Skip to content

SIAPAKAH ORANG YANG NAIK KE GUNUNG TUHAN YANG KUDUS ?

Ev. Yohanes Utomo

(Ringkasan Khotbah 24 April 2016)

 

Pembacaan Alkitab 15 : 1 – 5

Salah satu pembunuh terbesar adalah penyakit penyumbatan pada pembuluh darah (yang dapat mengakibatkan seseorang mengalami stroke, maupun jantung), secara rohani hal itupun bisa terjadi apabila seseorang mengalami “penyumbatan pembuluh darah rohani”, maka kuasa dan berkat Tuhan tidak mengalir dalam hidupnya. Itu sebabnya pada hari ini kita akan belajar bagimana supaya aliran “pembuluh darah rohani” lancar dan tidak tersumbat.

Ada tiga cara yang dapat kita pelajari sebagai anak-anak Tuhan untuk mendetox “racun” di dalam hidup kita supaya kuasa dan berkat Tuhan dapat mengalir dalam hidup kita:

1. Bersyukur

Tuhan menghendaki agar kita harus selalu mengucap syukur dalam segala perkara. Mazmur 100 : 4 (baca) Ucapan syukur akan membuka pintu untuk kuasa Roh Kudus bekerja, ucapan syukur membuat kita mengasihi Tuhan dan senantiasa memuji Tuhan, ucapan syukur akan membuat hadirat Tuhan turun atas hidup kita Mazmur 22 : 3 (baca)

Merasa susah atau senang bukanlah takdir, tetapi itu sebuah PILIHAN, dan pilihan itu ada di tangan kita. Bangsa Israel pada zaman Musa selalu bersungut-sungut, itu sebabnya mereka hanya berputar-putar di padang gurun, sedangkan pada zaman Yosua bangsa Israel taat dan selalu mengucap syukur sehingga mereka menggenapi janji Tuhan, yaitu masuk di tanah Kanaan. Jika kita ingin meraih janji- janji Tuhan, dan mengalami kuasa Tuhan dalam hidup kita, maka ingatlah pujian dan ucapan syukur itu penting dalam hidup kita. Tembok Yerikho hancur oleh puji-pujian dan ucapan syukur.

Matius 15 : 36; Yohanes 6 : 11 (baca) Tuhan Yesus mengadakan mujizat dengan memultiplikasikan roti dan ikan untuk memberi makan 400 dan 5000 orang setelah mengucapkan syukur. Jadi dengan mengucap syukur akan membuat lancar pembuluh darah rohani kita, sehingga kuasa Tuhan dapat mengalir dan bekerja. Dengan mengucap syukur kita akan menjadi orang yang positif, karena hati kita benar di hadapan Tuhan. Hari ini pikirkanlah segala sesuatu yang baik yang kita terima dan mengucap syukurlah.

2. Mengampuni

Ayub 42 : 8 – 10 (baca) Ayub disakiti oleh sahabat-sahabtnya, namun Tuhan memerintahkan sahabat-sahabatnya untuk membuat mezbah, dan menyuruh Ayub berdoa untuk mereka di hadapan Tuhan. Hal ini dibuat Tuhan, supaya Ayub tidak hidup di dalam kepahitan. Kepahitan akan mengganggu hubungan kita dengan Tuhan, kepahitan akan menghambat kuasa firman Tuhan. Jika kita ingin pembuluh darah rohani kita lancar, maka kita harus mengampuni orang yang menyakiti kita.

Tuhan memulihkan keadaan Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dulu, setelah Ayub berdoa dan mengampuni sahabat-sahabatnya. Ingatlah bahwa Tuhan ingin berkarya dan menyatakan kuasa-Nya di dalam hidup kita, tetapi seringkali ada sumbatan-sumbatan secara rohani yang membuat kita tidak bisa berbuah.

Yohanes 15 : 2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Ranting yang melekat tidak berbuah karena ada sumbatan yang membuat aliran-aliran (sari makanan) dari pokok anggur itu tidak masuk ke dalam ranting. Itu sebabnya, mengapa Tuhan menghendaki agar kita mengampuni orang lain, karena dengan mengampuni kita sedang membuka aliran kuasa dan berkat Tuhan untuk mengalir dalam hidup kita, sehingga kita diberkati dan dapat berbuah lebat.

3. Melakukan kebaikan bagi orang lain

Matius 7 : 12 “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka”. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Kita harus menerencanakan hal yang baik kepada orang lain, yaitu memberi dan menyatakan kebaikan, karena dengan hal itu kita akan melihat kuasa Tuhan dinyatakan dalam kita, itulah hukum tabur tuai.

Hari-hari ini keadaan dunia semakin buruk dan membuat banyak orang tidak nyaman, WHO (badan kesehatan dunia) menyatakan angka stres, depresi, kesulitan meningkat dan menimpa semua orang di berbagai kalangan.

Bagimana sikap kita sebagai anak-anak Tuhan dalam situasi dan kondisi dunia saat ini ? Kita harus menjadi “the best contact centre”, yaitu tempat dimana orang bisa bertanya dan mencari solusi di dalam kehidupannya pada waktu mereka alami persoalan dan kesulitan.

Mazmur 15 : 1 – 5 (baca) Pemazmur menuliskan bahwa siapa yang boleh menumpang dalam kemah Tuhan? dan Siapa yang boleh diam di gunung Tuhan yang kudus? adalah orang yang tidak akan goyah selama-lamanya di dalam hidupnya. Artinya kekuatan kita hanya terletak pada waktu kita ada di dalam HADIRAT TUHAN!

Daud mengalahkan Goliat seorang raksasa, yang jauh lebih hebat dan lebih berpengalaman dalam berperang. Apa yang dilakukan Daud? Daud menolak untuk mengandalkan kekuatannya sendiri (menolak memakai baju zirah Saul) tetapi dia mengambil lima batu yang licin, hal ini membuktikan bahwa Daud hanya mengandalkan kekuatan Tuhan, dia percaya bahwa Tuhan yang telah melepaskannya dari cakar singa dan dari cakar beruang sanggup melepaskannya dari Goliat, orang Filistin itu 1 Samuel 17 : 37. Kekuatan dan kemampuan kita untuk menjadi saksi Tuhan 100% tergantung di dalam hubungan kita dengan Tuhan. Itu sebabnya Tuhan Yesus berkata kepada murid-murid supaya jangan tinggalkan Yerusalem sebelum Roh Kudus turun ke atas mereka, karena mereka akn diberi kuasa untuk menjadi saksi Kisah Para Rasul 1 : 4, 8 (baca).

Supaya kita bisa menapaki hari-hari ke depan ini, maka mau tidak mau, kita harus memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, karena tanpa hal itu, kita akan lemah, karena kekuatan kita terbata. Kita tidak akan mampu menghadapi godaan, pencobaan yang begitu berat, tantangan dan kesulitan semakin besar.

Kita harus naik ke gunung yang kudus, naik ke gunung yang tinggi. Kolose 3 : 1 – 2 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Jika kita memiliki hubungan yang intim dan mesra dengan Tuhan, kita akan melihat dan merasakan kekuatan Tuhan mengalir dalam hidup kita. Keluaran 17 : 10 – 13 (baca) Kekuatan dan kemenangan bangsa Israel hanya terletak dalam terus menerus mendekati Allah di dalam doa, iman, dan ketaatan. Ketika Musa berhenti berdoa, berhenti pula kuasa Allah atas umatnya, itulah urapan yang mengalir kepada orang banyak (urapan koorporat). Prinsip rohani inipun tetap berlaku di dalam Perjanjian Baru, apabila kita kurang berdoa, dan jauh dari Tuhan, maka seringkali urapan dan kuasa Tuhan di dalam diri kita menjadi berkurang.

Satu-satunya harapan kita untuk menang terletak di dalam terus-menerus menghampiri tahta kasih karunia Tuhan melalui Kristus supaya kita dapat menerima kuasa dan kasih kaurnia Allah untuk menolong kita pada saat kita memerlukan pertolongan Ibrani 4 : 16 (baca). Banyak orang tidak menjadi saksi Kristus karena “terbangnya” terlalu rendah, sehingga memudahkan iblis untuk melepaskan anak panahnya. Sebaliknya jika kita “terbang” tinggi di dalam kemuliaan Tuhan, maka panah berapi iblis tidak akan kena.

Kita harus menyadari bahwa hubungan kita dengan Tuhan sangat menentukan kekuatan kita dalam menghadapi hidup ini. Hubungan kita dengan Tuhan ada tiga jenis : Kita tahu Tuhah, kita kenal Tuhan, kita semakin intim dan erat dengan Tuhan. Tuhan Yesus menghendaki agar kita senantiasa memiliki hubungan yang dekat dan erat dengan-Nya. Matius 11 : 28 – 29; Yohanes 7 : 37; 15 : 4. Ingatlah, kita tidak bisa melakukan perkara-perkara rohani di luar Tuhan!

Mazmur 16 : 2 Aku berkata kepada TUHAN: “Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!” tidak ada yang baik hanya Satu saja! Itulah Allah Matius 19 : 17. Sama seperti Maria memilih bagian yang terbaik yaitu duduk di bawah kaki Tuhan, demikian juga kita harus menghampiri Tuhan, karena itu adalah bagian yang terbaik yang Tuhan kehendaki dari kita Mazmur 84 : 10. Daud berkenan di hati Tuhan, karena dia sangat merindukan Tuhan dan ingin bersekutu dengan Tuhan.

Tidak ada yang baik selain dari Tuhan, itu sebabnya kita harus memilih Tuhan, dan senantiasa bersekutu-Nya! Jika kita dekat dengan Tuhan, dan berada di dalam hadirat-Nya, maka kita akan mengalami sukacita yang besar Mazmur 16 : 11. Pada waktu kita mengandalkan Tuhan kita akan menjadi orang yang cakap menanggung segala perkara, memiliki buah-buah roh yang nyata dalam hidup kita, karena aliran-aliran ilahi penuh di dalam kita Matius 6 : 33

Kekristenan yang benar adalah kekristenan yang berdampak positif dan menjadi saksi Kejadian 39 : 2 – 5 Jika kita diberkati maka berkat itu juga akan mengalir kepada orang lain melalui kita. Jadi marilah kita memperbaiki hubungan dengan Tuhan! Hadirat Tuhan akan semakin kuat kuasanya dalam hidup kita pada waktu kita mendirikan mezbah, artinya ada kehidupan yang dipersembahkan. Keselamatan yang kita terima dalam Kristus gratis, tetapi dalam mengikut Tuhan, ada harga yang harus kita bayar Matius 10 : 34 – 39. Jika kita datang di hadapan Tuhan mempersembahkan kedagingan, ke-Akuan, dan menyangkal diri kita maka hadirat Tuhan akan menguasai kita, dan Tuhan akan melawat kita, sehingga kita mampu menghadapi segala perkara.

Yohanes 13 : 34 – 35 (baca) Perintah ini tidak mungkin kita lakukan, kecuali Tuhan sendiri yang berkarya di dalam hidup kita. Kita mengasihi karena Allah lebih dulu mengasihi kita 1 Yohanes 4 : 19 (baca) Pada waktu kasih Allah menguasai hidup kita, maka apa yang tidak mungkin menjadi mungkin. Amin.

No results found...