akan mengalir aliran-aliran (sungai) kehidupan yang dimaksudkan adalah Roh Kudus. Artinya Tuhan mencurahkan Roh-Nya ke atas semua manusia, namun yang mengalami kuasa dan Pribadi-Nya, hanya mereka yang harinya siap dan terbuka untuk menerima-Nya. Amsal 4 : 23 (baca) Jagalah hati kita dengan penuh kewaspadaan, karena dari situlah gambaran Bapa terpancar, ciptaan dan hidup baru mengalir, dari situlah pekerjaan Bapa mengalir, berkat Bapa di surga mengalir. Jadi kita diciptakan menurut gambar-Nya, yaitu kita diciptakan untuk memiliki roh, dan itulah yang pertama Tuhan ciptakan.

Banyak orang sulit untuk menyembah Tuhan di dalam ibadah, karena masalahnya adalah hati. koneksi dengan Tuhan bukan di pikiran tetapi di dalam roh/ hati Matius 15 : 8, 1 Korintus 2 : 11, Roma 10:10 Hati itulah yang pertama kita menerima dan percaya. Gambar Bapa kita berbeda dengan gambar dunia ini. Orang melihat apa yang ada di luar, tetapi Tuhan melihat hati. kita tidak diciptakan oleh gambar dunia ini, tetapi segambar dengan Bapa di surga. Jika dulu kita dibentuk menurut gambar dunia ini, menurut budaya, suku bangsa, wilayah dimana kita dilahirkan, dan latar belakang kita masing-masing, namun sekarang ini, ketika semua telah menjadi ciptaan yang baru di dalam Kristus tidak lagi menilai menurut ukuran manusia, menurut gambar dan pikirannya sendiri.

2 Korintus 5 : 16. Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.

Sebagai ciptaan yang baru, kita tidak lagi menilai diri kita menurut ukuran mansia, tetapi meniai menurut ukuran Kristus, karena kita diciptakan segambar dan serupa (identik, kembar) dengan Tuhan kita. Pada waktu kita membatasi diri kita berdasarkan ukuran manusia, bahkan menilai Tuhan menurut ukuran manusia, maka disitulah kita berhenti dan tidak akan maju. Roma 8 : 28 – 29 Kita dipilih dari semula, dan kita juga ditentukan dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Kristus. Goal akhirnya adalah serupa dengan Kristus. Serupa berarti IDENTIK, kembar walaupun beda pribadi. Supaya Bapa melihat kita serupa dengan Kristus, sehingga apa yang Kristus miliki itupun yang kita miliki. Jika Kristus adalah gambaran kita, maka kita menjadi sama seperti Dia.

2 Korintus 5 : 17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. jika kita adalah ciptaan bari di dalm Kristus, maka jangan ijinkan pikiran manusiawi, logika dan pengalaman masa lalu menahan kita untuk maju.

 

III. BERKUASA

Kejadian 1 : 26 Tujuan awal dalam penciptaan manusia adalah untuk memegang otritas dan kuasa, Tuhan mendelegasikan otoritas dan kuasa kepada manusia selama dia hidup di muka bumi. Karena hidup kita adalah penugasan sementara untuk hidup yang akan datang.

Alkitab dimulai dengan penugasan di taman Eden, dan berakhir dengan penugasan untuk menguasai kota-kota Lukas 19 : 17 (baca) Kita ditetapkan untuk menguasai sepuluh kota, dan kota-kota. Tetapi lebih dulu kita harus menguasai diri kita (emosi, kedagingan kita) Apa yang kita alami saat ini hanya sebagain kecil dari apa yang sebenarnya Tuhan ingin kita alami, itu sebabnya kita harus SETIA melakukan apa yang Tuhan percayakan sampai selesai. Karena ada upah yang besar yang Bapa sudah disediakan bagi kita. Ingatlah ukuran kita adalah Kristus dalam segala hal dalam seluruh kehidupan kita. Amin

No results found...